Bencana Bolsel, 31 Desa Krisis Air Bersih


Bolaang Uki, MS

Duka yang dialami warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) belum surut. Sederet persoalan baru muncul pasca peristiwa yang terjadi Jumat (24/7) hingga Minggu (26/7).

Tak hanya kerugian material dan korban nyawa, kini masyarakat di 31 desa yang tersebar di empat kecamatan terdampak dilaporkan mengalami kesulitan air bersih. Kondisi itu imbas dari putusnya pipa induk dan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) akibat dihantam arus banjir. Banyak sumur milik warga juga belum bisa digunakan karena air keruh bercampur lumpur.

Informasi yang dirangkum, 31 desa yang kekurangan air bersih itu tersebar di 4 kecamatan yakni Bolaang Uki 14 desa, Pinolosian 10 desa, Pinolosian Tengah (Pinteng) 2 desa dan Kecamatan Helumo 5 desa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bolsel Teddy Menika melalui Kabid Ciptakarya Arman Dali membenarkan hal tersebut.

Diungkapkannya, pipa induk di SPAM IKK Pinolosian dan IKK Molibagu, putus diterjang derasnya arus air banjir bercampur lumpur. “Selain itu, sejumlah pipa jaringan menuju pemukiman warga juga putus,” kata Arman, kemarin.

Petugas lapangan katanya, sudah turun melakukan pemeriksaan jumlah pipa yang rusak. “Proses perbaikan pipa induk dan jaringan yang rusak bisa berlangsung sebulan. Tapi kita upayakan lebih cepat dari perkiraan,” kata Arman.

Untuk Kecamatan Pinolisian Tengah dan Helumo lanjutnya, pipa induk dan jaringan baik-baik saja, namun air di bak penampung tidak bisa digunakan karena keruh. “Air di bak penampung sudah bercapur lumpur sehingga tidak bisa lagi dikonsumsi warga,” kata Arman.

Meski demikian, katanya, warga terdampak tidak perlu kuatir. Pemerintah daerah telah mengantisipasi hal tersebut. “Pemerintah daerah bekerja sama dengan Balai PPW Sulut mulai menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Ada Dua Mobil tangki  kapasitas 4000 liter yang beroperasi tiap hari melayani masyarakat,” kata Arman.

Disisi lain, warga  terdampak dibantu ASN jajaran Pemkab Bolsel, TNI dan anggota Polres Bolmong dan Kotamobagu, mulai membersihkan lumpur bercampur sampah di rumah masing-masing. Pemerintah daerah sendiri tidak lepas tangan terkait kebutuhan warga terdampak. Selain menyalurkan bantuan logistik dan sembako, Pemkab Bolsel juga membuka dapur umum di wilayah terdampak.

“Pemkab melibatkan semua instansi, TP PKK dan Dharma Wanita Bolsel untuk memasak di dapur umum. Usai dimasak, makanan dibungkus dan dibagikan kepada warga terdampak,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Bolsel Aldy Gobel. Dapur umum tidak hanya dipusatkan di ibu kota. Tapi semua wilayah terdampak. “Minimal satu dapur umum melayani Lima desa terdampak. Dapur umum Ibu kota dikoordinir Bapak Bupati, di Kecamatan Pinolosian Bersatu pak Wabup dan di sejumlah kecamatan di koordinir para camat. Dalam penyaluran makanan bungkus, kita dibanti anggota TNI dan Polri,” kata Aldy.

Selain itu katanya, warga terdampak juga mendapat pelayanan kesehatan gratis. “Jadi selain memastikan ketersediaan makana, pemerintah daerah juga memperhatikan kondisi kesehatan warga terdampak. Puskesmas di wilayah aktif tutun ke desa untuk pelayanan kesehatan gratis,” kata Aldy.

Sementara itu, Bupati H Iskandar Kamaru SPt mengatakan, Pemkab Bolsel akan menjamin ketersediaan makanan bagi warga terdampak selama belum bisa beraktifitas. “Dapur umum akan tetap dibuka selama warga terdampak belum bisa beraktifitas seperti biasa. Begitu juga dengan pelayanan kesehatan,” kata bupati.

Bupati juga mengajak masyarakat terus berdoa agar tidak terjadi bencana banjir dan longsor susulan. “Tetap berdoa Insaa Allah banjir tidak lebih parah. Jaga kesehatan, hindari tempat-tempat rawan bencana. Segera mengungsi juga situasi tidak kondusif,” imbau Bupati. (hendra damopolii)


Komentar