Foto: Dadan S. Suharmawijaya
Uang 10 Miliar Raib, Ombudsman Panggil Bank Mandiri
Pelayanan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sempat disorot. Itu menyusul gangguan system yang menyebabkan saldo nasabah kocar kacir. Ada yang hilang dan bertambah.
Fenomena yang terjadi pekan lalu itu sempat memunculkan kepanikan nasabah. Terutama yang saldonya berkurang. Menyikapi hal itu, Ombudsman RI memanggil direksi PT Bank Mandiri.
Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu didorong meningkatkan kualitas IT dari sistem bank. "Apapun yang terjadi, kehandalan IT nya harus diperbarui," lugas Anggota Ombudsman RI Dadan S. Suharmawijaya dalam konferensi pers di Gedung Ombudsman, Jakarta, Senin (29/7) kemarin.
Menurut Dadan, jika dilihat dari keamanan hal yang terjadi di Bank Mandiri tidak dipengaruhi oleh cyber security. Sistem perseroan dinilai sudah mampu untuk menjaga diri dari serangan hacker.
Ia pun menyebut telah mendapatkan penjelasan lengkap dari pihak Bank Mandiri mengenai penyebab dan langkah normalisasi saldo rekening nasabah yang telah dilakukan. "Jadi Insiden perubahan saldo rekening memang disebabkan oleh adanya malfunction pada hardware dan probabilitas kejadiannya sangat kecil. Kami meyakini bahwa memang tidak ada nasabah yang kehilangan dana karena back-up system yang sudah dijalankan dengan baik oleh bank," kata Dadan.
Sementara itu, Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri , Hery Gunadi menjelaskan akibat gangguan tersebut ada sekitar 2.600 nasabah yang saldonya bertambah.
Sekitar 90% dari 2.600 rekening nasabah sudah kembali normal. Saat ini hanya tinggal 5-10% saldo lebih yang belum dikembalikan ke bank. "Tinggal 5-10% lagi (yang belum kembali). Jumlah kerugiannya ya sekitar Rp 10 miliar," kata Hery dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman, Jakarta, Senin kemarin.
Untuk mendapatkan kembali dana tersebut, bank gencar mendekati nasabah secara persuasif kepada nasabah yang telah melakukan penarikan. "Karena rekening kan milik mereka, mereka berhak kelola. Yang kelebihan 2.600 itu sudah dikembalikan sekitar 90%. Kalau diomongin nasabah pasti mengerti," jelas dia.
Hery mengaku proses perbaikan sistem sudah dilakukan pada hari yang sama. Ia memastikan dari gangguan tersebut tak ada data nasabah Bank Mandiri yang bocor ke pihak manapun.
"Dana dan data nasabah itu aman di Bank Mandiri. Waktu gangguan yang berbeda hanya tampilan saldonya saja, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan beberapa jam itu. Semoga ke depan bisa melayani lebih baik," imbuh dia.
Pihak Bank Mandiri pun berkomitmen untuk meningkatkan sistem keamanan teknologi informasi perbankan ke depan, apalagi mengingat tingginya potensi ancaman dari para peretas yang tidak bertanggung jawab.
Salah satunya dengan penerapan back up system yang berlapis, yaitu penambahan mekanisme pemeriksaan ulang secara manual. Penanganan kasus error data nasabah disebut sudah selesai dan dipastikan semua kerugian nasabah sudah teratasi dan dikembalikan. " Diharapkan, langkah tersebut dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat dan dunia usaha kepada industri perbankan" pungkasnya.(dtc)















































Komentar