Foto: Harryanto Lasut dan Stenly Kowaas
220 PPDP Siap Coklit 75701 Pemilih
PILKADA Serentak di depan mata. Armada penyelenggara pemilu bergegas. Terlaksananya iven pesta demokrasi yang berkualitas disasar.
Demikian juga di Kota Tomohon. Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di Kota Sejuk yang beranggotakan 220 orang, kini berstatus definitif. Itu menjadi resmi usai dilantik secara virtual melalui aplikasi zoom, Rabu (15/7) pagi. Tugas utama, yaitu pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih sebanyak 75701 orang pun siap dikerjakan. Kesiapan anggota PPDP, baik di sisi teknis maupun kelengkapan alat pelindung diri (APD) telah dimatangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon.
Ketua KPU Kota Tomohon, Drs Harryanto YS Lasut MAP saat memimpin pelantikan berharap, semua anggota PPDP bisa bertugas sesuai aturan. Tidak lupa juga, mengutamakan protokol kesehatan agar terhindar dari ancaman pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19). Menurutnya, PPDP merupakan ujung tombak KPU di tahapan pemutakhiran data pemilih. "PPDP mengemban tugas penting, yaitu melayani hak konstitusional warga negara dalam menggunakan hak pilihnya," tutur Lasut.
Sementara itu, Komisioner Bidang Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat, Stenly J Kowaas SP mengatakan, hal utama bagi PPDP adalah menggunakan APD. Apalagi, seluruh petugas pemutakhiran data pemilih tersebut telah dilengkapi dengan APD berupa face shield, masker, sarung tangan dan hand sanitizer. Sehingga, ke-220 PPD yang tersebar di 44 kelurahan se-Kota Tomohon dinilai telah siap bekerja.
"Yang paling penting, PPDP harus pakai APD. Sebab, PPDP kan pasti akan bertemu dengan masyarakat. Supaya masyarakat tidak kuatir saat Coklit, PPDP harus melengkapi diri dengan APD," ujar Kowaas kalau ditemui Media Sulut di ruang kerjanya, Rabu (15/7) sore.
Soal teknis Coklit di lapangan, pihaknya tidak ragu. Sebab, PPDP sudah diberikan bimbingan teknis. KPU Tomohon juga sudah membuka hotline khusus buat anggota PPDP. Selain itu tambah dia, semua Panitia Pemungutan Suara juga sudah dibekali untuk memberikan informasi ketika menemui kendala di lapangan. "Manakala, ada kendala dalam Coklit, mereka (PPDP-red) bisa langsung telepon ke kita (pimpinan KPU-red)," kata Kowaas.
Pun dalam menjalankan tugasnya, PPDP harus membuat laporan progres kinerja setiap hari. Pola ini dianggap baik untuk mengontrol pekerjaannya PPDP. Bahkan bisa mengetahui, sudah sejauh apa progres kerja setiap anggota PPDP. Adapun, kegiatan Coklit berlangsung mulai tanggal 15 Juli sampai 13 Agustus 2020.(hendra mokorowu/victor rempas)











































Komentar