POSITIF COVID-19 DI SULUT TAMBAH DUA


- Lagi, Riwayat Dari Perjalanan Luar Negeri

- Pasien Telah Kontak Erat Dengan 100 Orang

 

Manado, MS

 

Warning bagi masyarakat Sulawesi Utara (Sulut). Jumlah warga yang terjangkit virus Covid-19, kembali bertambah dua orang. Lagi-lagi, pasien yang dinyatakan positif Corona tersebut, memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. Alhasil, positif Covid-19 di Nyiur Melambai menjadi 5 kasus.

Informasi yang dirangkum harian ini, kedua pasien yang telah dinyatakan positif Corona itu, awalnya masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Itu menyusul, dua perempuan berusia 42 dan 49 tahun tersebut, baru melakukan perjalanan dari luar negeri.

Dan setelah dilakukan tes swab, kedua pasien dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) beralamat Manado tersebut dinyatakan positif Covid-19. Kini kedua pasien itu dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wolter Monginsidi Teling Manado.

 “Ada ketambahan 2 pasien positif Covid-19 di Sulut. Awalnya dua pasien itu masuk kategori PDP, karena belum lama kembali dari luar negeri. Setelah di tes swab, keduanya positif (Covid-19 red). Saat ini kedua pasien dirawat di RSUD Wolter Monginsidi Manado,” ungkap Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas Covid-19, dr Steaven Dandel, Senin (6/4) kemarin.

“Jadi total, ada 5 positif (Covid-19, red), 1 sembuh dan 4 lainnya dalam perawatan,” sambung Dandel.

Kedua pasien pun disebut telah terlanjur kontak erat dengan sekitar 100 orang. “Yang telah kontak erat dengan kedua pasien positif Covid-19 itu sudah diambil sampel untuk diperiksa,” beber Dandel lagi.

Sementara update terakhir, Senin, 6 April 2020, pukul 19:43 WITA, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 334 orang dan PDP 17 orang. “Tak menutup kemungkinan ODP akan bertambah. Karena setiap warga Sulut yang baru pulang bepergian dari luar daerah maupun luar negeri akan ditetapkan sebagai ODP,” terang Dandel.

“Dan semua ODP wajib mengikuti isolasi diri selama 14 hari di rumah dan dipantau langsung oleh petugas kesehatan setempat dan berkoordinasi dengan satgas Covid-19 di kabupaten kota dan provinsi,” imbuhnya.

Diketahui, pasien pertama di Sulut yang pertama kali positif Covid-19 juga memiliki riwayat pulang dari Umroh. Namun dalam pemeriksaan laboratorium kedua dan ketiga, pasien bernomor 58 itu telah dinyatakan negatif atau sembuh dari Corona.

 

Tapi pasien berusia 51 tahun asal Manado itu telah meninggal. Pasien itu disebut meninggal akibat penyakit penyerta yakni gagal ginjal stadium 5 atau gagal ginjal tahap akhir. Sedangkan pasien kedua yang dinyatakan positif Covid-19 disebut sempat kontak erat pasien bernomor 58 tersebut.

Kemudian pasien ketiga yang positif Corona juga memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. Pasien berjenis kelamin perempuan itu disebut tiba di Manado pada pertengahan Maret 2020 usai perjalanan dari Eropa. Sesampai di Manado, wanita berusia 31 tahun merasa sakit dan berobat.

Dari riwayat itu, pasien dirujuk ke ruang isolasi RSUP Prof Kandou Malalayang dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Awalnya pasien yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Tomohon tersebut, sempat teridentifikasi terjangkit Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Dan setelah menjalani proses pemeriksaan laboratorium, wanita berusia 39 tahun itu dinyatakan positif Covid-19, pada Rabu (1/4).

PEJABAT PEMPROV DONASI UNTUK WARGA TERDAMPAK CORONA

Upaya penanganan wabah Covid-19 terus dimaksimalkan Pemerintah Provinsi Sulut. Tak hanya menggunakan APBD, pejabat di wadah birokrat tertinggi di Nyiur Melambai, ikut berdonasi untuk membantu warga yang terdampak virus Corona.

