Mapala Equil Tempa Materi Panjat Tebing dan Manajemen Organisasi di Desa Kilo 3


Manado, MS
Sejumlah anggota dari Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Equil FEB Unsrat, membekali diri lewat materi Pelatihan Panjat Tebing dan Manajemen Organisasi di Desa Kilo 3, Amurang-Minsel, Sabtu-Minggu (9-10/5/26). 



Pemaparan tersebut diberi oleh sejumlah senior Mapala Equil seperti Jano Keintjem, Stevry Soputan, Devy K, Ricky Lembong, Andre Turuis, Aun Makalag dan lainnya. 

Ketua Mapala Equil Tirta Mokodompit, didampingi Ketua Panitia Angelica Liangdo, mengatakan bahwa agenda itu bakal turut meningkatkan kapasitas di bagian teknis panjat tebing dan manajemen organisasi. 



"Pelaksanan ini dibawa para senior kami yang memahami perjalanan teknisnya untuk praktek teknik dasar panjat dinding. Seperti sistem Belay, Rappelling, dan Safety Procedure. Sedangkan, secara manajerial, diarahkan seputar pemahaman dasar keorganisasian, administrasi,"katanya.


Lanjut dia, terisi pula pembuatan program kerja, dan pengambilan keputusan. Agar, tertanam karakter berorganisasi, solidaritas, disiplin, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap alam. 

Sementara itu, di pengenalan peralatan oleh Stevry Soputan disampaikan sejumlah fungai alat-alat panjat tebing di alam dan memantau langsung prakteknya. 



Menurutnya, dasar-dasar pemanjatan dikenalkan dan dapat dimulai dengan alat itu sendiri yang dipakai saat aksi pemanjatan di dinding alam. 

"Penting dikenal pula sebagai SOP dalam pemanjatan, agar kecermatan bisa berlangsung tanpa memberi kendala dari sang pemanjat sendiri," ujarnya. 

Setelah itu, materi keorganisasian disampaikan Jano Keintjem agar langkah-langkah keputusannya lancar. 
Dijelaskan tentang sebuah tim untuk saling ketergantungan serta bersikap independen. 

Baginya, hal itu baik berjalan dalam membangun tim juga terdapat tahapan, ciri, peran Leader. 

"Dinamika akan selalu ada, sehingga seorang Leader senantiasa perlu tahu mengenai apa itu Forming, Norming, Storming dan Performing dengan lugas,"terangnya.

Mantan Ketua Mapala Equil dan Wadah Pencinta Alam (Wapala) Unsrat pun mengunci dengan kalimat, kalau Mapala itu tempat juga untuk belajar menjadi "Manusia".

"Dan,  manusia itu juga layak siap bekerja sama dalam tim di kondisi apapun, mampu bekerja secara individu jika dibutuhkan, terbiasa mengolah konflik yang merupakan salah satu ciri sebagai leader. Terlebih dari itu, mereka yang mampu menyelesaikan tujuan dengan efektif dalam kondisi tertekanan sekalipun. Dan jika sudah demikian kalian baru memasuki BAB II,"kuncinya. (DevyKumaat) 


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting