SULUT WASPADA COVID-19

Warga Bitung Diduga Terpapar, Deprov: Jangan Panik


Manado, MS

Publik Sulawesi Utara (Sulut) berjaga-jaga. Adanya warga Kota Bitung yang diduga terpapar virus corona (Covid-19) jadi pemantik. Langkah penanganan dan antisipasi dilakukan. Masyarakat pun diminta tenang dan tunggu hasil akurat.

Warga Kota Bitung yang diduga terpapar virus ini adalah pria berusia 46 tahun. Dirinya ditengarai sebelumnya pernah melakukan perjalanan ke negara terdampak. Pria tersebut merupakan seorang pekerja di Malaysia dan pulang ke Indonesia melalui Kuala Lumpur. Transit Singapura dan tiba di Manado sekira 19 Februari 2020 lalu.

"Ada keluhan batuk, ada rasa menggigil dan suhu badan normal 36,1. Dimasukkan kategori Covid karena yang bersangkutan ada riwayat dari negara terdampak," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandou Manado dr Hanry Takasenseran, Rabu (4/3) kemarin.

Menurut Takasenseran, yang bersangkutan mulai mengalami keluhan sekira 10 hari setelah tiba di Kota Bitung pada 28 Februari 2020. Namun, sudah berobat ke dokter praktik tidak kunjung sembuh. Ia memilih melapor ke Dinas Kesehatan Kota Bitung.

"Sudah dikonfirmasi dari Dinas Kesehatan Kota Bitung dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi. Akhirnya diputuskan dalam pengawasan. Sejak tadi malam masuk ruang isolasi Irina F dan sudah diambil sampelnya," ujar Takasenseran.

Saat ini, sampel pasien sudah dikirimkan ke Balitbangkes dan pasien berada di ruang isolasi Irina F sampai menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. "Mudah-mudahan hasilnya negatif sehingga kita bisa lega," pungkas Takasenseran.

Kepala Dinas (Kadis) Kota Bitung Jeaneste Watuna membenarkan kejadian ini. Di Bitung menurutnya, ada pasien yang diduga terpapar virus corona. Hal itu karena dia sakit tenggorokan, batuk-batuk namun tidak panas. "Hanya saja dia ada riwayat dari luar negeri dari Malaysia, jadi harus dipantau sesuai dengan protap (prosedur tetap). Dia juga diisolasi di RS Kandou dan keluarganya diawasi di rumah. Dia asli orang Bitung dan bekerja TKA (tenaga kerja asing) di Malaysia. Untuk keluarga hanya diawasi dirumah. Biasanya 14 hari (terlihat gejalanya, red). Ini sudah masuk hari ke 12," tuturnya.

"Dihimbau untuk masyarakat ini kan belum pasti jadi tak perlu panik. Namun walaupun belum pasti dan tidak panik harus mawas diri, menjaga diri. Kalau bertemu dengan yang influensa sebaiknya pakai masker," ujar Watuna.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulut, dr Debbie Kalalo melalui Kabid dr Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Steven Dandel, membenarkan adanya seorang warga Bitung yang diduga terpapar virus corona. "Sistem kehumasan antara Dinkes dan RS itu satu pintu. Apa yang disampaikan oleh dr Hanry Takasenseran, itu asalnya dari Press Release kami," jelasnya.

 

Fakta adanya dugaan virus corona tersebut memantik tanggapan sejumlah kalangan. Aktivis Sulut, Helena Sulu menyampaikan, masalah tersebut harus segera mendapat keseriusan. Diharapkan agar masyarakat tidak dibuat terlalu lama menunggu terkait hasilnya seperti apa. Tentu tanpa mengabaikan prosedur yang berlaku. Hal itu karena berdampak nanti menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. "Jika benar berarti corona sudah semakin dekat dengan Sulut. Ini tentu akan menyulut kekhawatiran di masyarakat. Maka pemerintah harus ambil langkah serius," ujar Sulu.

 

Pengamat sosial Sulut, Hanky Rantung mengungkapkan, perlunya ada  penanganan bukan hanya dari segi medis melainkan sosial. Pemerintah harus memastikan dan membuat himbauan berupa sosialisasi agar masyarakat tidak panik. "Perlu sosialisasi terus menerus ke masyarakat agar tidak panik. Dan bagaimana supaya terhindar dari virus ini, langkah-langkah pencegahan dilakukan dan disosialisasikan dengan baik," pungkasnya.

 

DEPROV DESAK SEGERA TANGANI

 

Dugaan Covid-19 di Kota Bitung, memantik tanggap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut. Wakil rakyat mendesak untuk adanya penanganan sesuai prosedur. Sambil itu menghimbau ke masyarakat agar jangan panik.

