Foto: Sejumlah Baliho Youla Lariwa Mantik yang diduga dirusak oleh oknum-oknum yang tak bertanggung-jawab.
Menguat Cawabup Minahasa, Baliho Youla Lariwa Mantik Diduga Dirusak
Tondano, MS
Tensi politik di Minahasa kian meningkat jelang pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada).
Kehadiran sosok Youla Lariwa Mantik SH MH (YLM) jadi penyulut.
Bakal Calon Bupati (Bacabup) Minahasa 2024–2029 yang bakal diusung Partai Gerindra itu disinyalir kian mengusik rival politik.
Terbukti, jelang penentuan Calon Bupati (Cabup) Minahasa, aksi pengrusakan terhadap baliho sosialisasi dari YLM terkesan kian masif.
Faktanya, baliho bertajuk YLM Untuk Minahasa Keter (Minahasa Kuat, red) yang dipasang di beberapa lokasi diduga kuat sengaja dirusak.
Tak hanya di wilayah Tondano, Ibu Kota Kabupaten Minahasa, perusakan baliho sosialisasi juga terjadi di wilayah Langowan dan Eris.
Namun fenomena yang menciderai proses politik itu, ditanggapi bijaksana oleh srikandi pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres tersebut.
"Mungkin saja, orang yang merusaknya, kenal saya. Sebaiknya, marilah kita berpesta demokrasi dengan riang gembira,” singkatnya dingin.
Namun, sikap berbeda didendangkan para pendukung YLM. Aksi dari oknum-oknum yang tak bertanggung jawab itu dinilai telah mengangkangi demokrasi.
"Bukan mau menuduh. Tapi bisa jadi, perusakan baliho YLM ini, karena mungkin dirasa beliau jadi ancaman bagi calon yang lain," sembur sejumlah militan YLM.
"Ini (Perusakan baliho YLM, red) harus diusut tuntas. Supaya jadi pembelajaran proses demokrasi yang baik di daerah," sambung mereka.
Nada tegas serupa dilayangkan, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Laskar Manguni Indonesia (LMI) Kabupaten Minahasa, Noldy Lila.
Ia mengecam keras tindakan pengrusakan baliho tersebut. Budo, sapaan akrabnya mendorong aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“Saya minta aparat, khususnya Polres Minahasa untuk segera menindak-lanjutinya. Agar tak terjadi lagi aksi-aksi yang melanggar proses demokrasi,” lugasnya Sabtu (29/6/2024).
Ia mendorong semua pendukung calon bupati manapun untuk bersaing secara sehat dengan menonjolkan visi, misi, ide, dan gagasan untuk membangun Minahasa lebih maju dan sejahtera.
"Bukang dengan cara-cara yang melanggar hukum dan asas berdemokrasi," tandasnya.
Kapolres Minahasa AKBP S. Sophian, SIk MH, saat dikonfirmasi wartawan terkait pengrusakan baliho ini, berjanji akan menindak-lanjuti peristiwa tersebut.
“Terima kasih atas informasinya. Nanti akan dikoordinasikan dengan kasat reskrim,” singkatnya.(red/*)









































Komentar