Bupati Kumendong Laporkan Kondisi Pemerintahan di Minahasa Kepada Wagub Kandouw
Tondano, MS
Pj Bupati Dr Jemmy Stani Kumendong MSi, menyampaikan kondisi
wilayah Kabupaten Minahasa secara terperinci kepada Wakil Gubernur Sulawesi
Utara (Sulut), Drs Steven Kandouw dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Pj Jemmy Kumendong pada rapat kerja
dalam rangka koordinasi dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan,
serta kemasyarakatan, di Aula Wale Ne Tou Tondano, Kamis (30/11/23).
Pj Bupati Kumendong juga mengatakan, kegiatan ini merupakan
momentum untuk konsolidasi jajaran Pemkab Minahasa berkenaan dengan menanggapi
berbagai isu-isu strategis aktual. Termasuk didalamnya menghadapi perayaan
Natal dan Tahun Baru 2024.
Kumendong menjelaskan, kondisi wilayah Kabupaten Minahasa
saat ini memiliki luas sekitar 1.029 Km. Dan secara administratif meliputi 25
kecamatan, 227 desa, 43 kelurahan, dan 1.015 jaga. Sedangkan jumlah penduduk
sebanyak 344.440 jiwa. Dimana jumlah laki-laki 175.655 jiwa, perempuan 168.785
jiwa.
Sedangkan untuk memberikan pelayanan publik kepada
masyarakat, Pemkab Minahasa didukung dengan ketersediaan jumlah ASN sebanyak
4.483 orang. Dengan rincian PNS sebanyak 3.844 dan PPPK sebanyak 639, serta THL
3.128 orang, yang beraktifitas di 59 unit kerja termasuk kecamatan. Sementara
jumlah tenaga pendidikan (ASN-PPPK), berjumlah 4.558 orang, yang tersebar di
355 TK/Paud, 340 SD, dan 104 SMP, serta 5 di SKB.
Untuk memaksimalkan penyelenggaraan pembangunan desa. Maka
telah dialokasikan dana desa tahun 2023 sebesar Rp. 167.661.810.000, dan tambahan
alokasi dana desa sebesar Rp. 6.423.523.00, didalamnya BLT sebanyak 7.396 KPM
dengan total Rp. 26.627.600.000 atau sekitar 15,88 persen.
Kumendong menjelaskan bahwa Minahasa memiliki 227 hukum tua,
diantaranya 98 definitif dan 129 pelaksana tugas. Kemudian, untuk perangkat
desa sebanyak 3.326 orang, dan BPD 1.286 orang. Sedangkan postur APBD tahun
2023, sesudah perubahan sebesar Rp. 1.424.771.890.894, dan sumber PAD Rp.
86.514.374.000.
"Dengan dukungan semua komponen, Pemkab Minahasa
memperoleh sejumlah penghargaan di tahun 2023. Diantaranya penghargaan opini
WTP ke-9 kali berturut-turut. Penghargaan TPID Award terbaik antar kabupaten
kota se Sulawesi. Dan terakhir, penghargaan BKN Award peringkat l penerapan
pemanfaatan data sistem informasi dan CAT pemerintah kabupaten kota wilayah
tengah tipe besar," ungkapnya.
Kumendong juga menyampaikan terkait perampungan pembangunan
rumah sakit daerah, serta beberapa infrastruktur pokok penunjang yang masih
perlu dilengkapi. Dan diharapkan rumah sakit daerah tersebut dapat beroperasi
sesuai dengan harapan.
"Di tahun ini, Minahasa mendapat kepercayaan sebagai
tuan rumah beberapa kegiatan dan event, baik lokal, regional, nasional, maupun
internasional. Tentunya semua itu berkat dukungan seluruh elemen masyarakat,
Forkopimda dan Pemprov Sulut. Dengan begitu, semua kegiatan tersebut dapat
terlaksana dengan baik, termasuk didalamnya pelaksanaan Konas dan Musyawarah
Kerja PKB-PGI, juga Minahasa Wakefest series 2023 di Danau Tondano,"
bebernya.
Mantan Karo Pemerintahan Pemprov Sulut itu menjelaskan bahwa
Minahasa adalah tanah adat dan budaya yang tumbuh dari peradaban, serta
menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan juga toleransi dengan falsafah jiwa
maleos-leosan, masawang-sawangan, malinga-lingaan, karena "Torang Samua
Basudara, Torang Samua Ciptaan Tuhan".
"Hal inilah menjadi garansi positif untuk menjamin
kondisi Kabupaten Minahasa yang aman dan damai untuk kenyamanan semua warga,
guna beraktifitas di berbagai sektor pembangunan. Demikian pula, kondisi saat
ini juga memberi jaminan bahwa Kabupaten Minahasa siap untuk mensukseskan
perhelatan politik nasional Pemilu 2024," pungkasnya.
Sementara, Wagub Steven Kandouw memberikan apresiasi kepada
Pemkab Minahasa atas sinergitas kerja sebagai penyelenggara pemerintahan juga
pelaku utama pembangunan lewat implementasi tugas dan tanggung jawab
masing-masing.
"Apa lagi belum lama ini, Pemkab Minahasa bersama
komponen pembangunan di Kabupaten Minahasa, sukes membuat Kabupaten Minahasa
menjadi tuan rumah gelaran event internasional, Minahasa Wakefest 2023 yang
berlokasi di Danau Tondano," katanya.
Wagub juga menyampaikan progres pembangunan di Provinsi
Sulut. Hal itu ditandai dengan berbagai capaian pembangunan yang berhasil
ditorehkan bersama. Menurutnya, capaian tersebut merupakan prestasi bersama
yang patut disyukuri, serta harus dijadikan sebagai landasan pijak dalam
melanjutkan pembangunan daerah kedepan.
"Oleh karena itu, menapaki kerja pembangunan daerah
kedepan, saya mengajak jajaran Pemkab Minahasa dan segenap komponen pembangunan
daerah di daerah ini, untuk terus membangun sinergitas kerja dengan pemerintah
provinsi. Karena sangat disadari bahwa membangun daerah bukanlah tugas yang
mudah, apa lagi jika dilakukan secara parsial atau terpisah," ujarnya.
Kandouw pun berpesan harus ada sinergitas antara Pemkab,
unsur atau unit kerja pembangunan di tingkat kabupaten dengan Pemprov. Baik
dalam rencana pembangunan daerah, maupun pelaksanaan setiap program dan agenda
kerja.
"Salah satu agenda yang menuntut sinergitas kerja kita
kedepan, adalah pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak. Dan harus dipahami
kembali, bahwa sudah menjadi tugas kita bersama untuk mensukseskan pesat
demokrasi tahun 2024 mendatang, agar dapat berjalan secara jujur, adil, dan
bermartabat, demi kesinambungan pembangunan di Provinsi Sulut termasuk di
Kabupaten Minahasa," sebut Wagub Kandouw, seraya berpesan agar jajaran
Pemkab bersama komponen pembangunan, menjadi pelopor kerukunan dan kedamaian di
tengah masyarakat.
Hadir di kegiatan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa,
Dr Lynda Watania MM MSi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulut, Dr Denny
Mangala MSi, jajaran Pemkab, kepala sekolah serta hukum tua se Minahasa.(jackson kewas)








































Komentar