 

Dorongan itu dilontarkan Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Richard Sualang. Ia menyampaikan, seluruh elemen terkait terutama pemerintah diharapkan segera ambil tindakan. "Segera ditangani sesuai prosedur karena ini masih dugaan, semoga stakeholder kesehatan di Sulut siap menghadapi kasus-kasus dugaan corona," tegas Sualang.

 

Dewan berharap semoga hasilnya tidak positif terjangkit virus corona. Soal penanganannya dirinya mengajak menyerahkan penanganannya kepada pihak Rumah Sakit sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Mereka sembari tetap mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar jangan panik. "Namun tetap waspada dengan terus menjaga kesehatan tubuh," tuturnya.

 

Himbauan serupa juga datang dari Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw. Ia berharap, publik menunggu terlebih dahulu informasi akurat. "Jangan panik. Corona bisa sembuh, sudah banyak yang sembuh," pungkasnya.

 

Sementara Ahli Kesehatan Masyarakat Prof dr Debbie Kandou mengingatkan agar tetap  waspada dengan Covid-19 ini. "Perlu diwaspadai karena memenuhi kriteria. Namun kita masyarakat tetap tenang saja, karena penanganan yang diberikan sudah sesuai protap yang ada, sambil menunggu hasil pastinya dari Lab Balitbankes Jakarta," tandas Kandou.

 

Mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sam Ratulangi ini agar selalu menjaga gaya hidup yang sehat. "Himbauan kepada masyarakat, seperti yang sudah disosialisasikan oleh Kemenkes, giatkan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan bilamana ada keluhan yang memenuhi kriteria tentunya segera ke Layanan Kesehatan terdekat. Tentunya kita berharap hasil negatif Covid-19," paparnya.

 

"Terhadap orang yang dalam pengawasan tersebut, bilamana hasilnya terkonfirmasi kasus Covid-19, maka perlu dilakukan investigasi sebagaimana protap Surveilans Epidemiologi yang berlaku. Namun masyarakat, sekali lagi jangan panik berlebihan tapi tetap waspada, melakukan himbauan seperti yang sudah disampai-sampaikan," himbaunya.

 

SULUT SIAGA VIRUS CORONA

 

Gembar gembor virus Corona di Indonesia terus menyita perhatian publik. Gerak penanganan pun mulai dilakukan di daerah Sulut. Baik terhadap efeknya bagi kesehatan masyarakat maupun dampak sosial.

 

Sebagai tindak lanjut terhadap pernyataan pemerintah pusat terkait 2 WNI positif Corona, Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro, Evangelian Sasingen SE mulai ‘pasang kuda-kuda’. Dirinya menginstruksikan setiap rumah sakit dan puskesmas di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro untuk menyiapkan ruang isolasi.

 

“Kita sudah perintahkan dinas terkait (Dinas Kesehatan, red) untuk gerak cepat dalam mengantisipasi masuknya wabah ini,” kata Sasingen, Rabu (4/3).

 

Memang diakuinya, sampai saat ini Kabupaten Kepulauan Sitaro masih aman dari jangkauan virus Corona. Namun menurutnya hal ini tidak serta merta membuat semua pihak tidak waspada. “Lebih baik mencegah daripada mengobati,” pesannya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro, dr Semuel Edwin Raule, mengaku telah melakukan beberapa hal terkait antisipasi penyebaran virus corona.

 

“Paling sering kita lakukan, dan itu rutin yakni sosialisasi ke masyarakat melalui Puskesmas dan Rumah Sakit, posyandu,” beber Raule.

 

Disentil soal materi sosialisasi, ia menyebutkan, didominasi oleh ajakan membiasakan pola hidup sehat. Paling pokok adalah bagaimana mengajak masyarakat agar tetap menjaga kebugaran fisik, agar sistem imunitas tubuh tetap kuat. “Karena ketika daya tahan tubuh kuat, maka bakteri bahkan virus pun akan semakin sulit untuk berkembang dalam tubuh,” terangnya.

 

Di sisi lain, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi untuk pengadaan alat pelindung diri bagi petugas kesehatan di rumah sakit dan Puskesmas. “Kita tidak hanya fokus pada kemungkinan ada pasien yang terjangkit, tapi keselamatan petugas medis juga sangat penting, bahkan di setiap Rumah Sakit dan Puskesmas sudah menyiapkan ruangan isolasi bila sewaktu ada kasus dicurigai virus corona,” pungkasnya.

 

Sosialisasi pemahaman dan antisipasi Covid-19 pula dilakukan Pemerintah Kota Kotamobagu. Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu, dr Tanti Korompot menjelaskan agar masyrakat jangan salah paham terkait suspek dalam pemberitaan virus corona. "Suspek artinya adalah orang yang dicurigai. Mereka yang dinyatakan sebagai suspek virus corona memiliki beberapa gejala dari penyakit tersebut. Diantaranya adalah hidung berair, pusing, batuk, hingga sakit tenggorokan namun mereka masih dalam tahap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnosa pasti. Nanti, jika hasil menunjukan negatif maka mereka terbebas dari sebutan suspek dan tidak terinfeksi virus corona sedangkan jika terbukti positif maka baru bisa dikatakan terinfeksi virus corona," pungkasnya.

 

Ia pula menjelaskan, mengenai kasus yang terjadi di RS Kinapit. Sebenarnya pasien baru pulang dari umroh sehingga bisa jadi karena kelelahan sehingga pasien mengalami sakit yang memiliki gejala mirip virus corona. Adapun pasien dirujuk di Manado hanya untuk memastikan apakah pasien benar terinfeksi corona atau tidak. "Sehingga perlu dihimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang tidak perlu resah namun tetap waspada dengan cara mencegah diri agar terhindar dari virus corona," tuturnya.

 

Adapun menurutnya, yang harus dilakukan sekarang ini oleh masyarakat adalah meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan  yang bergizi dan seimbang. Selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Misalnya cuci tangan sebelum dan sesudah makan, cuci tangan atau bersihkan diri setelah dari tempat-tempat umum. "Gunakan masker ketika berada di tempat-tempat umum, olahraga teratur, banyak minum air putih dan istirahat yang cukup. Jangan lupa untuk selalu meminta perlindungan dari Allah swt agar terhindar dari segala musibah," tuturnya.

"Jadi diharapkan kepada masyarakat tidak perlu resah karena sampai saat ini Kota Kotamobagu masih dikatakan bebas dari virus corona. Pun demikian masyarakat harus tetap waspada.

 

Selanjutnya, dalam upaya menyikapi adanya simpang siur berita kasus-kasus terduga corona virus di Sulut, Dinkes  Sulut keluarkan surat  edaran. Di dalamnya berupa klarifikasi kabar yang beredar di media masa dan media sosial.

"Sekarang ini memang masih ada 2 orang yang dirawat di ruang Isolasi RSUP Prof RD Kandou. Yang bersangkutan masuk dalam kriteria pasien dalam pengawasan karena gejala yang dideritanya, serta adanya riwayat perjalanan ke daerah terjangkit. Dirawat di ruang isolasi tidak bermakna bahwa yang bersangkutan sudah pasti menderita

Covid 19, tetapi adalah Standard Operasional Prosedur perawatan penyakit menular," ujar Kepala Dinkes Provinsi Sulut, dr Debbie Kalalo.

 

Tindakan isolasi menurutnya, dilakukan sebagai bentuk pelayanan publik untuk mencegah penularan penyakit ke masyarakat. Sampel dari yang bersangkutan telah diambil dan diperiksa di Badan Litbangkes Kemenkes

Republik Indonesia dan dalam waktu yang tidak terlalu lama status yang bersangkutan sudah akan diketahui. "Dinas Kesehatan, maupun Rumah Sakit dan petugas kesehatan yang merawat yang bersangkutan, Dilarang Keras untuk membocorkan identitas maupun alamat dari yang bersangkutan. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenakan sanksi pidana. Media massa

yang memberitakan kasus ini dimohon mentaati etika praktek kedokteran ini," ungkapnya.

 

WARGA SULUT DIAJAK BERDOA

 

Ancaman virus corona mendapat perhatian tokoh agama di Sulut. Penduduk jazirah utara selebes diharapkan berdoa. Ini agar terhindar dari masuknya covid-19.

Wakil Ketua Pemuda Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Devis Kepel menyampaikan, masyarakat Sulut diharapkan agar tetap tenang. Meski begitu tetapi juga harus berjaga-jaga. "Itu dengan menjaga kondisi fisik agar tetap fit dan melakukan upaya-upaya pencegahan yang sudah banyak diedukasi oleh pihak-pihak terkait," tuturnya.

 

Hal yang paling pokok juga menurutnya, sebagai umat kristiani mari mendoakan bersama daerah Sulut  Agar supaya daerah Sulut jauh dari penyebaran virus corona. "Kita berdoa agar daerah kita aman dari penyebaran virus tersebut," paparnya

 

Seraya mengharapkan dukungan doa kepada  pasien yang dari Bitung diduga terpapar virus corona. "Ini agar supaya hasilnya negatif dan yang bersangkutan agar cepat sembuh," tutupnya. (okz/tim ms)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting