Rutin Gelar Posyandu, Pemdes Noongan Konsisten Kawal Gizi Balita dan Ibu Hamil


Langowan, MS

Pemerintah Desa Noongan bersama Tim Penggerak PKK terus memperketat pengawasan kesehatan warganya sebagai langkah konkret memutus mata rantai stunting di wilayah tersebut.

Melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang terus bergulir setiap bulan, dengan menyasar dua kelompok paling rentan yakni ibu hamil dan anak di bawah lima tahun (balita).

Hukum Tua Desa Noongan, Djems Rudy Wungkana mengatakan, Posyandu merupakan langkah preventif yang diambil bukan sekadar sebagai pemenuhan program kerja, melainkan sebagai investasi jangka panjang demi mencetak generasi Noongan yang sehat dan bebas dari risiko gizi buruk.

“Jadi kegiatan Posyandu ini melibatkan kader di desa dan bekerjasama dengan pihak Puskesmas Langowan Barat. Selain pengecekan kesehatan, balita dan ibu hamil diberikan makanan tambahan. Khusus balita mendapatkan pelayanan imunisasi,” kata Wungkana didampingi Ketua TPK-PKK Desa Noonga, Renny Manorek.

Dalam kegiatan Posyandu, dilakukan deteksi dini yang meliputi pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala serta pemeriksaan berkala untuk ibu hamil dan lansia. Kemudian Pemberian layanan imunisasi wajib bagi balita guna meningkatkan imunitas tubuh. Juga ketahanan gizi melalui Pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta susu khusus untuk mendongkrak kualitas nutrisi harian.

"Program ini tiap bulan kami lakukan. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak atau ibu hamil di Noongan yang luput dari akses layanan kesehatan dasar. Goal besar kita adalah desa ini benar-benar bersih dan bebas dari stunting yang dipicu oleh kurangnya penanganan kesehatan maupun gizi buruk," tegas Hukum Tua Djems Wungkana.

Dengan adanya kolaborasi aktif antara pemerintah desa, kader PKK, tenaga kesehatan, dan kesadaran masyarakat yang tinggi, Desa Noongan optimistis kualitas kesehatan warganya akan terus merangkak naik secara signifikan. (jackson)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting