ANGKA KEMATIAN DI INDONESIA TINGGI, COVID MASIH MENGGURITA


Jakarta, MS

Badai Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) kian kencang melanda Nusantara. Grafik penyebaran virus corona jenis baru ini dilaporkan terus menanjak. Data terbaru bahkan menempatkan Indonesia dalam posisi yang lebih tinggi dalam presentasi kasus kematian akibat covid dibanding angka rata-rata dunia.

Rilis resmi pemerintah yang diumumkan Minggu 5 Juli 2020 menyebut ada 82 pasien terinfeksi virus corona yang meninggal dunia. Jumlah ini tercatat jadi yang terbanyak dalam kasus kematian harian sejak penyakit ini mewabah di Tanah Air.

Menurut data yang dipublikasi oleh covid19.go.id, kematian pasien Corona terbanyak yang dilaporkan sebelumnya terjadi pada tanggal 30 Juni lalu. Saat itu pemerintah menyebut ada 71 pasien meninggal dunia.

Sementara sejauh ini, jumlah kasus positif covid di Indonesia telah mencapai 63.749 kasus. Terdapat penambahan kasus positif baru Corona sebanyak 1.607. Namun total ada sebanyak 29.105 pasien telah dinyatakan sembuh.

“Sedangkan untuk kasus kematian yang kita catat ada 82, sehingga totalnya menjadi 3.171 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube BNPB Indonesia, Minggu (5/7).

Menilik peta sebaran covid-19 per 5 Juli 2020, Provinsi Jawa Timur ada di posisi tertinggi yakni bertambah 552 kasus. DKI Jakarta ada di urutan kedua yakni 257 kasus, menyusul Sulawesi Selatan 136 kasus. Kabar baiknya, ada 7 provinsi di Indonesia tanpa tambahan kasus sama sekali.

"Ada 18 provinsi yang hari ini melaporkan penambahan kasusnya di bawah 10. Ada 7 provinsi yang hari ini tidak ada penambahan kasus sama sekali," kata Yurianto.

Adapun 7 provinsi tersebut yakni Aceh, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo.

 

Persentase Kematian Tinggi Dibanding Rata-rata Dunia 

Gerak penyebaran covid di Indonesia memang mengkhawatirkan. Terlebih tingkat kematian tergolong tinggi. Persentase atau tingkat kematian akibat covid di Indonesia bahkan lebih tinggi dibanding tingkat kematian rata-rata dunia. Fakta mencengangkan itu dibeber pemerintah.

"Kalau kita lihat, angka kematian secara nasional, angka kematian kita berada pada 5 persen. Ini pun relatif lebih tinggi dibanding angka rata-rata dunia yang saat ini mencapai 4,72 persen," kata Achmad Yurianto.

Yuri, sapaan akrabnya menjelaskan penyebab sehingga persentase tingkat kematian Covid-19 di Indonesia tinggi. Menurutnya tingkat kematian akibat covid dihitung dengan cara membagi jumlah kematian dengan kasus positif, kemudian dikalikan 100. Dengan cara menghitung seperti ini, bisa saja suatu kawasan punya angka kematian 100% meski hanya ada 1 orang meninggal akibat Covid-19.

"Di Bali, pernah terjadi tingkat kematian 100 persen karena kasusnya 1 dan 1 kasus itu meninggal dunia. Artinya, angka ini tidak bisa dipakai pedoman, karena ini dinamis," kata Yuri.

Dengan cara menghitung tingkat kematian itu pula, angka kematian yang konstan akan menjadi turun apabila jumlah kasus positif naik. Yurianto menolak berspekulasi bahwa tingginya tingkat kematian Covid-19  di RI disebabkan oleh kondisi masyarakat dan penanganan Covid-19  di dalam negeri yang masih perlu ditingkatkan kualitasnya.

"Terlalu dini untuk menyimpulkan itu," kata Yuri.

Dia mengimbau seluruh pihak disiplin menjalankan protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun. Hal itu adalah kunci untuk memutus rantai penularan.

"Saudara-saudara di seluruh dunia kita melakukan hal yang sama, kita mengubah kebiasaan-kebiasaan yang lama menjadi kebiasaan yang baru yang memungkinkan kita aman dan meyakinkan kita aman dari penularan covid-19 ini. Karena dengan jaminan aman, karena kedisiplinan kita, karena konsistensi kita menjalankan protokol ini yang memberikan kesempatan untuk aktif kembali dan tentunya aktivitas yang mengarah pada produktif," tandasnya.

 

Penyebaran di Sulut,Manado dan Minahasa Rawan

Khusus di daerah Sulawesi Utara (Sulut), gerak penyebaran covid-19 juga masih tergolong cepat. Indikator itu nampak pada pertambahan kasus positif yang masih tinggi dari hari ke hari. Sejauh ini, jumlah akumulasi pasien terkonfirmasi positif virus corona jenis baru untuk Sulut telah mencapai 1.208 orang. Update terbaru pada Minggu (5/7), tercatat ada penambahan 17 kasus baru.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel menjelaskan akumulasi warga yang terpapar virus Corona. Untuk Kasus terkonfirmasi positif berjumlah 1.208 Orang. Kasus sembuh 299 Orang. Kasus Meninggal 90 Orang dan Kasus Aktif atau sementara dirawat 819 Orang.

Dandel juga merinci asal Kasus baru yang terkonfirmasi positif. Kota Manado 10 Kasus, Kota Bitung 1 Kasus, Kabupaten Minahasa Utara 3 Kasus, Kabupaten Minahasa 2 Kasus dan Kabupaten Minahasa Selatan 1 Kasus.    

Sementara, pertambahan Kasus Sembuh yang sudah melewati 2 kali hasil swab Negatif, tercatat 31 Kasus. Dengan perincian, Manado: 56, 96, 219, 248, 270, 286, 309, 351, 626, 870, 937, 941, 952. Minahasa:  396, 399, 875, 925. Tomohon:770, 769, 780. Minahasa Utara: 853. Minahasa Selatan: 474, 484, 485, 486, 487, 488. Minahasa Tenggara 1167. Bitung:  350, 833. Luar Wilayah (Sulsel) 867.

“Untuk kasus meninggal ada ketambahan 3 Kasus. Pertama, kasus 1179 yang diumumkan kemarin tanggal 4 Juli 2020, telah meninggal dunia tadi malam dengan penyakit penyerta gangguan keseimbangan elektrolit. Kedua, Kasus 1198 yang diumumkan kemarin. Ketiga, Kasus 1203 yang juga diumumkan kemarin,” papar Dandel.

Sementara untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang diawasi di Rumah Sakit (RS) sebanyak 284 kasus. "Jumlah Pasien yang digugurkan statusnya dari PDP (discarded), karena hasil pemeriksaan swabnya telah 2 kali negatif sampai dengan tanggal 5 Juli 2020, ketambahan 19 orang. Sehingga total sudah 347 orang telah discarded," ungkapnya dan menambahkan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 241 orang.

Menilik peta sebaran covid-19 di Sulut, ada dua daerah yang dikategorikan cepat grafik penyebarannya yakni Manado dan Minahasa. Untuk Manado, kasus positif hingga saat ini tercatat sebanyak 788. Sementara Minahasa mencatat 125 kasus.(dtc/sonny dinar)


Komentar