Deprov Sorot Pejabat Arogan Terhadap Protap Covid-19


Manado, MS

Warning Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) menyasar para pejabat di bumi Nyiur Melambai. Mereka diminta mengikuti prosedur tetap (protap) kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ketika berkunjung ke daerah yang bukan asalnya. Jangan kemudian justru menunjukkan sikap arogansi. 

Sorotan tersebut dilayangkan Anggota Komisi I DPRD Sulut, Ronald Sampel. Ia menyampaikan, sesuai ketentuan bagi masyarakat atau pejabat yang berkunjung ke daerah bukan asalnya, maka wajib mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang ada di wilayah tersebut. Hal itu karena sudah menjadi protap dan aturan dari pemerintah pusat. “Sekarang kan dibentuk tim gugus Covid-19  mengacu pada protap nasional, salah satunya bagi masyarakat yang datang ke Sangihe, ke Minahasa atau ke Bolmong (Bolaang Mongondow) atau kemana pun yang bukan penduduk asli, tetap harus diisolasi,” ungkap Sampel, Selasa (9/6), di ruang kerjanya.

Anggota dewan provinsi (Deprov) daerah pemilihan Nusa Utara ini menyampaikan, apabila masyarakat datang dari luar namun memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) daerah setempat, tetap akan dikarantina. Apalagi bagi mereka yang datang dari daerah zona merah meski hanya di wilayah Sulut. “Kalau pun ada masyarakat setempat dia keluar dan dia datang lagi, dilakukan karantina mandiri,” ungkap politisi Partai Demokrat seraya memastikan, adanya kejadian pejabat di Sulut yang enggan mengikuti protap Covid-19 dan menjadi keluhan masyarakat kepadanya.

Walaupun dia memiliki hasil uji swab test, rapid test, surat tugas atau surat dinas serta surat keterangan sehat, harus melakukan isolasi mandiri. Menurutnya, ini sudah berdasarkan protokoler tim gugus tugas Covid-19. Bila ada daerah yang menerapkannya maka masyarakat atau pejabat jangan merasa tidak senang. “Jadi bagi masyarakat atau siapapun pejabat yang datang, ke semua tempat yang bukan daerah asal, jangan main-main protes atau tidak senang dengan tindakan-tindakan yang dilakukan tim gugus salah satunya karantina. Jangan menunjukkan arogansi. Harus patuhi aturan supaya virus corona tidak menyebar,” kuncinya. (arfin tompodung)

 

 


Komentar