Harga Cengkih Kans Rp85 Ribu, PT Djarum ‘Penyelamat’


Manado, MS

Gundah petani cengkih Nyiur Melambai meredah. Harga ‘emas cokelat’ berpotensi bersinar. Campur tangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut memboyong PT Djarum Kudus, jadi pemicu.

Terkini, perusahaan rokok yang berdiri sejak tanggal 21 april 1951 itu, siap membeli cengkih petani Sulut dari hasil panen raya dengan harga Rp85 ribu per kilogram (kg). Sebagai catatan, untuk kadar air 13 persen.

Kepastian ini disampaikan perwakilan PT Djarum dihadapan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Edwin Silangen, pada pertemuan yang berlangsung di ruang kerjanya, Senin (24/6) kemarin.

Tatap muka yang berlangsung secara kekeluargaan ini, juga dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jenny Karouw dan Kepala Biro Protokol dan Humas Dantje Lantang serta perwakilan PT Gudang Garam.

“Kesediaan PT Djarum menyerap sebagian besar komoditi cengkih dengan harga layak, menjadi kabar baik bagi petani di Sulut. Dengan hitungan tersebut diharapkan petani bisa memperoleh untung yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” ungkap Silangen.

Kedatangan PT Djarum dan pabrikan lainnya, menurut dia, merupakan upaya Gubernur Olly Dondokambey, dalam mengintervensi harga cengkih yang saat ini melemah. “Melemahnya harga jual cengkih merupakan pengaruh dari hukum pasar. Artinya, saat produksi meningkat dan permintaan menurun, harganya pun terdampak ikut melemah,” urainya.

Saat ini, kata Silangen, kebutuhan cengkih secara nasional sekira 120 ribu ton. Sedangkan luasan lahan cengkih yang ada di Sulut sekira 50 ribu hektare. "Jadi, produksi cengkih Sulut dengan luas lahan cengkih tersebut diperkirakan hampir mencukupi sebagian kebutuhan cengkih nasional sebanyak 120 ribu ton. Artinya, saat ini produksi melebihi kebutuhan di dalam daerah," tandas Silangen.

Mendengar kabar tersebut, salah satu petani cengkih Kecamatan Eris Lendy Rawung mengaku bersyukur. “Iya, tentu ini jadi kabar baik bagi kami sebagai petani. Kami khawatir jika tidak ada intervensi dari pemerintah seperti ini, harga cengkih akan terus anjlok. Harganya akan tidak sebanding lagi dengan biaya pra panen dan pasca panen. Intinya, langsung action saja,” tukas Rawung.(sonny dinar)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting