Stok Vaksin Kosong, Rabies Intai Warga Mitra


Ratahan, MS

Bahaya penyakit rabies atau anjing gila harus diwaspadai warga, khususnya di Minahasa Tenggara (Mitra). Adanya kasus kematian akibat rabies di sepanjang tahun 2022, mengisyaratkan infeksi virus yang menyerang sistim saraf manusia itu, sudah mengintai. Apalagi, Keberadaan vaksin anti rabies (VAR) yang kosong di Dinas Kesehatan (Dinkes), patut jadi perhatian.

 

Disatu sisi, peran serta masyarakat untuk turut serta mendukung vaksinasi rabies kepada hewan peliharaan oleh pemerintah, perlu ditunjang. Sebab, masih saja ada warga yang enggan menyertakan hewan peliharaannya, anjing, untuk diberikan vaksin oleh Tim Vaksinator Dinas Pertanian Mitra.

 

Pihak Dinkes sendiri mengakui keberadaan VAR dipihaknya dalam keadaan stok kosong. Padahal VAR dibutuhkan bagi pasien yang terkena gigitan anjing yang dapat beresiko mengakibatkan kematian, jika ta ditangani sedini mungkin.

 

“Keberadaan stok vaksin kita, saat ini sedang kosong,” ungkap Kepala Dinkes Mitra, Helny Ratuliu. “Vaksin tersebut sudah digunakan beberapa waktu lalu, ketika ada kasus pasien yang meninggal beberapa waktu lalu,” sambungnya.

 

Mengenai pengadaannya, Ratuliu menerangkan pihaknya sudah melakukan permintaan kepada pihak provinsi. “Namun hasilnya sama. Di provinsi juga stoknya kosong. Sebab vaksin dibagi ke kabupaten/kota yang lain,” ujarnya.

 

Sedangkan, sepanjang tahun 2022 ini, sudah ada 1 kasus rabies di Mitra dan 1 kasus suspek yang menimpa salah satu warga berumur 6 tahun, dimana video penanganannya sempat beredar di media sosial. “Sudah ada 1 kasus rabies meninggal dan 1 lagi kasus suspek yang menimpa anak berumur 6 tahun," ucap Ratuliu.

 

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Vecky Monigir turut mengakui jika masih ada warga yang enggan menyertakan hewan peliharaannya untuk divaksinasi. “Terutama di wilayah Silian. Ada sejumlah warga yang masih enggan hewan perliharaannya, anjing, untuk dilakukan vaksinasi,” tukas Monigir.

 

Padahal menurut dia, pihaknya melalui Tim Vaksinator melakukan vaksin kepada hewan peliharaan, rutin dilakukan selang 6 bulan. “Mudah-mudahan saja ini dapat menjadi perhatian warga. Sebab bahaya gigitan anjing yang terinfeksi rabies jika tak ditangani dengan cepat, akan sangat berdampak terhadap pasien. Sebab dapat menyebabkan kematian,” tuturnya.

 

“Tak hanya melalui gigitan, penularan rabies pada manusia itu bisa terjadi melalui cakaran atau bersentuhan dengan air liur hewan yang terinfeksi,” sambung Monigir. (recky korompis)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors


Mail Hosting