SULUT BERSATU, OLLY OPTIMIS
Manado, MS
Nyiur Melambai bergumul. Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) masih menggerogoti. Di tengah keterpurukan masyarakat karena wabah pandemi ini, aksi perlawanan masif digedor. Sinergitas seluruh komponen daerah tersaji.
Hal itu ditunjukkan lewat upaya pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) melawan COVID-19. Kebersamaan serta disiplin dalam menjalankan himbauan pemerintah, dinilai mulai menggeser rasa khawatir terhadap ‘Virus China’. Energi gotong royong dari seluruh pelosok daerah semakin berpadu guna memutus mata rantai virus Corona. Meski tak bisa dipungkiri, pandemi Corona sudah memberikan banyak perubahan dalam tatanan kehidupan seluruh lapisan masyarakat. Begitu juga segi kesehatan dan ekonomi masyarakat.
Terkait hal itu, Gubernur Olly Dondokambey meminta masyarakat Sulut agar tidak ‘patah arang’. Bagi dia, menyerah dengan keadaan justru bukan menjadi pilihan terbaik. Menghadapi keadaan jadi kunci yang bisa dilakukan masyarakat selama masa pandemi COVID-19.
Menurut Olly, sikap berani menghadapi dan memahami keadaan yang ada, bisa membuat Sulut mampu melewati masa sulitnya sambil tetap menjalani pola hidup sehat demi mencegah COVID-19. “Hidup harus terus berjalan. Jangan menyerah,” tandas Olly dari kediamannya di Desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sabtu (18/4).
Energi positif dibagikan Gubernur Olly bagi warganya, sehingga tetap semangat menghadapi wabah Corona. “Oleh sebab itu, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota serta seluruh masyarakat harus bersatu, saling mendukung dan saling menguatkan, sehingga ujian di tengah pandemi COVID-19 ini dapat segera terlewati,” ujarnya.
“Kita harus kesampingkan kepentingan pribadi, kelompok dan golongan,” sambung dia.
Olly kemudian mengajak masyarakat melihat dengan jernih setiap tantangan di tengah pandemi COVID-19. Karena, selalu ada pelangi dibalik hujan badai. “Tuhan sudah mengatur semuanya. Langit tidak selalu biru, cahaya matahari dan mendung muncul bergantian. Dimana ada gelap pasti ada terang kalau kita bisa betul-betul menjaga kebersamaan kita,” kunci Olly.
Senada dengan Gubernur, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Victor Mailangkay mengingatkan pentingnya kebersamaan. Untuk penanganan Virus Corona, sinergitas antara kepala daerah sangat penting. Ini harus dilakukan dengan satu komando. Tujuannya supaya lebih terarah. "Maka perlu diperhatikan yakni pemerintah daerah (Pemda) lakukan koordinasi yang mantap, terpadu dan terarah. Baik Pemprov (Pemerintah Provinsi), Pemkab (Pemerintah Kabupaten) dan Pemkot (pemerintah kota) di bawah komando utama Gubernur Sulut," terang Mailangkay, belum lama.
Sementara itu, hasrat untuk mengalahkan COVID-19 hingga akhir tahun 2020 juga diyakini Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Itu karena berbagai upaya taktis yang telah diluncurkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melakukan percepatan penanganan COVID-19. Sinergitas pusat dan daerah dinilai menjadi senjata ampuh dalam penanganan virus Corona. Untuk itu, Jokowi tidak ingin adanya pesimisme terkait COVID-19. "Mari kita bergotong royong dan bersama-sama menghadapi pandemic ini. Jangan sampai nanti kita terjebak pada pesimisme karena masalah COVID-19 ini,” lugasnya.
INTENS KOORDINASI DENGAN PUSAT
Gubernur Olly terus membangun optimistik masyarakat di tengah bencana nasional COVID-19. Selain itu, berbagai program pro rakyat diluncurkan guna membantu masyarakat. Tidak lupa juga, sinergitas dengan pemerintah pusat serta kabupaten dan kota, diperkuat.
Manuver pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) ini, tidak lain untuk menangani COVID-19. Pasalnya, gerbong Pemprov Sulut, berada digaris depan.
Gubernur mengakui, koordinasi dengan Presiden Jokowi masif dilakukan bersama 33 gubernur se-Indonesia. Itu untuk mendengar secara langsung pengarahan Presiden Jokowi terkait penanganan penyebaran COVID-19 yang kini sudah menjangkiti seluruh provinsi di Indonesia.
Dia juga memastikan mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah pusat dalam menangani pandemik COVID-19. “Pemerintah selalu ada bersama masyarakat. Jadi, kami mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti arahan pemerintah dalam menjaga jarak fisik maupun sosial dalam mencegah penyebaran COVID-19,” ujarnya.
Selanjutnya, ia mengakui penyebaran pendemi COVID-19 sudah menjadi pergumulan serta persoalan dunia dan Indonesia di dalamnya Sulut. Untuk itu seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu panik. Bagi seluruh tokoh agama diharapkan mendoakan Sulut agar wabah Corona bisa berlalu. "Di atas semua upaya tersebut saya mengajak kita semua senantiasa bersandar dan mengandalkan Tuhan Allah Sang Pencipta serta menyerukan mari kita mempersiapkan waktu untuk sepakat berdoa bersama," tegas Olly.
Untuk diketahui, dalam menghadapi COVID-19 di Sulut, Gubernur Olly telah menetapkan status siaga darurat penanganan bencana non alam virus Corona. Status ini berlangsung selama 75 hari terhitung mulai 16 Maret sampai 29 Mei 2020 dan dapat diperpanjang ataupun diperpendek sesuai kebutuhan penyelenggaraan penanganan darurat bencana. Selain itu, Gubernur juga menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 8 Tahun 2020 Soal Aturan Penanganan COVID-19 di Sulut.
Pergub ini bertujuan untuk membatasi kegiatan tertentu dan pergerakan orang dan/atau barang dalam menekan penyebaran COVID-19, meningkatkan antisipasi perkembangan eskalasi penyebaran COVID-19, memperkuat upaya penanganan kesehatan akibat COVID-19 dan menangani dampak sosial dan ekonomi dari penyebaran Covid-19.
DEPROV MINTA PEMDA PERKUAT KOMUNIKASI
Selain kebersamaan memerangi virus Corona, unsur penting lain yang akan membantu percepatan penanganan COVID-19 yakni anggaran. Terkini, besaran anggaran untuk penanganan Corona sudah ditetapkan. Pemprov Sulut dan kabupaten/kota berhasil mengumpulkan sebanyak Rp404 miliar.
Wakil Ketua DPRD Sulut, Billy Lombok meminta agar komunikasi dapat intens dilakukan.Ia mengatakan, kabar yang beredar bahwa Pemprov tidak peduli terhadap penanganan Covid-19, akhirnya terjawab. Dana untuk masalah pandemi ini total secara keseluruhan diberikan Pemprov sebanyak Rp96 miliar. "Kalau total semua digabungkan dengan kabupaten kota sebesar Rp404 miliar," ungkapnya, baru-baru ini, saat diwawancarai.
Maka dari itu, ia menghimbau, sudah menjadi bagian tugas pemerintah kabupaten kota dan provinsi untuk saling berkoordinasi. Menurutnya, harus menghentikan aksi saling menyalahkan. "Lebih baik saling meningkatkan komunikasi supaya berkat ini bisa mengalir buat masyarakat," ujarnya.
Ia pula menghimbau agar mekanisme yang sudah ditetapkan dalam peraturan gubernur supaya dijalankan. Misalnya, mempercayakan aparatur desa dalam membantu menangani dampak dari Covid-19. "Jadi misalnya mempercayakan aparar desa untuk menyampaikan masyarakat terdampak supaya bisa dibantu," kuncinya.
PASIEN POSITIF BERTAMBAH, ODP-PDP MENYUSUT
Di tengah upaya pemerintah dan masyarakat melawan Corona, perkembangan pandemi ini terus berfluktuasi. Data hingga Minggu (19/4), jumlah Pasien Positif Virus Corona terus bertambah. Update terakhir yang dirilis Gugus Tugas COVID-19 Pemprov Sulut, penderita bertambah 2 orang. Sehingga total menjadi 20 orang.
Itu dikatakan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Sulut dr Steven Dandel dalam jumpa pers lewat video conference bersama awak media, kemarin. Dia mengatakan pasien ke-19 adalah seorang wanita berusia 71 tahun, asal Kota Manado yang sudah meninggal 7 April yang lalu. "Pasien masuk Rumah Sakit pada tanggal 6 April dan meninggal 7 April. Sebelum sudah diambil Swab dan hasilnya baru diterima pada hari ini dengan hasil positif," kata Dandel.
Ditambahkannya, pasien kasus 19 ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah. "Hanya saja memiliki kontak erat dengan keluarga yang berasal dari Jakarta," ungkapnya.
Sementara, untuk kasus 20 adalah juga seorang wanita berusia 37 tahun dan berasal dari Kabupaten Minahasa Utara (Minut). "Pelaku, perjalanan dari Jakarta menuju Manado dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Robert Wolter Monginsidi dan sudah dirawat selama dua minggu," kata Dandel.Dia juga mengaku bahwa hasil swab pasien ke 20 ini agak terlambat diterima, namun hasilnya positif. "Terlambat diterima, baru hari ini (hasilnya sampai)," tegas Dandel.
Total Pasien Positif Covid-19 di Sulut berjumlah 20 kasus, dengan perincian 5 orang telah dinyatakan sembuh dan 3 orang meninggal.
"Sisanya ada 12 orang masing-masing dirawat di Rumah Sakit Umum Prof Kandou 7 orang dan Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Teling 5 orang," ungkapnya.
Diketahui, Data Pemantauan Covid-19 Minggu (19/4), Orang Dalam Pemantauan(ODP) 255 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 67 orang. Sebelumnya, Sabtu (18/4), ODP 256 dan PDP 58 orang. Dengan demikian, untuk ODP berkurang 1 orang dan PDP 9 orang.(sonny dinar/arfin tompodung)











































Komentar