Deprov Minta Bank Sulutgo Persiapkan SDM Mumpuni
Manado, MS
Managemen internal Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) dikritisi. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) mendorong adanya upaya pembenahan kualitas sumber daya manusia (SDM). Utamanya mendesak agar ‘bank plat merah’ ini kian berkembang tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Resiko politik dinilai bisa jadi ancaman Bank Sulutgo terus-menurus bergantung pada APBD. Dengan demikian bank ini diharapkan bisa kuat dan mandiri. Harus punya SDM hebat sendiri, kemudian perlahan mulai tidak bergantung pada anggaran daerah. “Mungkin nanti kabupaten kota akan berbondong-bondong mengusul SDM mereka. Kalau itu tidak ditangani secara tepat. Maka saya hanya usulkan agar kiranya disiapkan langkah-langkah. Terlebih menghadapi era globalisasi dengan mengambil tenaga-tenaga yang memang mumpuni dari segi aturan dan memiliki standar perbankan. Jangan memaksakan kehendak (memasukan tenaga-tenaga yang tidak mumpuni, red),” ungkap Anggota Panitia Khusus (Pansus), Ayub Ali Albugis dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2018 bersama Bank Sulutgo, di ruang rapat paripurna DPRD Sulut, Jumat (3/5).
Bank Sulutgo dipandang sebagai salah satu penentu kesejahteraan rakyat. Maka dari itu, bank ini harus bangkit dan berkembang. Jangan lagi menjadi bank APBD melainkan bank konvensional yang umumnya dilakukan bank-bank lain. “Ini supaya nanti siapapun yang akan memimpin setelah bapak, tidak takut karena akan kena resiko politik. Maka bapak (Jeffry Dendeng, red) jangan jadi bank yang bergantung pada APBD tapi bank konvensional yang bisa bersaing dengan bank-bank yang lainnya,” tutur anggota dewan provinsi (deprov) yang duduk di komisi III ini.
Direkrut Utama (Dirut) Bank Sulutgo, Jeffry Dendeng menyampaikan, tahun yang lalu 2018 pihaknya sudah terpaksa mengangkat pegawai dari luar yang ahli sekitar 6 orang. Mereka telah masuk ke Bank Sulutgo. “Kemudian tugas mereka di antaranya memberikan kredit. Itulah salah satu yang menyebabkan peningkatan kredit kita dari 5 persen menjadi 12 persen. Itu atas aktivitas mereka,” jelasnya.
Hanya saja menurutnya, tidak mungkin pihaknya terus berharap kepada 6 orang yang mereka rekrut. Makanya, orang-orang yang punya ahli ini juga ditugaskan untuk memberikan pelatihan kepada pegawai-pegawai yang lain. Dengan demikian kecakapan kredit produktif ini tidak hanya dimiliki 6 orang tersebut tapi di seluruh cabang Bank Sulutgo. “Inilah sekarang kelas yang kita bangun. Pelatihnya mereka yang kita rekrut dari luar. Persiapan ini sementara kita siapkan terus-menurus,” kunci Dendeng. (arfin tompodung)












































Komentar