Peringatan Hardiknas 2026, Gubernur Yulius : Kemendikdasmen Miliki Cara Tingkatkan Kualitas Pendidikan


Manado, MS
Gubernur Yulius Selvanus SE di momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 oleh Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) tampil berbeda. 
Busana adat khas Minahasa dipakai gubernur, sama halnya yang dikenakan sang isteri Ketua TP-PKK Sulut Ny Anik Yulius Selvanus. 

Pun, komandan upacara hingga jajaran Pemprov Sulut tampak mengenakan busana daerah. 
Sehingga, memberi warna sendiri. 




Dikatakan gubernur, pendidikan layak dijadikan fondasi utama pembangunan bangsa dan instrumen strategis untuk mengangkat martabat masyarakat. 

Di kesempatan itu, sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia turut dibacakan. 

Digaris bawahi pula gubernur, kalau pemerintah pusat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kini tengah memprioritaskan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. 

"Strategi ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada pembangunan sumber daya manusia unggul dan tangguh demi mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dan bermartabat," ujarnya. 

Disampaikan pula, perbaikan kualitas bangsa harus dimulai dari dalam kelas melalui lingkungan belajar yang nyaman dan fasilitas yang memadai.  

Terkait capaian strategis, Gubernur memaparkan bahwa hingga tahun 2025, pemerintah telah melakukan revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan serta mendistribusikan papan interaktif digital ke lebih dari 288.000 sekolah guna mendukung digitalisasi pembelajaran. 

Selain infrastruktur, perhatian besar juga diberikan pada kesejahteraan tenaga pendidik, di mana pada tahun 2026 dialokasikan beasiswa bagi 150.000 guru yang belum berkualifikasi S1 agar dapat mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).  

Disoroti akan pentingnya penguatan karakter melalui budaya sekolah yang aman dan inklusif sesuai arahan Presiden mengenai budaya ASRI (Aman, Sehat, Risiko, dan Indah).

Di samping, program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat diharapkan mampu membangun kohesi sosial serta menjaga sekolah dari segala bentuk perundungan dan kekerasan. 

Turut dikatakan gubernur, langkah peningkatan kualitas literasi, numerasi, serta pengembangan bakat melalui seni dan olahraga tetap menjadi pilar utama dalam mengevaluasi kemampuan akademik siswa.  

"Keberhasilan seluruh kebijakan ini sangat bergantung pada tiga hal utama, yakni pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Saya mengajak, mulai dari keluarga hingga dunia usaha, untuk berkolaborasi mewujudkan fondasi pendidikan bermutu bagi semua demi mencerdaskan kehidupan bangsa di Sulut,"pungkasnya.
Hadir saat itu, unsur Forkopimda Sulut, para pejabat tinggi pratama, para staf khusus Gubernur Sulut. (DevyKumaat) 


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting