Urutan Prioritas Vaksinasi Corona Tahap Pertama


PEMERINTAH bakal segera melakukan vaksinasi Corona terhadap masyarakat pada bulan November hingga Desember 2020 mendatang. Setidaknya ada 9,1 juta orang yang akan divaksinasi.

Pun begitu, ada skala prioritas. Tenaga kesehatan menempati urutan pertama untuk diberikan vaksin Covid-19. Disusul kelompok public service atau yang pemberi layanan terhadap masyarakat.

Hal itu diungkap  Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Kemenkes RI, Senin (19/10) kemarin.

"Dari diskusi yang kami lakukan dengan beberapa pihak, termasuk dengan pihak WHO, para ahli dan beberapa negara lain yang sudah melakukan vaksinasi, maka yang menjadi prioritas adalah tenaga kesehatan, karena mereka lah yang akan lebih beresiko, dan sangat beresiko untuk tertular dan menjadi sakit oleh Covid-19," kata mantan Jubir Satgas Covid-19 Nasional itu.

Tenaga kesehatan yang mendapat prioritas adalah yang bertugas di RS Rujukan yang melayani pasien Covid-19. Kemudian, petugas laboratorium yang bertugas di tempat pemeriksaan spesimen Corona serta tenaga kesehatan yang melakukan kontak tracing yang mencari kasus.

"Karena mereka yang berhadapan langsung dengan virusnya bukan pasiennya. Itu semua adalah kelompok yang berisiko terhadap kemungkinan paparan dan menjadi sakit," terangnya.

“Diperkirakan jumlah kelompok tenaga kesehatan tersebut ada sebanyak 2 juta. Tapi pemerintah akan terus memperbaharui data tersebut,” sambung Yuri.

Selanjutnya yang akan mendapat vaksin adalah kelompok public service atau pemberi layanan masyarakat, seperti aparat yang bertugas dalam operasi yustisi kepatuhan protokol kesehatan.

"Mereka juga memiliki resiko yang besar. Seperti teman-teman kita dari Satpol PP, Polri, TNI yang bersama-sama melakukan operasi yustisi terhadap protokol kesehatan," ungkapnya lagi.

Selain itu, kelompok yang akan mendapat prioritas vaksin berikutnya adalah pegawai yang bertugas di bidang jasa public service lainnya, misal di bandara, stasiun, pelabuhan. “Sebab pekerjaan mereka juga berisiko terhadap Covid-19,” tuturnya.

Pun begitu, rencana vaksinasi terhadap 9,1 juta orang di bulan November hingga Desember masih bergantung pada izin dari BPOM dan rekomendasi Kemenag dan MUI.

"Total orientasi kita pada ketersediaan jumlah vaksin jika 9,1 juta nanti dinyatakan bermanfaat ditandai dengan surat emergency use authority dari BPOM kita dan ada surat dari Kemenag dan MUI terkait kehalalan maka sejumlah itu lah yang akan kita lakukan penyuntikan. Sedang berproses mudah-mudahan bisa kita lakukan dengan baik," ungkapnya.

Lanjut Yuri,  sesuai uji klinis fase 3 vaksin Sinovac, Sinopharm, dan Cansino kelompok orang yang bisa divaksin yang berusia rentang pada 18-59 tahun, serta tak memiliki penyakit komorbid. “Jadi mereka yang tidak masuk dalam kategori tersebut tak bisa divaksin,” bebernya.

“Bagi yang usia 0-18 tahun atau bagi yang berusia diatas 60 tahun dan memiliki penyakit penyerta tak bisa diberi vaksin. Namun pemerintah akan mencari cara agar kelompok diluar 18-59 bisa divaksinasi,” tandasnya.(dtc)


Komentar