Foto: Steaven Dandel
Data Kematian Akibat Covid-19 Naik, Dandel Langsung Klarifikasi
BUMI Nyiur Melambai kembali jadi pergunjingan. Sulawesi Utara (Sulut) masuk dalam daftar 20 provinsi di Indonesia yang mengalami kenaikan angka kematian akibat Covid-19. Data itu merujuk catatan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, hingga 15 Mei 2021.
"Ada 20 provinsi mengalami kenaikan angka kematian. Ini berkontribusi dalam kenaikan persentase angka kematian secara nasional sebesar 0,02 persen dalam enam hari terakhir," sebut Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 secara virtual, Minggu (16/5).
Satgas mencatat persentase angka kematian nasional naik dari 2,74 persen menjadi 2,76 persen. Adapun provinsi yang mengalami kenaikan angka kematian yakni Kalimantan Selatan, Bali, Aceh, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Lampung. Banten, NTT, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Yogyakarta, NTB, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, dan Kalimantan Barat.
"Selain itu, hanya ada enam provinsi yang mengalami penurunan angka kematian dan delapan provinsi dengan angka kematian yang tetap," ujar Dewi.
Data itu langsung ditanggapi Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulut. Menurut Juru Bicara (Jubir) Satgas Provinsi dr Steaven Dandel, peningkatan kasus kematian akibat Covid-19 di Sulut akibat kasus yang belum dilaporkan sebelumnya. "Itu tak mencerminkan kondisi real time epidemiologis Covid-19 di Sulut yang sebenarnya," tandas Dandel kepada wartawan, Selasa (18/5).
Dijelaskan Dandel, pelaporan kasus meninggal yang belum terlapor di bulan sebelumnya karena transisi dari sistem lama ke Aplikasi Allrecord. "Dalam sistem baru, mengharuskan kabupaten kota melaporkan kasus kematian di aplikasi tersebut dan bukan lagi provinsi," ungkapnya.
Lanjut dia, ada kabupaten kota yang belum sempat melaporkan kasus meninggal.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Sulut ini menambahkan, kasus meninggal Covid-19 di Sulut tercatat hanya ke tambahan satu kasus dalam dua pekan terakhir. "Catatan mereka sudah tahu meninggal tapi dalam verifikasi di aplikasi ini tidak dilakukan," lugasnya.
Diketahui, berdasarkan data terakhir kematian akibat Covid-19 di Sulut secara kumulatif hingga 16 Mei 2021 tercatat sebanyak 536 kasus.(kpc/sonny dinar)














































Komentar