TIGA DAERAH DI SULUT ZONA MERAH


Manado, MS

 

Gerak penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Tanah Air kian mengkhawatirkan. Per 27 Juli, jumlah warga terpapar virus corona jenis baru ini tembus 100.303 kasus. Perkembangan signifikan terjadi di sejumlah daerah. Kini ada 53 kabupaten dan kota yang masuk kategori zona merah. Tiga diantaranya berada di Sulawesi Utara (Sulut) yakni Kota Manado, Tomohon dan Bitung.

 

 

 

Sejauh ini, perkembangan pesat kasus positif di Nyiur Melambai terjadi di daerah Manado. Dari 50 kasus baru yang diumumkan Gugus Tugas Covid-19 Sulut, Kota Tinutuan mengantongi 20 kasus baru. Secara keseluruhan, ada 1.300 kasus terkonfirmasi positif di daerah jantung pemerintahan dan pusat ekonomi Sulut ini. Data tersebut dilansir dari website resmi Covid-19 Kota Manado.

 

Untuk dua daerah zona merah lainnya yaitu Kota Bitung ada di urutan kedua di Sulut dengan jumlah 167 kasus terkonfirmasi, disusul Kota Tomohon 200 kasus.

 

 

 

TINGKAT RESIKO TINGGI NAIK, SULUT PATUT WASPADA

 

Gerak penyebaran Covid di daerah memang masuk tahap mengkhawatirkan. Kondisi ini patut diwaspadai pemerintah daerah dan warga Sulut, mengingat penambahan kasus yang masih signifikan. Ditambah jika menilik perkembangan secara nasional, prosentase daerah tingkat risiko tinggi naik dari angka 6,81% menjadi 10,31%.

 

Fakta itu dibeber juru bicara Satgas Covid-19 Pusat, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (27/7) kemarin. "Perkembangan zonasi risiko per kabupaten/kota terlihat di sini terjadi kenaikan prosentase jumlah kabupaten/kota yang zonanya risiko tinggi dari minggu lalu 6,81 persen menjadi 10,31 persen," paparnya.

 

Wiku mengatakan daerah dengan tingkat risiko tinggi bertambah menjadi 53 kabupaten dan kota. "Perubahan zonasi ini, kalau kita lihat jumlah kabupaten/kota zona merah berkembang dari minggu dari 35 menjadi 53. Sedangkan kabupaten/kota zona oranye 169 menjadi 185, ini bukan kabar yang menggembirakan dan ini perlu menjadi perhatian kita bersama," ujar dia.

 

Bahkan kondisi negara yang belum stabil di tengah pandemi Covid-19 diakui pemerintah. Wiku bahkan menyatakan Indonesia masih dalam kondisi krisis menyusul jumlah kumulatif kasus positif virus corona yang mencapai 100 ribu orang lebih per 27 Juli 2020. Kata dia, Indonesia saat ini berada di urutan 142 dari 215 negara di dunia dalam jumlah kasus terbanyak Covid-19. Sementara di Asia, Indonesia diklaim berada di urutan ke-28 dari 49 negara.

 

"Kondisi ini tidak serta merta mengatakan Indonesia aman. Indonesia masih dalam kondisi krisis dan kita tidak boleh lengah menghadapi Covid-19," ujar Wiku dalam konferensi pers melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, kemarin.

 

Wiku mengatakan, kasus positif di Indonesia per hari ini mencapai 100.303 kasus dengan jumlah angka positif dan angka kesembuhan yang hampir sama. Sementara untuk angka kematian, Wiku mengklaim semakin menurun.

"Ini tanda baik dan harus dijaga agar terus menurun karena nyawa manusia adalah sesuatu yang tidak bisa kita tinggalkan," ujarnya.

Wiku meminta agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan ketat yakni mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dari kerumunan. Ia juga meminta masyarakat saling mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan tersebut. "Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara sekalian gotong-royong saling mengingatkan agar terhindar dari masalah covid, melihat dari kasus tadi menunjukkan krisis belum berlalu," katanya.

Wiku meyakini jika masyarakat mematuhi protokol kesehatan, persebaran virus Covid-19 dapat segera ditekan. Dengan demikian, masyarakat dapat segera melakukan aktivitas sosial ekonomi seperti biasa.

"Indonesia masih krisis terhadap Covid-19. Kita perlu waspada, saling mengingatkan agar semua menerapkan protokol kesehatan, agar kasus tadi bisa ditekan dan proses kesembuhan bisa ditingkatkan. Kondisi lebih baik dan bisa jalankan kegiatan sosial ekonomi," ujarnya.

 

LAWAN COVID, SEKTOR PERTANIAN SULUT DIPERKUAT

Meski di tengah badai pandemi Covid-19, pemerintah Sulut terus bergerak menyelamatkan ekonomi daerah. Upaya membangkitkan sederet lini vital penggerak ekonomi gencar dilakukan. Salah satunya sektor pertanian.

Beberapa waktu belakangan, Gubernur Olly Dondokambey intens melakukan kampanye pertanian di sejumlah daerah sentra. “Makanya torang mari sama-sama perkuat ekonomi Sulut lewat pertanian salah satu contoh hari ini torang boleh menanam bersama sama dan juga nanti torang upayakan. Bak air supaya aer lebe banyak supaya kalau nyanda ada musim hujan petani juga boleh batanam terus,” kata Olly saat berkunjung ke Kota Tomohon, Senin (27/7) kemarin, dalam rangka menghadiri acara peletakan batu pembangunan bak air untuk pertanian, serta penyerahan bibit dan pupuk jagung manis kepada petani di Perkebunan Wawo.

Karenanya, Olly optimis strategi pengembangan sektor pertanian di daerah dapat memajukan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. “Jadi saya kira itu mudah-mudahan apa yang menjadi harapan kita kedepan buat petani Kebun Wawo ini bisa berhasil bersama sama. Kemarin kita so cek di Bulog ternyata Sulut sejak Covid ini orang samua mulai rajin turun ke sawah sehingga torang so mulai surplus torang p beras, torang biasanya beli dari Makassar dari Sulteng atau dari Surabaya sekarang torang pe beras so mulai surplus, artinya apa kalau torang pe surplus torang nyanda kase kaluar torang p doi kaluar dari Sulut , doi ada baputar diantara torang deng torang,” ungkap Olly.

“Begitu juga torang pe barito, torang pe barito sekarang so kirim ke Maluku Utara, kirim ke Papua artinya itu doi dari luar torang maso ke sini ekonomi torang tumbuh terus makanya ini harus torang jaga terus agar supaya kegiatan pertanian bisa berjalan dengan baik,” lanjut dia.(tim  ms)


Komentar