Foto: Camat Tomohon Barat Rosevelty Kapoh dan Lurah Woloan Satu Andre Kojongian saat mengawasi pekerjaan yang tinggal finishing
Wow... Bedah Rumah di Tombar, Anggaran 20 Juta Realisasi 200 Juta
Tomohon, MS
Fantastis sistem yang dibangun Pemerintah Kecamatan Tomohon Barat (Tombar) dalam menindaklanjuti proyek Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bernilai 20 juta dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Tomohon. Apa pasal? Jika dilihat dari hasil bedah 1 rumah yang dikerjakan kurang lebih 14 Hari di kelurahan Woloan Kecamatan Tomohon Barat diperkirakan mencapai kurang lebih 200 juta. Menariknya di Tahun 2023 ini sudah 4 unit rumah layak huni di Kecamatan Tomohon Barat dikerjakan dengan profesional dan transparan.
Kepala wilayah Kecamatan Tomohon Barat Rosevelty Kapoh SH didampingi Lurah Kelurahan Wolan Satu Andre Jackson Rileman Kojongian mengatakan bahwa sistem yang dibangun adalah kolaborasi antara pihak Gereja dan Pemerintah Kelurahan dimana masyarakat diajak berpartisipasi mulai dari proses perencanaan pekerjaan Rumah hingga pelaksanaan dan baik Camat maupun Lurah menjadi pengawas.
"Untuk bedah rumah yang dilaksanakan di wilayah kecamatan Tamohon Barat itu kita melibatkan masyarakat. Contoh yang mendesain gambar rumah dan memasang jaringan listrik dari anak SMKN Kristen 1 Tomohon, kemudian yang mengerjakan adalah para bapak bapak dan ada juga peran Linmas Kelurahan. Tak hanya itu saja, untuk bahan bahan diluar pihak ketiga, oleh pihak kelurahan melobi kepada warga lain yang bersedia membantu keluarga," ujar Kapoh kepada mediasulut.co Rabu 18/10 sore tadi.
Lebih lanjut dikatakannya, sehingga hasil rumah yang dikerjakan ini terlihat mewah karena dipasang keramik.
"Mana ada bedah rumah sampai dipasang keramik hingga pekerjaan dikerjakan sampai Dapur dan Toilet dengan nilai 20 juta. Bahkan ada Selasar rumah yang ditata indah. Ini berkat pemberian warga gereja yang memberi keringanan agar tempat tinggal terlihat mewah dan sangat layak untuk ditempati, " jelasnya.
Sementara itu menurut lurah Woloan Satu, Andre Jackson Rileman Kojongian bahwa ini bisa jadi pilot project buat Kelurahan lainnya di Kota Tomohon karena selain bantuan dari pemerintah juga ada swadaya masyarakat.
"Yah ini ada swadaya masyarakat, dan kita berupaya menumbuhkan partisipasi publik seperti gotong royong sambil merealisasikan semua anggaran secara transparan," ujar Kojongian sembari mengatakan jika di Woloan Satu ada kurang lebih 11 rumah lagi yang perlu juga mendapat perhatian dari pihak Dinas dan masyarakat.
Sementara itu salah satu pemilik rumah yang dibedah, Clara Pontoh (60) mengaku senang dengan adanya program ini.
"Terimakasih pak Walikota Tomohon Caroll Senduk, makase pak Camat dan Pak lurah Woloan Satu karena rumah yang puluhan tahun tinggal, akhirnya diperbaiki. Sangat bersyukur dengan apa yang dikerjakan ini. Semoga diberkati juga umat yang datang membantu untuk memudahkan pekerjaan ini," ujar ibu Clara itu. Kini Rumah yang berukuran 6x9 itu sudah selesai dan tinggal dilakukan peresmian rumah. (Rommy Kaunang).











































Komentar