Dukung Visi Wujudkan Tomohon Sebagai Kota Wisata Dunia, Dispar Gelar Pelatihan Pengelolaan Kampung Wisata


Tomohon,MS

Komitmen mewukudkan Kota Tomohon sebagai Kota Wisata Dunia, tidaklah mudah. Pemerintah Kota Tomohon. Dalam rangka mendukung visi dan misi Walikota Caroll Senduk dan Wakil Walikota Sendy Rumajar, Dinas Pariwisata setempat menggelar pelatihan pengelolaan Kampung Wisata selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Mei 2025, di Hotel Wise Kota Tomohon.

Kegiatan ini diikuti oleh para peserta dari berbagai kalangan, termasuk lurah, penggiat desa, dan masyarakat setempat. Tujuan utamanya adalah membangun dan mengelola desa wisata secara berkelanjutan dan kompetitif, sekaligus meningkatkan potensi ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi yang kompeten, yakni Prof Dr Ir Winda Mercedes Mingkid M.Sc. yang memberikan materi terkait pengelolaan desa wisata dan pengembangan potensi pariwisata desa.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Klaudius Kalesaran menjelaskan bahwa desa wisata merupakan konsep pengembangan wilayah pedesaan yang berfokus pada potensi alam, budaya, dan tradisi lokal. "Desa wisata bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui sektor pariwisata, sekaligus melestarikan lingkungan dan budaya setempat," ujarnya.

Lebih jauh, Klaudius menegaskan bahwa desa wisata bukan hanya sekadar tempat rekreasi, tetapi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat untuk mengembangkan potensi daerahnya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat sangat penting agar manfaat ekonomi dari pengembangan desa wisata dapat dirasakan secara adil.

Beberapa elemen penting dalam pengembangan desa wisata meliputi atraksi wisata yang menarik, fasilitas pendukung seperti akomodasi dan transportasi, aksesibilitas yang mudah, serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan. Pelestarian budaya dan lingkungan juga menjadi prioritas agar karakter asli desa tetap terjaga.

Pengembangan desa wisata di Tomohon diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Beberapa desa yang memiliki potensi besar dengan keindahan alam dan budaya yang masih terjaga, menjadi contoh yang akan dikembangkan lebih lanjut.

Pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), khususnya para lurah dan penggiat desa, agar mampu membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang profesional dan inovatif. "Kami ingin menciptakan SDM unggul yang mampu menghasilkan produk wisata unggulan, baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara," kata Klaudius.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Tomohon, Judistirha Siwu, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota yang tertuang dalam RPJMD 2025-2030, yaitu mewujudkan Tomohon sebagai Kota Wisata Dunia. Ia menambahkan bahwa pengembangan pariwisata harus dilakukan secara berkelanjutan dan mengedepankan prinsip sustainable tourism.

“Dalam rencana jangka panjang 2025-2045, pembangunan pariwisata di Tomohon harus berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Kami juga mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar Sulawesi Utara, termasuk Tomohon, menjadi daerah pariwisata unggulan dan berdaya saing,” ujarnya.

Judistirha menekankan bahwa Tomohon tidak memiliki desa tradisional, sehingga konsep pengembangan yang digunakan adalah Kampung Wisata yang dimulai dari partisipasi aktif masyarakat. “Pengembangan ini harus dilakukan secara bottom-up dan kolaboratif melalui pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor sangat penting agar ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dapat terbentuk dan memberikan manfaat ekonomi, sosial, serta lingkungan. “Kami juga menggandeng Dinas Koperasi dan instansi terkait lainnya untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif di kawasan wisata,” tutupnya.

Dengan langkah bersama dan komitmen seluruh pihak, diharapkan Tomohon mampu mewujudkan cita-cita besar menjadi Kota Wisata Dunia yang berdaya saing dan berkelanjutan. (RommyKaunang/*)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting