Kantongi Restu KASN, Mitra Segera Miliki Sekda Definitif


Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Tenggara (Mitra) kini ditangan Bupati James Sumendap. Sosok berjuluk ‘sang gladiator’ tak ingin mengulangi ‘blunder’ yang sama ketika menunjuk panglima tertinggi korps pegawai negeri di jajaran pemerintahannya. Mau tak mau, ‘adu kekuatan’ ketiga nama calon sekda kans tersaji dalam beberapa hari kedepan. Kepastian itu kian menguat seiring sinyal pelantikan diberikan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Bak gayung bersambut, sinyal KASN ini pun membuat bupati tak mau berlama-lama mendefinitifkan jabatan sekda, setelah selama ini sepeninggal Robby Ngongoloy, ditunjuk penjabat untuk menjalankan administrasi pemerintahan di Bumi Patokan Esa.

Sebelumnya, sinyal KASN untuk pelantikan sekda tertuang dalam surat bernomor B-1643/KASN/6/2020 yang berisikan soal laporan hasil evaluasi seleksi terbuka jabatan dimaksud dengan menyisakan 3 besar yakni David Lalandos, Piether Owu dan Djelly Waruis.

Pihak KASN sendiri menyetujuinya sekaligus memberikan ruang untuk pelantikan sekda. Namun KASN merekomendasikan untuk mengoordinasikan hasil seleksi ini kepada pihak Gubernur Sulawesi Utara, sebelum dilakukan pelantikan berdasarkan aturan yang diberlakukan.

Mendapat surat dimaksud, Bupati James Sumendap tampak bersemangat dan ingin segera melakukan pelantikan sekda definitif. “Minggu ini pelantikan,” ucap Sumendap, kemarin.

Menilik pelantikan sekda waktu lalu, Sumendap mengoreksi penempatan panglima ASN di Mitra kali ini akan dilakukan secara profesional. “Saya berharap semoga kesalahan-kesalahan penempatan pejabat (sekda, red) tidak terulang lagi,” kata politis PDIP Perjuangan Sulut ini.

“Penunjukan akan dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip profesionalisme,” sambung bupati yang menjadi ‘kartu as’ dalam menunjuk nama sekda.

Sedangkan dilihat dari track record ketiga nama sekda yang juga merupakan produk sekolah pemerintahan, David Lalandos, Piether Owu dan Djelly Waruis, ketiganya memiliki kelebihan masing-masing dalam bidang kerja dan inovasinya. Beberapa instansi yang pernah dipimpin dapat dilihat dari kemajuan, meski masing-masingnya memiliki sistim pendekatan dan kedekatan kerja yang berbeda dengan bawahannya.

Dari segi pengalaman, dua nama pertama terbilang matang di jabatan eselon III dan II, namun kaum gender tak bisa dipandang sebelah mata karena menjadi satu-satunya calon sekda. Beragam tanggapan kalangan pegawai pun berbeda tapi tampaknya akan berat sebelah. Sama dengan kalangan masyarakat luas, berat sebelah. “Kita pasti sudah tahu siapa yang akan jadi sekda. Bukan karena ada kedekatan, namun track record-pun, masyarakat Mitra sudah tahu,” ucap Viddy Ngantung, salah satu pemerhati pembangunan di Mitra.

“Bupati punya kewenangan menunjuk sekda. Tapi kita tidak tahu bargaining apa yang akan terjadi kedepan, sesaat sebelum ditunjuk dan dilantik menjadi sekda definitif. Ini akan menarik. Dan posisi ini (sekda, red) tak bisa dipungkiri adalah mimpi setiap ASN negeri ini. Namun yang terpenting adalah kinerja, siapapun yang menjadi sekda,” sambung Maxi Deen generasi muda di Mtra. (recky korompis)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting