GOLKAR OPTIMIS REBUT KEMBALI MANADO

IMBA RESMI TURUN GELANGGANG


Manado, MS

Figur Jimmy Rimba Rogi makin kokoh. Dedengkot Partai Golongan Karya (Golkar) ini, telah pasti bertarung pada arena perebutan kursi top eksekutif Kota Manado. Sosok Imba dipercaya mampu membawa ulang Negeri Wenang ke genggaman partai Pohon Beringin.

Langkah Golkar mengusung Imba, bukan tanpa dasar. Senior partai bercorak kuning tersebut, dinilai masih sangat disenangi masyarakat Kota Manado. Survei elektabilitas yang tinggi sebagai acuan kekuatannya.

"Kita tetap akan mengusung Imba karena hasil survei, Imba 65 persen elektabilitasnya. Itu karena Jimmy Rimba Rogi pastinya sangat disukai dan dicintai masyarakat Kota Manado," tegas Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulut, James Arthur Kojongian (JAK), Minggu (21/6), saat dihubungi.

Berdasarkan hal tersebut, Golkar begitu optimis. Kemenangan bagi mereka dinilai sudah di depan mata. Imba diyakini bakal meraih kemenangan di Pilkada Manado. "Kalau pak Olly (Olly Dondokambey, red) pernah katakan, PDIP sudah yakin menang sebelum bertarung namun kalau Golkar sudah yakin menang  sebelum mendaftar," ungkap Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut ini.

Tak hanya itu. Jalan sang ‘panglima’ menuju gelanggang pertarungan semakin mulus. Status hukum yang sebelumnya sempat membuat dirinya batal dicalonkan, kini bukan lagi persoalan. Teranyar, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) telah menegaskan, kalau Imba sudah bisa mengambil bagian dalam ajang pencalonan Pemilihan Walikota (Pilwako) Manado. "Status hukumnya Imba menurut KPU RI, sudah bisa diusung. Tim legal hukum kita telah konfirmasi dengan KPU RI," tuturnya.

Terkait pasangannya, Imba diberikan kesempatan untuk melakukan komunikasi politik. Sekaligus mencari koalisi karena Golkar belum cukup kursi mengusung di DPRD Kota Manado. "Kita sudah ada komunikasi politik dengan, Partai Nasdem (Nasional Demokrat), Partai Demokrat dan PAN (Partai Amanat Nasional. Tidak menutup kemungkinan dengan PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)," ujar wakil rakyat Sulut daerah pemilihan Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara ini.

Golkar pun enggan mengalah. Pastinya, mereka akan memaksakan untuk mengambil papan satu saat berkoalisi dengan partai lain. "Papan satu pasti. Tidak mungkin pak Imba mantan walikota kemudian kita mengusung di papan dua," jelasnya.

Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulut, Raski Mokodompit ikut menguatkan. Ditegaskannya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar telah menetapkan Imba untuk diusung di Pilkada Manado. "Golkar cuma satu calon di Manado yakni pak Imba. Sudah keputusan DPP yang cuma satu calon Golkar yakni di Minahasa Selatan dan Kota Manado," tegasnya.

Sejauh ini menurutnya, ada beberapa nama yang telah dikomunikasikan untuk mendampingi Imba sebagai bakal calon walikota. Hanya saja, harus juga melalui persetujuan partai pengusung. "Kan juga harus ada komitmen dengan pasangannya. Sejauh ini memang sudah ada beberapa nama yang sempat dibicarakan pak Imba. Tapi harus kembali ditanyakan dengan partai pengusung," tutupnya.

 

ELIT GOLKAR: IMBA MAGNET BESAR DI MASYARAKAT

Rasa simpatik masyarakat kepada Imba dinilai belum hilang. Kepribadiannya masih sangat berpengaruh di Manado.  Kemenangan dipastikan akan mampu dimiliki Golkar lewat kehadirannya.

Kembalinya Imba dalam pencalonan Pilkada Manado, membawa asa bagi Partai Golkar. Bertahun-tahun kursi walikota Manado ditinggalkan Golkar, kini harapan tersebut kembali muncul. Imba yang menjadi magnet simpati masyarakat dinilai akan membawa lagi kejayaan Golkar di Negeri Wenang. "Oh iya sudah pasti. Kita harap Golkar akan merebut kembali Kota Manado. Memang Imba kini magnetnya cukup besar di masyarakat. Saya sangat harap Golkar akan kembali menempati walikota Manado," ungkap politisi senior Golkar, Winsulangi Salindeho.

Anggota Komisi I DPRD Sulut tersebut menyampaikan, sebenarnya pada pilkada sebelumnya ia sangat mendukung pencalonan Imba. Sayangnya, saat itu harus berhenti di tengah jalan. Namun sekarang ini diharapkannya, kemenangan tersebut bisa diraih. "Padahal waktu itu saya harapkan Golkar bisa menang. Karena yang bisa untuk menang waktu itu adalah Imba. Kini tentu kita berharap kemenangan itu dibawa. Saya kira keputusan musda (musyawarah daerah) Golkar sudah menetapkan dia (Imba, red) di papan satu. Musda DPD I Golkar sulut," ujar mantan Bupati Kepulauan Sangihe ini, kemarin.

Ia mengungkapkan, Imba perlu mencari koalisi karena tak cukup kursi. Harapannya, pasangan wakilnya nanti harus pula figur yang bagus. Bisa mengimbangi Imba untuk memenangkan Pilwako Manado. "Tinggal menunggu pasangan partai dan Imba melobi untuk koalisi karena tidak cukup kursi. Diharapkan menjadi papan dua nanti orangnya juga bisa mendukung kemenangan bagi Imba," harapnya.

Diketahui sebelumnya, mengenai sosok Imba juga sempat ditanggapi, Sekretaris Golkar Sulut, Raski Mokodompit. Menurutnya, Imba merupakan kader yang tidak pernah loncat dari Partai Golkar. Dia juga mantan Ketua Partai Golkar Sulut. Komitmennya terhadap Partai Golkar tak pernah diragukan. "Ia adalah  kader terbaik di Kota Manado, dicintai kader dan masyarakat Kota Manado,” ucapnya.

Faktor pendukung lainnya, Imba terbuka pada semua kalangan dan sangat diterima. Partai Golkar baginya, sangat menaruh harapan agar Panglima Imba bisa mengangkat elektabilitas Beringin di Kota Manado. “Apalagi kalau Imba bergandengan tangan dengan Ketua DPD I Partai Golkar Sulut, Christiany Eugenia Paruntu,” tuturnya.

 

‘PANGLIMA’ LAWAN SERIUS PDIP

Posisi PDIP disebut paling siap di Pilkada Manado. Segudang figur populis yang dimiliki sebagai ukuran. Meski begitu, hanya sosok Imba yang dipandang bisa menaklukkan para ‘petarung’ Banteng Moncong Putih.

Dalam kontestasi Pilkada 2020 di Manado, PDIP dinilai mantap. Selain memenuhi syarat untuk mengusung sendiri, PDIP memiliki koleksi kader-kader yang mapan dan populer. “Satu-satunya figur yang berpotensi mematahkan figur hebat dari PDIP adalah sosok Imba Rogi. Ia adalah politisi fenomenal yang hingga kini masih banyak dikagumi oleh warga Manado. Ia disenangi banyak kalangan baik dari elit hingga di tingkat grass rooth (akar rumput partai, red),” ucap pakar politik dan pemerintahan Sulut, Ferry Daud Liando, sebelumnya.

Menurut dia, penentu kekuatan Imba akan bertahan tergantung dari pasangannya nanti. Ini akan semakin terlihat bila sudah ditetapkan oleh penyelenggara pilkada. “Jadi apakah Imba masih kuat atau tidak, sangat tergantung siapa pasangannya dan siapa lawan-lawannya. Selama aspek-aspek ini belum tampak maka masih amat sulit berspekulasi,” kuncinya.

Warga Manado dinilai masih sangat lekat dengan figur Imba. Sosoknya sudah dikenal di kalangan masyarakat Kota Manado. "Siapa yang tidak kenal Imba. Umumnya warga Manado mengenali dia karena dia mantan walikota Manado," ungkap Paul Egeten warga Manado.

Ia yakin apabila Imba maju dalam pencalonan, masih banyak yang sangat bersimpati. Selain warga Manado yang umumnya mengenal dia, massa militannya tentu masih sangat banyak. "Ada banyak  masyarakat yang masih merindukan apa yang dibuat Imba untuk Kota Manado," tutupnya. (arfin tompodung)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting