Foto: Suasana RDP di Komisi IV.
RDP Komisi IV Seru Bahas Info Darurat Kebencanaan, Siswa Kurang Hingga Dana BOS
Manado, MS
Komisi IV menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau Hearing dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Manado, Selasa (24/2/25).
Ketua Komisi IV Jimmy Gosal SH MH memimpin jalannya RDP dengan meminta penyampaian dari BPBD terdahulu. Didampingi Wakil Ketua Lady Olga SE,
Andre Gerungan SH, Dr Florens Panungkelan MPd, Natanael Pepah SE, Revani Parasan SH, M Iqbal Anshari, Monica Tambajong SE MBA dan Roy Ticoalu.
Setelah itu satu per satu para personil komisi diberi waktu menanggapi terkait mekanisme dalam penanggulangan bencana.
Misalkan, koordinasi antar pemerintah setempat hingga bantuan-bantuan seperti apa yang diperankan BPBD Manado.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga, didampingi Sekretaris Mursyid Panglima dan salah satu Kabid Michael menuturkan, pihaknya selalu turut serta dalam keadaan itu.
“Misalkan tentang penyaluran bantuan diberi berupa Family Kit, sedangkan lain lagi datang bantuan melalui DInas Sosial,” kata Sambuaga.
Perjalanan pembahasan itu sendiri mendapatkan sejumlah harapan, dalam upaya penanggulang keadaan darurat bencana di Manado.
Dalam RDP pun diharapkan masyarakat Manado tetap waspada akan kondisi alam atau cuaca, untuk sedini mungkin dalam kewaspadaan.
Tak berselang lama, giliran Dikbud Manado. Dan, arah pembicaraan datang dari hasil seluruh personil komisi turun lapangan (turlap) lalu di dua sekolah.
Dimana, masalah kekurangan Siswa di SMP Negeri IX dan pemanfaaatan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terangkat sampai dibahas dalam RDP.
Tampak mengikuti RDP, yakni Kepala Dikbud Manado Steven Tumiwa SPd MPd, Sekretaris Diknas, Kabid PAUD, Kabid Pembinaan SMP, Kabid Pembinaan SD dan Kabid Pemberdayaan.
Banyak disentil para personil komisi memberi soal kondisi mengapa ada kekurangan siswa di SMP Negeri IX.
Pasalnya, sekolah tersebut berada diambang batas jumlah siswa di sekolah, yakni hanya 64 murid.
Pun, sekolah itu dahulu berjumlah 6 kelas, kini tertinggal 3.
Mengenai itu, Gosal selaku pimpinan rapat menuturkan, Dikbud Manado perlu memberi solusi dari kondisi sekolah tersebut.
“Harapan kami, sebagai mitra kerja atau fungsi pengawasan komisi kami Dikbud memberi jalan keluarnya ke sekolah itu," ujarnya.
Sementara itu, Panungkelan menyampaikan, sekolah pentingnya ada pendampingan, pengawasan agar memiliki Brand atau terdapat keunggulan.
“Dalam hal ini, muncul ketertarikan calon siswa. Itu yang perlu dilakukan Dikbud untuk sekolah tidak ditutup,” ujarnya.
Lebih menyedot perhatian di SD Negeri VI yang kondisi infrastrukturnya memperihatinkan ketika mereka turlap.
Terdapat lantai yang rusak, balon lampu hilang, toilet yang jorok sampai para personil mempertanyakan kemana penggunaan dana BOS.
Personil komisi Revanni Parasan SH, secara lantang mempertanyakan terkait hal tersebut, sembari berujar ada anggaran telah dikucurkan untuk itu.
“Ini wajib mendapat perhatian Dikbud Manado dan jangan lambat mengantisipasinya,” tegas dia.
Mengenai seluruh penyampaian para legislator, Kepala Dikbud Manado Steven Tumiwa SPd MPd menjelaskan secara rinci keseluruhan tanggaan mereka.
Misalkan menjelaskan mengenai pengurangan di SMPN IX itu karena harus membagi siswanya ke SMPN 18 di Pandu.
Sodoran penyampaian itu, lantas membuat pembahasan mendapat kepahaman.
Ditekankan Tumiwa, dipenerimaan siswa baru 2025 ini bakal melaksanakan system domisili, tak lagi zonasi.
Meski ada juga jalur prestasi yang memungkinkan siswanya masuk ke sekolah pilihannya.
“Soal zonasi itu sesuai arahan pihak Kementerian Pendidikan RI dan kami akan memperketat hal tersebut di penerimaan murid baru dalam waktu dekat,” ungkapnya. (devy kumaat)











































Komentar