Umumnya pejabat Pemprov menyalurkan bantuan sembako dengan menggunakan dana pribadi. Seperti yang diberikan. Gubernur (Keluarga Dondokambey-Tamuntuan) dan Wakil Gubernur (Keluarga Kandouw-Tanos) kepada sejumlah pekerja informal seperti tukang ojek pangkalan di Manado berupa beras, mie instan, minyak goreng dan telur ayam.

Adapun Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Edwin Silangen menyalurkan paket bantuan kebutuhan seperti beras, gula, makanan ringan, ikan kaleng, pasta gigi, sabun dan minyak goreng bagi pekerja harian di lingkungan tempat tinggalnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang terpantau dari medsos, para pejabat Pempov lainnya yang telah menyumbangkan dan pribadinya, diantaranya yaitu Kepala Biro Pemerintahan Jemmy Kumendong menyalurkan bantuan beras yang sudah dibagi merata dalam paket. Bantuan disalurkan di sekitar rumah kediamannya di Malalayang 2, di Desa Tolok dan di Kakas, Minahasa.

Selain itu, Kepala Badan Kesbangpol Steven Liow membagikan sembako di sekitar tempat tinggalnya di Taas Manado. Kepala Dinas Kebudayaan Jendry Sualang membagikan 5 kilogram beras kepada 50 kepala keluarga di lingkungan sekitar tempat tinggalnya di Malalayang Manado.

Di Paal 2 dan Tikala, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Tienneke Adam juga membagikan bantuan beras untuk warga, berupa beras premium ukuran 5 kilogram. Kepala Dinas Kehutanan Roy Tumiwa membagikan bantuan beras khusus kepada warga yang kena dampak ekonomi seperti supir mikrolet, tukang ojek, buruh bangunan dan pembantu rumah tangga di sekitar rumah tinggalnya.

Kemudian, Kepala BPBD Joy Oroh membagikan sembako kepada warga di Lorong Jiko Mahakeret Barat Manado. Sedangkan Kepala Inspektorat Meiky Onibala menyalurkan bantuan di Desa Tolok, Tompaso, Minahasa dan Kepala BKD Femmy Suluh menyalurkan bantuan 10 kilogram beras kepada 50 kepala keluarga di Kelurahan Sario Kota Baru dan di sekitar Kelurahan Winangun.

Tak hanya di hari kerja, pada hari minggu juga, banyak pejabat Pemprov Sulut yang memberikan bantuan pribadi berupa sembako untuk masyarakat terdampak corona, yaitu Asisten III bidang Administrasi Umum Gammy Kawatu di sekitar kompleks tempat tinggalnya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Edison Humiang di Bitung, Karo Umum Clay June Dondokambey di Kembes Minahasa dan Kolongan Minut, Karo PBJ Jemmy Ringkuangan di Dua Sudara Bitung, Kadishub Lynda Watania di Bitung dan Kadis ESDM Frans Maindoka di Karumenga Langowan Minahasa.

Selain itu, Kadis DPMPTSP Frangky Manumpil di seputaran Bumi Beringin Manado, Sekwan Glady Kawatu di seputaran perumahan Allandrew Manado dan THL di Kantor Setwan, Karo Hukum Flora Krisen di Maumbi Minut, Karo Perekonomian Hanny Wayong di sekitaran rumahnya dan Kepala Bapenda Olvie Atteng di jemaat Gerejanya yang dianggap kurang mampu.

Masih banyak lagi pejabat Pemprov Sulut lainnya yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak corona namun tidak mengekspos aktivitasnya melalui medsos. “Aksi kemanusiaan dari jajaran Pemprov Sulut merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat dimana para pejabat juga harus menunjukkan rasa empati kepada warga yang terkena dampak ekonomi akibat pandemi Corona,” ungkap Sekdaprov Silangen. “Oleh karena itu tidak ada salahnya jika menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk membantu masyarakat,” kunci Silangen.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey telah menegaskan Pemprov Sulut mengalokasikan anggaran sebesar Rp48,5 miliar untuk penanganan Corona di bumi Nyiur Melambai. Kebijakan itu menjawab arahan Presiden Joko Widodo.

