Belajar Tatap Muka Kans Batal, Mitra (Masih) Punya Sekolah Bangsawan


Ratahan, MS

Rencana belajar tatap muka bagi siswa sekolah kans dibatalkan pemerintah. Adanya lonjakan kasus positif Corona Virus Disease-2019 (Covid-19), jadi penyebab. Minahasa Tenggara (Mitra) tampaknya tak terlalu khawatir dengan dibatalkannya rencana belajar tatap muka tersebut. Adanya sekolah ala anak bangsawan yang diterapkan semenjak tahun 2020 silam di Bumi Patokan Esa, jadi alasan.

Saat itu, pembelajaran siswa pendidikan formal ditingkatan Sekolah Dasar (SD) dan Menengah Pertama (SMP), dilakukan secara luar jaringan (luring), tatap muka, melibatkan beberapa siswa dengan lokasi yang luas dan dilakukan secara kontinyu.

Sedangkan, rencana pembatalan tatap muka jika direalisasikan pemerintah, pihak Dinas Pendidikan Mitra pun turut mendukungnya. “Kalau memang akan dibatalkan dikarenakan kondisi pandemi Corona saat ini, tentu kita harus mendukung hal itu demi keselamatan bersama,” ungkap Kepala Dinas, Ascke Benu, Kamis (1/7) kemarin.

Namun begitu, pembelajaran tatap muka secara luring yang dinamakan ‘Sekolah Bangsawan’ sudah dilakukan sejak setahun silam. Menurutnya, hal ini nyaris sama dengan rencana pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran yang baru. Hanya saja, siswa di Sekolah Bangsawan terbatas dan harus memenuhi unsur protokol kesehatan.

“Dalam pembelajaran ala anak bangsawan ini, persiapannya tentu lokasi belajar yang harus luas dan proses belajar-mengajar mengikuti protokol kesehatan. Kalau masker, tempat cuci tangan ataupun hand sanitizer, itu sudah tersedia,” beber Ascke.

“Sekolah ala anak bangsawan itu sudah dilakukan sejak tahun silam saat pelaksanaan pencegahan Covid Nineteen sedang ketat-ketatnya. Harus diakui inovasi pengembangan pendidikan di Mitra hingga terlaksananya Sekolah Bangsawan ini tak lepas dari peran bupati, Bapak James Sumendap,” sambung Ascke.

Disatu sisi dia berharap, realisasi tatap muka pada tahun ajaran baru dapat terlaksana sembari berdoa dan berusaha agar penanganan Covid-19 terus maksimal. “Tentu kita berharap tak ada lagi lonjakan-lonjakan kasus positif, agar kita juga dapat beraktifitas di era new normal sekarang ini,” pungkas Ascke. (recky korompis)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors