Bawaslu Sulut Desak Jajarannya ‘Pelototi’ Data Pemilih


Manado, MS

Gerak pengawasan terkait pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih ‘dipecut’ Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut). Jajaran mereka kabupaten kota didesak untuk ‘pasang mata’. Upaya mencegah terjadinya permasalahan jadi tujuan.

Penegasan itu disampaikan pimpinan Bawaslu Sulut, Kenly Poluan. Ia mengatakan, dalam menghadapi tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih, Bawaslu harus sering berkoordinasi dengan lembaga terkait. Seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) serta Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

“Ingat! kita (Bawaslu, red) harus sesering mungkin berkoordinasi dengan Disdukcapil terkait daftar pemilih. Terus koordinasi juga dengan Kanwil Kemenkumham terkait warga negara asing yang masuk daftar pemilih sekaligus memperhatikan hak pilih para penghuni lapas,” tegas Kenly saat memberi arahan pada kegiatan Rapat Koordinasi Dalam Jaringan (Daring) Persiapan Pengawasan Pemutakhiran Data dan Penyusunan Daftar Pemilih Pada Pilkada 2020, Kamis (9/7).

Selain itu Kenly juga menegaskan, tahapan ini sangatlah penting karena terkait daftar pemilih. “Daftar pemilih ini sangat sering menjadi permasalahan dalam setiap pemilihan, bahkan banyak gugatan dilayangkan karena permasalahan ini. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan atau memanipulasi daftar pemilih,” ucap Kenly.

Pekerjaan pengawasan Bawaslu pada dasarnya menurut dia adalah membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam setiap tahapan pemilihan. Hal ini akan memberi dampak yang baik bagi terselenggarannya pemilhan kepala  daerah (pilkada) tahun 2020.

“Kita bantu KPU di setiap tahapan yang bergulir, caranya dengan menjalakan tugas pengawasan kita secara betul. Ini pastinya akan berdampak pada pilkada 2020 yang sesuai harapan kita semua,” ucap Kenly.

Kenly juga menyebutkan karena Pilkada 2020 ini beriringan dengan pandemi Covid-19, kerja pengawasan harus selalu memperhatikan prosedur kesehatan. “Petugas kita (Bawaslu, red) mengawasi dengan memperhatikan protokol Covid-19. Setelah itu memperingatkan para petugas coklit untuk selalu memakai APD sesuai prosedur, ini hal yang serius agar semua pihak merasa aman.

Ia menghimbau agar jajaran bawaslu kabupaten dan kota selalu mengupdate peta kerawanan pada setiap tahapan. “Peta rawan yang sudah kita buat harus selalu diupdate. ini penting untuk antisipasi kita menghadapi permaslahan dalam pilkada yang terjadi di masyarakat,” tutur Kenly.

Hadir juga sebagai narasumber Komisioner KPU Sulut Lanny Ointu, Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda, Anggota Bawaslu Sulut Awaluddin Umbola dan Anggota Bawaslu Sulut Mustarin Humagi. Peserta dalam kegiatan ini adalah ketua dan anggota Bawaslu Kabupaten dan Kota se-Sulut beserta para staf Divisi Pengawasan. (arfin tompodung)

 


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting