Pilkada Sulut Aman, Kapolda ‘Pasang Badan’


KEPOLISIAN Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) bersiap. Puncak iven pesta demokrasi di bumi Nyiur Melambai di depan mata. Sederet tahapan ‘dikawal’ ketat. Pilkada aman dan nyaman, jadi target.

Keseriusan Korps Bhayangkara menyikapi pelaksanaan kontestasi politik di level provinsi serta sejumlah kabupaten dan kota dibuktikan dengan kunjungan Kapolda Irjen Pol RZ Panca Putra S didampingi sejumlah pejabat utama Polda di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut, Jumat (4/9).

Agenda kerja Kapolda itu dalam rangka memastikan KPU dan perangkatnya siap untuk melaksanakan tahapan Pilkada termasuk pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur. “Saya datang untuk memberikan rasa aman, meyakinkan KPU dan masyarakat Sulawesi Utara bahwa Pilkada 2020 siap untuk dilaksanakan,” terang Kapolda.

Dia juga memastikan akan selalu membackup Ketua KPU Sulut dan perangkat Pilkada lainnya.

Selanjutnya, selain meyakinkan kondisi keamanannya, kedatangan Kapolda untuk memberikan motivasi dan dorongan kepada personil Polri agar selalu siap melaksanakan tugas pengamanan dengan penuh rasa tanggung jawab. “Mudah-mudahan semua berjalan lancar, pelaksanaan demokrasi di Sulut berjalan dengan baik, demokratis, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” lugas Kapolda.

Sebelumnya, Kapolda Irjen Pol RZ Panca Putra S bersama Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang, menyematkan pita operasi kepada 2 perwakilan personil TNI dan Polri. Itu merupakan  tanda dimulainya Operasi Mantap Praja dalam rangka pengamanan Pilkada Serentak 2020 di wilayah hukum Polda Sulut.

Penyematan Operasi tersebut dilaksanakan pada acara Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja, yang dilaksanakan di aula Tribrata Polda Sulut, Kamis (3/9) dan diikuti secara virtual oleh seluruh jajaran Polres dan Kodim. “Apel ini diselenggarakan untuk mengecek kesiapan kita sebelum diterjunkan untuk melaksanakan pengamanan, dengan demikian Pilkada Pilkada serentak 2020 akan dapat terselenggara dengan aman, lancar dan damai,” ujar Kapolda dalam amanatnya saat itu.

Pilkada 2020, kata dia, memiliki kompleksitas kerawanan dan karakteristik yang khas karena akan memilih kepala daerah. Kondisi ini katanya akan menuntut pada adanya upaya maksimal dari masing-masing partai politik dalam berkompetisi secara ketat untuk meraih suara sebanyak-banyaknya. Dalam kacamata kamtibmas, kata Kapolda, peningkatan intensitas kegiatan politik ini akan memunculkan potensi kerawanan di bidang keamananm, di antaranya pemanfaatan politik identitas, penyebaran isu-isu yang dapat memecah belah persatuan serta penyebaran hoax dan hate speech. “Oleh karena itu Polda Sulut bersama Kodam XIII/Merdeka dan instansi terkait lainnya perlu melaksanakan pengecekan terhadap kesiapan dalam menghadapi Pilkada Serentak 2020,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa Polri, TNI, Pemda dan instansi terkait lainnya berkomitmen untuk terus bekerja keras guna menjamin penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2020 agar dapat berjalan dengan aman, lancar dan damai. “Perkuat soliditas dan sinergitas TNI dan Polri guna mewujudkan Pemilu yang aman, lancar dan damai. Jaga netralitas Polri serta hindari tindakan yang dapat mencederai netralitas Polri dalam penyelenggaraan setiap tahapan Pemilu,” tandas Kapolda.

Pada apel yang menerapkan standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19, hadir juga Wakapolda Brigjen Pol Yadi Suryadinata, Ketua KPU Sulut, Ketua Bawaslu Sulut, Kasat Pol PP Provinsi, para PJU Polda dan para Kapolres/ta jajaran.

Selanjutnya, pada pengamanan Pilkada yang akan dilaksanakan di 8 wilayah yakni 1 provinsi, 3 kota dan 4 kabupaten, Polda dan jajaran telah mempersiapkan sebanyak 3.577 personil pengamanan dibantu dengan TNI dan instansi terkait lainnya.(tribrata/tim ms)


Komentar