Foto: Anggie bersama pasukan pengamanan perdamaian Dunia (UN) Satgas BGC TNI XXXIX -E Manusco Kongo usai melaksanakan sholat Ied di Kongo, Afrika. (Foto.ist)
Serda Anggelia Febryani Sholat Ied di Kongo Afrika
Manado, MS - Tanggung jawab mengemban tugas sebagai pasukan pengamanan perdamaian Dunia (UN) Satgas BGC TNI XXXIX -E Manusco Kongo, Afrika, tidak membuatnya meninggalkan kewajiban sebagai seorang muslim dalam melaksanakan Sholat Ied di Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H.
Hal itu diungkapkan Anggie sapaan akrab dari Sersan Dua (Serda) Anggelia Febryani kepada mediasulut.co lewat pesan singkatnya, kemarin. “Tugas yang diemban sebagai penjaga perdamaian di Kongo Afrika merupakan kehormatan sebagai Kowad. Tentu semuanya harus disyukuri,” ujar mantan atlet bola voli Proliga Jakarta PLN Elektrik ini.
Terkait perayaan Idul Fitri tahun ini, kata dia, menjadi momentum penting dalam hidupnya. Itu di tengah tugas dan pengabdian bagi bangsa dan negara serta perdamaian dunia. “Makanya, patut disyukuri. Ini momentum penting dalam hidup. Apalagi, harus melaksanakan sholat Ied di tempat tugas. Sangat berkesan,” timpalnya.
Seperti diketahui, Anggelia Febryani lahir di Manado 21 Februari 2001. Ia lulusan Kowad tahun 2019 dan bertugas di Pomdam XIII/Merdeka. Saat ini, Anggie dipercayakan bertugas sebagai pasukan pengamanan perdamaian Dunia (UN) Satgas BGC TNI XXXIX -E Manusco. Dia anak dari Bapak Suparmin dan Ibu Mercy Merry. Ayahnya bertugas di Denpom XIII/1 Manado berpangkat Sersan Mayor atau Serma.
“Doakan ya agar tetap sehat dalam menjalankan tugas,” ujarnya sembari mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri bagi seluruh umat muslim.
“Minal Aidin wal Faidzin,” imbuh wanita berparas ayu ini.(MySol)










































Komentar