Pembukaan Sekolah Dipandang Momentumnya Belum Pas


Manado, MS

Rencana pembukaan kembali aktivitas di sekolah kian nyaring terdengar. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) beri respon kritis. Penerapan tersebut dianggap belum pada situasi yang tepat. Apalagi setiap daerah memiliki persoalan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang berbeda-beda.

Reaksi kritis itu datang dari Wakil Ketua DPRD Sulut, Billy Lombok. Ia mengatakan, apabila ada kebijakan nasional untuk menerapkan kembali masuk sekolah tentu harus diikuti. Hanya saja menurutnya, keadaan di setiap daerah di Indonesia berbeda terkait masalah Covid-19. "Kebijakan nasional harus kita ikuti tapi ada juga keadaan riil dari sebuah daerah. Contoh di Sulut perkembangan Covid masih ada bertambah," ungkap politisi Partai Demokrat ini yang menjadi koordinator Komisi IV DPRD Sulut, Senin (15/6), di ruang kerjanya.

Menurutnya, sekarang ini harus dicari formula yang baik agar semua bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman. Bukan hanya aktivitas sekolah tapi juga perekonomian seperti pasar atau mall. "Bukan tidak peduli dengan keadaan ekonomi tapi ini masih tinggi kurvanya (kasus Covid-19, red). Harus mengedepankan keadaan riil. Gugus tugas menyatakan kurvanya masih naik. Maka saya rasa momentumnya (masuk sekolah, red) belum pas untuk dibuka kembali," ujar wakil rakyat daerah pemilihan Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara ini.

Dirinya berpendapat, sebenarnya selama ini ia merasakan tidak ada persoalan  dengan kegiatan belajar mengajar. Semuanya masih bisa dimaksimalkan meski di tengah pandemi Covid-19. "Contohnya ada penyerahan DAK (Dana Alokasi Khusus) secara virtual, berarti aktivitas pendidikan masih berjalan dengan baik. Dengan demikian hingga di masa new normal ini pun keadaannya saya lihat masih baik-baik saja," kuncinya. (arfin tompodung)


Komentar