Dana puluhan miliar itu diperuntukkan bagi pengadaan seluruh keperluan dan kebutuhan dalam penanganan Covid-19.  Gubernur Olly pun telah menegaskan Pemerintah Provinsi Sulut akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam menyikapi penyebaran Virus Corona.

Tak hanya itu, Olly yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulut, mendorong seluruh Bupati dan Walikota se Sulut untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Itu mengacu dari Keppres Nomor 9 Tahun 2020 yang mengatur tentang kewenangan daerah memberikan bantuan sosial bagi kelompok masyarakat dengan penghasilan rendah yang terdampak corona.

Bantuan tersebut disebut dapat bersumber dari refocusing kegiatan, realokasi anggaran sebagaimana amanat Inpres Nomor 4 Tahun 2020 tentang penanganan Covid-19.  Tak hanya itu, anggaran Pilkada 2020 yang bakal ditunda pelaksanaannya karena pandemi Corona juga bakal direalokasikan untuk menangani pandemi corona.

Orang nomor satu di Sulut ini juga meminta masyarakat untuk menunda mudik jelang Lebaran 2020 di tengah pandemi Corona. Sebab, Covid-19 berpotensi menyebar lebih luas, apabila terjadi pergerakan masyarakat dari satu kota ke kota Iain.

Olly pun memastikan tidak akan melakukan Lockdown untuk mencegah Virus Corona. Itu merujuk dari hasil pertemuan Gubernur se-Sulawesi. Namun akan dilakukan pembatasan pergerakan orang antar wilayah. Seperti memperketat pengawasan lalu lintas kendaraan di sejumlah titik perlintasan yang wilayah darat yang berbatasan.

Selain itu Pemerintah Provinsi se-Sulawesi sepakat untuk berkonsultasi dan mengajukan permohonan ke Kementerian Perhubungan RI untuk mengurangi/membatasi frekuensi penerbangan yang menuju ke masing –masing wilayah di Sulawesi.

Olly juga meminta segenap stakeholder, baik tokoh agama, tokoh masyarakat dan segenap elemen masyarakat untuk bersatu hati berdoa, memohon dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menjaga dan melindungi warga Sulut dan Indonesia terhindar dari pandemi Virus Corona.

“Mari kita segenap masyarakat Sulut dimanapun berada, kita bersatu hati berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk melindungi dan meluputkan kita dari wabah virus corona yang sedang melanda dunia. Kita yakin dengan iman percaya, doa kita menjadi kekuatan untuk menjalani kehidupan ditengah-tengah situasi dan kondisi saat ini,” ujar Gubernur Olly belum lama ini.

Gubernur berharap masyarakat Sulut untuk tidak panik dan tetap tenang dengan berbagai informasi saat ini, namun harus tetap waspada. “Masyarakat harus tetap tentang, tidak panik dan tidak langsung terprovokasi dengan pemberitaan. Harus dicek apakah benar atau hoax. Selain itu masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat menjaga imun tubuh, konsumsi makanan bergizi sayuran dan buah-buahan,” imbaunya.

Ia juga meminta agar masyarakat menghindari keramaian yang berpotensi menyebabkan terkena virus tersebut. “Keramaian atau kegiatan yang tidak perlu supaya dikurangi dulu sembari menjaga pola hidup sehat di rumah dan lingkungan sekitar,” pintanya. “Jadi sekali lagi saya himbau kepada rakyatku, mari torang bersatu hati berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, jaga kebersihan dan rajin berolahraga serta jadikan pola hidup sehat sebagai gaya hidup, tidak terprovokasi berita hoax dan kurangi keberadaan dan kegiatan di lokasi keramaian. Niscaya Tuhan selalu beserta kita,” tutup Gubernur pilihan rakyat belum lama ini.

