Kasus Corona di Sulut Naik, Angka Sembuh Juga Melonjak


MATA rantai penyebaran Covid-19 di Nyiur Melambai, belum juga putus. Malah penambahan angka kasusterus melonjak. Terutama di minggu kedua oktober tepatnya pada 5 Oktober hingga 11 Oktober 2020.

Kenaikan kasus tembus 59 persen. Itu menyusul rata-rata kasus positif harian di pekan itu meningkat dari 20  kasus per hari menjadi 31 sampai dengan 32 kasus perhari.

Fenomena itu diungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel. Kabupaten Kota yang teridentifikasi memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan ini disebut berasal dari Kota Tomohon, Kota Manado dan Kabupaten Minahasa.

“Dari perkembangan kondisi epidemiologis kasus Covid-19, memang ada tambahan yang cukup signifikan di pekan kedua bulan ini (Oktober, red). Ada kenaikan tambahan kasus sekitar 59 persen,” beber Dandel, Senin (12/10) kemarin.

Peningkatan kasus itu dinilai perlu lebih diwaspadai oleh satgas di kabupaten kota yang dimaksud. “Kebijakan terkait pelonggaran aktivitas sosial, budaya dan ekonomi perlu dikawal secara serius dengan menggunakan penerapan dan penegakkan hukum yang mengikuti protokol kesehatan penanggulangan Covid-19,” sambung Dandel lagi.

Adapun jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulut untuk Senin kemarin bertambah 6 kasus baru. Masing-masing Manado 2 Kasus, Bitung 1 Kasus, Tomohon 1 Kasus, Kotamobagu 1 Kasus, dan luar Wilayah 1 Kasus.  “Dengan tambahan 6 kasus baru, maka total yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 4.803 kasus,” ungkapnya.

Kabar baiknya, kasus sembuh kembali bertambah 20, sehingga menjadi 4.020 Orang. Sedangkan kasus meninggal tidak ada penambahan, jadi tetap 181 Orang. Sementara kasus aktif juga berkurang 14, menjadi 602 Orang.

"Angka Kesembuhan Covid-19 di Sulut per 12 Oktober 2020 adalah  83,69 persen dan Angka Kematian atau Case Fatality Rate sebesar 3,76 persen. Kasus aktif sebesar 12,55 persen," terang Dandel

Ia  pun kembali mengingatkan masyarakat Sulut untuk tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan serta anjuran pemerintah. Seperti tetap selalu menjaga jarak, menghindari pusat keramaian, selalu pakai masker, rajin cuci tangan dengan menggunakan deterjen, serta mengikuti protokol kesehatan Covid-19 lainnya.

“Itu semua bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena masyarakat itu sendiri yang menjadi garda terdepan dalam menghentikan penularan virus ini,” kuncinya.(sonny dinar)


Komentar