Pekerjaan Rabat Beton di Malenos Baru Janggal, Kejari Diminta Usut


Amurang, MS

Kejanggalan yang tercium di balik pekerjaan Jalan Rabat Beton di Desa Malenos Baru, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terus mendapat sorotan warga. Kendati pengerjaannya dilakukan pada tahun 2020 lalu, sampai saat ini proyek tersebut tak kunjung tuntas. Tak hanya mempertanyakan kejelasan proyek, kali ini warga meminta pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat turun tangan mengusut adanya dugaan korupsi dalam kegiatan pembangunan tersebut.

"Di sana ada pembangunan rabat beton yang pekerjaannya tidak selesai, padahal pekerjaannya tahun 2020 akan tetapi sudah masuk pertengahan tahun 2021 belum juga selesai dikerjakan," ungkap ketua Anti Korupsi Indonesia (AKI) Sulawesi Utara (Sulut) Noldy Poluakan kepada Media Sulut Minggu (16/5) kemarin.

“Kami meminta aparat hukum dalam hal ini pihak Kejaksaan Minsel untuk mengusut tuntas adanya indikasi korupsi dalam kasus ini,” tambahnya lagi.

Pembangunan rabat beton diketahui bersumber dari Dana Desa Malenos Baru tahun 2020 yang hingga saat ini belum selesai dikerjakan. Poluakan bahkan menduga kuat oknum Hukum tua (Kumtua) terkait telah melakukan penggelapan anggaran.

"Hal ini akan kami laporkan karena kuat dugaan ada penyelewengan anggaran pada program yang diperuntukkan bagi masyarakat," ujarnya.

Pekerjaan rabat beton ini sendiri sudah masuk dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibandrol senilai Rp. 242.785.975. Pekerjaan fisik Dana Desa Tahun 2020 hingga saat ini harusnya sudah selesai dilaksanakan.

"Sekarang sudah memasuki bulan kelima tahun anggaran 2021, tapi penyelesaian pekerjaan dalam hal ini rabat beton belum juga dilakukan," tukasnya.

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa belum selesainya jalan rabat beton wajib dipertanyakan anggarannya dikemanakan. "RAB jelas sampai 450 Meter, tapi kenapa sampai saat ini hanya sekitar 30 Meter dan pekerjaannya belum diselesaikan. Dikemanakan anggarannya, justru itu saya berharap kejari bisa profesional dalam melakukan pengusutan kasus ini agar menjadi efek untuk perangkat desa lainnya," harapnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Minsel Aldi Slesvigtor Hermon SH saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu tidak bisa memberikan komentar lebih. "Tunggu saya lagi rapat, nanti saya hubungi kembali," tutupnya.(david masengi)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors