Litbang Kompas Muncul, Survei Elektabilitas AARS Direspon Tertinggi
Manado, MS
Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas atau tingkat keterpilihan pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Manado Andrei Angouw-Richard Sualang (AARS) tinggi.
Hal tersebut diperoleh sesuai rilis mereka, Selasa (8/10/24).
Terkini, sesuai simulasi Pilkada 2024 AARS dengan responden diberikan pertanyaan sebagai berikuti jika pilkada Manado dilakukan hari ini, pasangan calon walikota dan wakil walikota Manado mana yang akan anda pilih, terjawab AARS 53.3 persen. Sisanya, dibagi ke paslon lain.
Urutan lainnya hanya terbagi 31.6 persen, 6.1 persen dan 1,6 persen.
Hail Litbang tersampaikan di rilis menyebutkan, kalau hampir sebagian responden akan memilih pasangan Andrei Angouw dan Richard Sualang.
"Mayoritas dari mereka pun sudah pasti akan memilih calon kandidatnya," kata Litbang Kompas dalam rilisnya.
Diajukan pula pertanyaan, apakah pilihan anda terhadap kandidat tersebut sudah pasti atau masih dapat berubah.
Jawabannya kembali didapati kalau responden sudah pasti atau tidak akan berubah untuk semua kandidat sebesar 79.6 persen, dan masih ragu-ragu sebesar 19.1 persen.
Turut melakukan penyampaian adalah Ketua Tim Kampanye dan Pemenangan Reza Rumambi.
Terkait itu, Andrei Angouw didampingi Richard Sualang mengungkapkan, berdasarkan survei pasangan AARS sudah melampaui paslon lainnya.
Disampaikannya, berdasarkan survei itu kelihatan telah menang, yakni diatas 50 persen.
Dimana, tentunya tanpa melewati kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa dengan perlunya kita harus bekerja.
Kembali dimintakan, kalau dalam proses kampanye dijalani dengan santai saja.
"Kampanye berproses santai saja, door to door terus sampaikan apa yang sudah torang kerjakan,” ucap AA di momen pelantikan tim kampanye di Gran Puri Hotel Manado.
Diajaknya, seluruh anggota tim kampanye dalam posisi yang menunjukkan bahwa AARS miliki bukti bekerja hingga kini.
“Bukti yang paling penting yang tercipta dan nyata di lapangan. Seperti fisik jalan, lampu, drainase. Kita unggulkan bukti," pungkasnya. (devy kumaat)










































Komentar