Antisipasi Ledakan Covid-19, Bolmong Kembali Perketat Perbatasan

Personel UPTD Puskesmas Dikerahkan Bantu Satgas


Lolak, MS

Gerak antisipasi membendung penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) digedor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong). Strategi penyekatan di wilayah perbatasan daerah kembali dilakukan. Upaya ini ditempuh untuk mengendalikan arus keluar masuk warga khususnya jelang dan pada saat hari raya Idul Fitri nanti.

Dinas Kesehatan (Dinkes) bahkan siap mengerahkan personel yang ada di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk membantu Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19. Hal ini diungkapkan Kepala Dinkes Bolmong, dr Erman Paputungan melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Yusuf Detu, Selasa (4/5) kemarin.

"Jadi misalnya UPTD Puskesmas Poigar, Bolaang dan Tadoy akan dikerahkan di perbatasan Poigar. Begitu juga Puskesmas lain nanti akan bertanggung jawab di wilayah perbatasan yang dekat dengan letak Puskesmas," ungkap Yusuf.

Yusuf menambahkan, peran personil UPTD Puskesmas nantinya hanya memeriksa suhu badan dan menganjurkan penerapan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan penyebaran Covid-19. "Kalau untuk pemeriksaan Antigen atau bahkan SWAB test itu tidak. Kita hanya melakukan pemeriksaan suhu tubuh nantinya," tambah Yusuf.

Sementara itu, menjelang Idul Fitri 1442 H, pemeriksaan di perbatasan Kabupaten Bolmong akan kembali diperketat. Hal ini sebagai mengantisipasi antisipasi mudik juga antisipasi tingginya lonjakan kasus  covid-19.

Menurut Kapolres Bolmong, AKBP Nova Irone Surentu, tujuan dari perketat berdasarkan merujuk dari Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19  nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6 – 17 Mei 2021.

Melalui surat edaran ini, pemerintah tegas melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik lebaran tahun ini demi melindungi masyarakat dari penularan virus Covid-19. Larangan ini diberlakukan untuk moda transportasi darat, laut dan udara.

“Jadi untuk perbatasan Bolmong tidak akan ditutup, namun kita perketat untuk pemeriksaan,” beber Surentu.(yadi mokoagow)


Komentar