BNPB Suntik Dana Operasional untuk Manado dan Sulut


Manado, MS
Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Abdul Muhari PhD mengatakan, bantuan dana diberikan bagi penanganan bencana di Manado dan Sulut.

Menurutnya, Manado kebagian anggaran operasional tanggap darurat sebesar Rp500 juta. Dan, Rp 250 juta berupa bantuan logistik untuk para penyintas antara lain selimut 2000 buah, terpal 1000, tenda ukuran 3 x 4 meter dan ukuran 4 x 4 masing-masing itu sebanyak 25.

Sedangkan, Pemprov Sulut menerima bantuan dana siap pakai sebesar Rp700 juta dan bantuan logistik senilai Rp300 juta. Bantuan logistik tersebut berupa selimut 3.000 buah, matras 3.000, tenda ukuran 3 x 4 sebanyak 50 dan tenda ukuran 4 x 4 50.  

"Ada ribuan warga mengungsi karena rumah atau lokasi tinggal mereka terdampak bencana," kata dia.

Dia merinci, mereka yang mengungsi berjumlah 1674 orang, tersebar di beberapa kecamatan, seperti Bunaken 948 warga, Paal Dua 370, Singkil 215, Tikala 100 dan Wanang 41.

Tingkatan kerusakan rumah pun BNPB peroleh, dimana data terakhir masuk yang rusak berat sebanyak 420 unit rumah warga kota mengalami rusak berat akibat banjir, sedangkan 103 lainnya rusak sedang dan 448 rusak ringan.

Terdapat pula fasilitas umum masing-masing satu unit, antara lain pasar, pemakaman warga, gereja, masjid, kantor kelurahan dan tempat pacuan kuda. 

Sementara itu, tanah longsor mengakibatkan rumah rusak berat 33 unit, rusak sedang 59 dan 47 rusak ringan. Untuk fasilitas umum, 1 unit masjid terdampak dan ruas jalan Adiura-Pandu terputus. 

"Pemkot Manado sendiri sudah menetapkan status keadaan darurat penanganan banjir dan tanah longsor. Status dengan nomor 27/KEP/B06/BPBD/2023 ini berlangsung 7 hari, terhitung dari 27 Januari hingga 2 Februari 2023," ungkapnya. (devy kumaat)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting