Foto: Nampak para tokoh agama di Sulut menggelar doa bersama untuk meminta perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dari ancaman virus corona.
Sulut Bergumul Dalam Doa
Mohon Perlindungan Tuhan Dari Ancaman Pandemi Covid-19
Laporan : SONNY DINAR
Ancaman penyebaran virus corona di Indonesia memantik gerak serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Rentetan kebijakan hingga protokol pencegahan diterapkan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK), dengan harapan memutus rantai penyebaran wabah penyakit global ini. Namun di atas semua itu, perlindungan dari Yang Maha Kuasa tetap diyakini sebagai upaya pencegahan paling utama.
Gerakan doa bersama mulai digalakkan jajaran Pemprov Sulut, Selasa (17/3) kemarin, di Kantor Gubernur. Kegiatan ini menghadirkan 6 Tokoh Agama (Islam, Kristen Protestan, Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu) yang ada di Sulut. Nampak juga Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sulut, Kartika Devi Kandouw-Tanos, Kepala Dinas Dukcapil Sulut, Bahagia Mokoagow dan sejumlah pejabat lainnya.
Gubernur Olly mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat Sulut dari berbagai keyakinan yang ada untuk memanjatkan permohonan kepada Yang Maha Kuasa agar keselamatan dan pemulihan berlaku bagi daerah Sulut, Indonesia, hingga dunia.
“Saya menyerukan kepada segenap stakeholder, baik tokoh agama, tokoh masyarakat dan segenap elemen masyarakat untuk bersatu hati berdoa, memohon dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menjaga dan melindungi warga Sulut dan Indonesia bahkan dunia agar terhindar dari pandemi virus corona,” harap Olly.
Di balik pergumulan yang sedang dihadapi ini, Gubernur meminta seluruh masyarakat Sulut agar tetap tenang dan tidak perlu panik, serta rutin menjaga imunitas tubuh dengan berprilaku hidup sehat. “Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke pusat kesehatan apabila merasa sakit demam, flu, batuk dan sebagainya. Untuk sementara waktu mari kita mengurangi kegiatan berkumpul dan menghindari keramaian,” ajak Olly.
Ada berbagai upaya yang sementara dilakukan pemerintah. Namun di atas semua upaya tersebut, Gubernur mengajak semua masyarakat untuk senantiasa bersandar dan mengandalkan Tuhan Sang Pencipta serta sepakat mempersiapkan waktu untuk berdoa bersama.
“Saya percaya, doa seluruh lapisan masyarakat dari Miangas sampai Pinogaluman, dari semua golongan agama dan kepercayaan adalah upaya paling ampuh untuk menjauhkan daerah kita dari bahaya penyebaran virus corona. Mari berdoa bagi Sulawesi Utara, bagi Bangsa Indonesia bahkan bagi Dunia, meminta kepada Tuhan Sang Pencipta agar kita segera dilalukan dan dipulihkan dari pandemi Covid-19,” katanya.
“Mari kita mulai gerakan doa bersama ini dari rumah-rumah, dari tempat kerja dan dari tempat beraktivitas kita masing - masing. Berkenan juga kiranya ditandai dengan membunyikan lonceng-lonceng Gereja, bedug Mesjid dan atau alat kelengkapan ibadah dan doa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing,” pesan Gubernur Olly.
Gerakan doa bersama ini akan tetap dilaksanakan secara berkelanjutan setiap waktu dan kesempatan yang di atur secara mandiri. “Kiranya Tuhan Allah Sang Pencipta berkenan mendengar, menyertai dan memberkati torang samua ciptaan-Nya. Amin,” harap Gubernur.
Gerakan doa bersama yang OD-SK ini telah disambut baik oleh tokoh agama di Sulut. BAMAG-LKKI, PELSIS Sulut dan Jaringan Pemuda Lintas Agama telah melaksanakan doa bersama bersama Jaringan Doa Nasional, mendoakan pergumulan dunia terhadap ancaman pendemi Corona, selanjut berdoa bagi daerah Sulut, bangsa dan negara.
Diketahui, Covid-19 alias Virus Corona telah diumumkan sebagai pandemic global. Di Indonesia, Presiden Joko Widodo telah menerima surat dari WHO terkait langkah kedepan soal penanganan virus tersebut. Di Sulut, Gubernur Olly Dondokambey menegaskan Pemerintah Provinsi selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait hal ini. Gubernur menegaskan Pemerintah akan selalu ada dan bersama-sama dengan masyarakat.(***)











































Komentar