PEMPROV TERIMA BANTUAN APD DAN MASKER

Harapan para tenaga kesehatan Sulut yang menjadi garis terdepan dalam menangani virus Covid-19, terjawab. Pemerintah Provinsi Sulut, kembali menerima bantuan Alat Pelindung Diri ( APD) dan Masker dari pemerintah pusat.

Sebanyak 4000 APD dan 20.000 masker yang telah diterima Pemprov itu diangkut oleh pesawat Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) tipe A-1316 dan tiba, Minggu (5/4) di Bandara Sam Ratulangi.

Hal itu diungkap Ketua Satgas Covid-19 Sulut Debbie Kalalo kepada wartawan, Senin (6/4) kemarin. Bantuan itu diberikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Tadi (kemarin, red) kami telah menerima APD dan masker dari BNPB. APD sebanyak 4 ribu, dan masker 20 ribu " ujar Kalalo.

Lanjut Kalalo, untuk bantuan pertama APD dari pemerintah pusat telah disalurkan ke semua rumah sakit rujukan Covid-19 di Sulut. “Tapia ada juga yang didistribusikan ke dinas kabupaten kota,” terangnya. “Nanti akan juga disalurkan ke puskesmas dan rumah sakit swasta,” sambungnya.

Sementara untuk 4000 APD yang baru diterima masih akan dilengkapi lagi, sebelum disalurkan. Karena banyak APD hanya berupa baju. “Kebanyakan (APD, red), tidak satu stel. Cuma baju saja. Itu akan kita lengkapi dulu, baru didistribusikan,” ungkapnya.

Ia pun mengaku Pemprov juga melakukan pengadaan APD dan masker secara mandiri atau tidak terus bergantung kepada pemerintah pusat.  “Kami juga selalu berusaha mengadakan APD dan masker secara mandiri. Jadi tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat. Ini demi membantu para tenaga kesehatan yang merupakan lini terdepan dalam penanganan virus Covid-19 ," tandasnya.

Sebelumnya, Pemprov Sulut juga telah melakukan terobosan untuk membangun laboratorium pemeriksaan sampel Covid-19. Bahkan sedianya laboratorium itu akan rampung dalam waktu dekat ini.

"Saat ini Sulut mempersiapkan laboratorium di BTKLPP (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit), di Mapanget, Manado. Sekarang lagi dikerjakan 1X24 jam," ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut dr Steven Dandel, pekan lalu.

Persiapan disebut terus dilakukan semaksimal mungkin. Sebab menurutnya, tak mudah untuk mengatur laboratorium. “Itu harus mempunyai standar biosecurity level dua plus. Jadi susah sekali. Tantangannya luar biasa karena harus disertifikasi dan lain sebagainya,” bebernya.

“Jadi itu yang sedang kita upayakan dalam jangka waktu satu dua minggu ini. Mudah-mudahan jika tak ada aral melintang, minggu depan sudah bisa operasional. Sampel-sampelnya nanti tidak perlu lagi dikirim ke luar Sulut," sambungnya.

Lanjut Dandel, pengadaan laboratorium khusus Covid-19 untuk mempercepat proses uji sampel.   Mengingat selama ini, pemeriksaan sampel pasien corona dikirum di dua laboratorium yang ada di Jakarta. Masing-masing Badan Litbangkes dan Eijkman Institute for Molecular Biology.

“Sebenarnya pemeriksaan sampel pasien corona dikirim ke Makassar. Cuma, maskapai penerbangan yang diizinkan membawa sampel Covid-19 hanya Garuda Indonesia. Sementara Manado-Makassar tidak ada rute Garuda. Jadi kami hanya bisa mengirim sampel di dua laboratorium yang ada di Jakarta,” tandasanya belum lama ini.(sonny dinar)

 

 

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting