Boltim-Sitaro Tatap ‘New Normal’, Pemda Tidak Mau Gegabah
Siau, MS
Realisasi ‘New Normal’ di Indonesia segera bergulir. Khusus Sulawesi Utara (Sulut), hanya Kabupaten Sitaro dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang diberpolehkan melakukan kebijakan pusat ini. Walau demikian, pemerintah di daerah tersebut enggan tergesa-gesa menerapkannya.
Alasan utama Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Boltim bisa memulai kebijakan ‘New Normal’ karena dua daerah ini masuk kategori wilayah zona hijau oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pusat. Hingga kini kedua daerah itu belum ada pelaporan kasus positif Covid-19.
Belum adanya kasus positif di Kabupaten Sitaro, ditegaskan Bupati Kepulauan Sitaro, Evangelian Sasingen SE. Bupati di kabupaten dengan 47 pulau ini mengaku, tidak ingin gegabah untuk memulai kebijakan New Normal di tengah pandemi corona ini. Bahkan, Sasingen mengaku jika pihaknya belum akan menerapkan kebijakan tersebut dalam waktu dekat ini.
"Pemerintah daerah tak ingin gegabah. Hakekatnya, kami tak ingin dengan status nol kasus Covid-19, kemudian kami terlena. Kami perlu menunggu tindaklanjut dari pemerintah pusat dulu, sebelum memulai New Normal," kata Sasingen, Senin (1/6).
Sasingen mengaku, mereka memiliki pertimbangan lain yang menjadi bahan evaluasi terkait hal tersebut. Dijelaskannya, walaupun di Sitaro tidak ada pasien positif Covid-19, tetapi daerah lain di Sulut seperti Kota Manado, memiliki koneksi langsung dengan Sitaro. Apalagi kondisi daerah dengan sebutan Negeri Wenang itu, masih terus mengalami pertambahan jumlah pasien penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 ini. Maka dari itu, pihaknya belum akan menerapkan kebijakan New Normal di Sitaro dalam waktu ini. "Apalagi, para pelaku perjalanan ke Sitaro masih cukup aktif datang dari Kota Manado. Ini yang kami antisipasi," kata Sasingen yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Sitaro ini.
Menurut Sasingen, pemerintah daerah dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, masih tetap komitmen pada penerapan semua kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang sudah berjalan. Seperti karantina para pelaku perjalanan di rumah singgah dan rutin pemeriksaan secara ketat untuk semua pelaku perjalanan, termasuk uji rapid tes.
"Yang terpenting bagi pemerintah daerah, bahwa warga Sitaro tetap sehat, sekaligus Sitaro bebas dan tetap aman dari penyebaran virus corona ini," tutup Sasingen.
Hal serupa yang dialami Boltim. Daerah ini masuk di 102 daerah di Indonesia yang telah dinyatakan berada dalam zona hijau atau belum terdampak penularan Covid-19. Bupati Boltim Sehan Landjar mengatakan, masyarakat punya kesadaran yang tinggi. Sehingga, Boltim masih tetap dalam zona hijau. "Saya memberikan apresiasi kepada seluruh komponen yang turut bekerjasama, mencegah penyebaran virus Corana. Ini harus kita pertahankan," kata Eyang, sapaan akran Sehan Landjar.
Meski begitu, menurut Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Eko Marsidi, hingga kini pihaknya terus memaksimalkan perkembangan Covid-19. "Untuk Boltim sampai saat ini Zona Hijau. Sebelumnya, kami juga sudah pernah melakukan tes di sejumlah pasar yang ada di Boltim, seperti pasar Kotabunan dan Buyat. Namun, hanya beberapa orang saja yang dicurigai kami langsung rapid test. Lainnya kami periksa kesehatan mereka," kata Eko.
Pihaknya juga menghimbau, agar masyarakat selalu mengikuti anjuran pemerintah. Upaya itu demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. "Diam di rumah saja, Physical distancing atau jaga jarak juga perlu dilakukan, dan jangan lupa pake masker. Hal ini guna untuk memutuskan mata rantai Covid-19," jelasnya. (Pasra Mamonto/ haman)











































Komentar