PILKADA SULUT, PUTRA BMR DAMPINGI TETTY


Manado, MS

Misteri jagoan Partai Golongan Karya (Golkar) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Utara (Sulut) tersingkap. Partai besutan Airlangga Hartarto resmi mengusung Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dan Sehan Landjar (SL).

‘Restu’ bagi Tetty sapaan Christiany Eugenia Paruntu dan Eyang sebutan familiar Sehan Landjar mencuat dalam forum rapat Tim Pilkada Pusat DPP Partai Golkar yang dipimpin Ketua Umum (Ketum) Ir Airlangga Hartarto, Rabu (8/7) kemarin.

“Iya, DPP Golkar telah memutuskan ibu Tetty dan pak Sehan untuk maju di Pilkada Sulut pada 9 Desember mendatang,” terang Juru Bicara (Jubir) DPD Golkar Sulut, Feryando Lamaluta kepada wartawan, kemarin.

Selain Partai Golkar, menurut dia, duet Tetty-Sehan akan dibackup Partai Amanat Nasional (PAN). Tetty sendiri merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulut, sementara Sehan menjabat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulut. "Jadi, tinggal menunggu surat keputusan kedua partai ini," ujarnya.

Sementara itu, terkait dukungan DPP bagi Tetty-Sehan dibenarkan Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sulut, James Arthur Kojongian (JAK). Menurut politisi muda potensial Golkar Sulut ini, diputuskannya pasangan CEP-SL oleh DPP merupakan langkah yang tepat. “Tentu saja ini merupakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diinginkan masyarakat,” sebut JAK kepada wartawan, Rabu kemarin.

Wakil Ketua DPRD Sulut mengimbau seluruh kader dan simpatisan Partai Golkar untuk kompak memenangan Tetty-Sehan. “Mari rapatkan barisan. Saatnya mesin Partai Golkar menangkan Tetty-Sehan pada Pilgub 9 Desember 2020 mendatang,” lugas Ketua AMPI Sulut itu.

Diketahui, koalisi Golkar-PAN sudah memastikan langkah Tetty-Sehan sebagai kontestan di Pilgub 2020. Itu karena Golkar memiliki 7 kursi dan PAN mengklaim 2 kursi di DPRD Sulut. Dengan amunisi 9 suara, Golkar-PAN dipastikan bisa mengusung.

Sebelumnya, niat Bupati Minahasa Selatan (Minsel) dan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) untuk maju di Pilkada Sulut telah bergema di ruang publik. Jauh-jauh hari, keduanya sudah menyatakan siap untuk maju di kontestasi politik bergengsi bumi Nyiur Melambai asalkan didukung masyarakat dan partai.

RASKI: PEMBUKTIAN RAKYAT BMR SIAP BAWA KADERNYA 

Kabar ditetapkannya pasangan CEP dan SL mendapat sambutan hangat elit Partai Golkar. Tanggapan tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar, Raski Mokodompit.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulut Raski Mokodompit menyampaikan, dengan berpasangannya CEP-SL maka membuktikan bahwa CEP memberikan kesempatan kepada kader Bolaang Mongondow Raya (BMR) untuk mengisi posisi wakil gubernur. "Ini adalah bukti nyata bahwa Golkar di bawah kepemimpinan ibu CEP ingin memberikan kesempatan kepada kader BMR," tandas Mokodompit, saat dihubungi, Rabu (8/6) kemarin.

Selain itu, menurut Anggota DPRD Sulut dapil BMR ini, ditetapkannya Sehan mendampingi Tetty sebagai tanda untuk membawa suara rakyat Negeri Totabuan ke kursi wakil gubernur. "Inilah momen pembuktian kalau rakyat BMR siap mengantarkan kadernya ke posisi Wakil Gubernur," ucap Anggota Komisi III DPRD Sulut.

TETTY-SEHAN DINILAI LAYAK

Jagad politik jazirah utara Pulau Selebes, riuh. Keputusan politik Golkar mencalonkan Tetty-Sehan di Pilkada Sulut jadi pemicu.

Pengamat politik Sulut Wendy DR Toreh SH beranggapan, kolaborasi Bupati Minsel dan Bupati Boltim di panggung pilgub adalah keputusan yang tepat. Keduanya memiliki basis massa yang jelas di dua daerah tersebut.  Selain itu, merupakan representasi Minahasa dan Bolmong. “Dua-duanya populis. Apalagi, ibu Tetty pernah tampil di Istana waktu lalu dan disebut-sebut sebagai kandidat menteri. Begitu juga Pak Sehan yang memiliki pamor mengkilat baik di daerah maupun pentas nasional,” ujarnya, Rabu (8/7) malam.

Parameter itu, sebut Wendy, menjadi modal dua bupati ini untuk melangkah di pentas yang lebih megah lagi. “Asalkan, mesin partai Golkar dan PAN bisa benar-benar solid dan ‘all out’. Saya kira, mereka juga patut diperhitungkan,” sebut Wendy.

Mesin partai, nilai dia, sangat berpengaruh. Alasannya, Tetty-Sehan akan berhadapan dengan petahana dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). “Mereka layak, tapi butuh kerja keras agar bisa menang. Sebab, pesaingnya juga kelas berat. Ada Pak Olly dan Pak Steven dari PDIP serta Ibu Vonnie dari Partai Nasdem (Nasional Demokrat). Intinya, bagaimana mereka memainkan strategi dan taktik yang jitu, utamanya menggerakkan mesin partai yang ada,” tuturnya.

“Tentu Pilkada Sulut akan lebih sengit lagi dengan kehadiran pasangan Tetty-Sehan,” imbuhnya.

GOLKAR RESTUI MEP-VT DAN SS-JL

Arena tarung pilkada di Sulut kans membara. Partai Golkar buat kejutan. Itu setelah DPP menetapkan ‘jagoan’ Beringin untuk bertarung di kontestasi politik bergengsi, 9 Desember mendatang.

Selain Tetty dan Sehan di Pilkada Sulut, Ketum Airlangga Hartarto menugaskan Michaela Elsiana Paruntu (MEP) dan Ventje Tuela (VT) maju di Pilkada Minsel. Sementara di Pilkada Minahasa Utara (Minut), mengutus Sompie Singal (SS) dan Joppy Lengkong (JL).

Hal itu dibenarkan Juru Bicara (Jubir) Golkar Sulut, Feryando Lamaluta. “Ia, selain ibu Tetty dan pak Sehan, DPP juga telah memutuskan mencalonkan Michaela Elsiana Paruntu dan Ventje Tuela di Pilkada Minsel. Kemudian Sompie Singal dan Joppy Lengkong di Pilkada Minut,” terang Lamaluta kepada wartawan, kemarin.

Ditambahkan Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulut Raski Mokodompit, dengan ditetapkannya pasangan di Pilkada Sulut, Minsel dan Minut, maka setiap pengurus, kader dan simpatisan wajib mengamankan keputusan partai tersebut. “Itu harga mati. Jika itu keputusan DPP, maka setiap kader maupun pengurus harus mengamankan dan memenangkan,” kuncinya.(arfin tompodung)


Komentar