Foto: Sehan Landjar
Puskesmas Boltim Siapkan Ruangan Khusus Untuk Penanganan Covid-19
UPAYA pencegahan Virus Corona atau Covid-19 terus dioptimalkan oleh Pemerintah Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Sederet kebijakan populis pun ditelorkan Bupati Sehan Landjar.
Salah satunya yakni dengan menyiapkan ruangan isolasi khusus bagi warga yang menderita sakit dengan gejala Covid-19. “Kita memang tidak ada Rumah Sakit (RS). Tapi sudah ada delapan Puskesmas yang sudah disiapkan ruang isolasi khusus. Ini untuk menjaga, ketika ada yang mengalami sakit dengan gejala Corona maka langsung dilakukan penanganan awal sebelum dirujuk ke RS terdekat,” tutur Eyang sapaan akrabnya.
Seluruh Puskesmas itu disebut telah dengan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai kelengkapan penanganan jika ada pasien yang diduga terpapar Covid-19. “Semua sudah ada APD. Jadi penanganan awal kita sudah siap,” lugasnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga telah melakukan pembatasan aktifitas masyarakat guna mencegah virus Covid-19 masuk Boltim. Dan konsekuensi dari pembatasan tersebut telah dialokasikan anggaran untuk menunjang kebutuhan bahan pokok makanan yang dibutuhkan masyarakat selama tiga bulan ke depan.
“Ada 15.000 Kepala Keluarga (KK) mendapat beras, minyak kelapa, kopi bubuk, the dan gula. Kita coba hitung anggarannya, kita juga beri uang selain bahan pokok,” terang Landjar.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Eko Marsidi menambahkan, pihaknya memiliki 120 Alat Pelindung Diri (ADP). "120 ADP sudah didistribusikan ke seluruh Puskesmas di Boltim," terangnya.
Lanjutnya, terkait penanganan awal terhadap warga yang menderita sakit akan mendapat penanganan awal dari medis. "Puskesmas Kotabunan, Nuangan dan Puskesmas Kotabunan, kita siapkan warga Boltim yang sakit atau masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), jadi khusus PDP atau positif Covid-19 yang baru dideteksi, tiga puskesmas ini membawahi Puskesmas rawat jalan yang ada di Boltim. Diberikan penanganan awal terlebih dahulu kemudian dirujuk ke RS terdekat," jelasnya.
Selain menyiapkan fasilitas Puskesmas rawat inap Eko, pihaknya memiliki 80 rapid tes Covid-19. "Ada 80 rapid tes Covid-19. Nanti, jika ada warga yang mengalami gejala seperti serangan Covid-19 kita langsung tes. Jika positiv maka langsung kita lakukan tindaklanjut dengan merujuk pasien ke Rumah Sakit (RS) yang ditunjuk pemerintah untuk menangani pasien Covid-19," imbuhnya
Menurutnya, rapid tes Covid-19 kini siap didistribusikan di tiga Puskesmas rawat inap. "Sudah mendapat pelatihan dan di masing-masing, Puskesmas tersebut memiliki tenaga analis laboratorium," katanya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Motongkad Helmi Lasama mengaku, telah menyiapkan ruangan isolasi khusus bagi pasien PDP yang baru ditemukan. “Ruangan isolasi kita sudah siapkan. Sehingga, jika ada PDP bisa dilakukan penanganan awal agar pasien langsung mendapat tindakan medis, agar tidak membaur dengan masyarakat lainya,” tukasnya. (Pasra Mamonto)











































Komentar