Foto: Mulke Gal Tumanken
Manager PT PLN UP3 Tahuna Diminta Tinggalkan Jabatan
Tahuna, MS
Sorotan tajam menyasar Manager PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Tahuna. Seringnya pemadaman listrik akhir-akhir ini di beberapa wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, jadi pemantik. Arus desakan agar dirinya undur diri dari jabatan mengalir deras.
Beberapa jabatan yang kerap terjadi pemadaman diantaranya, Kampung Bantunderang Kecamatan Manganitu Selatan, Kecamatan Manganitu, Kelurahan Lesa Kecamatan Tahuna Timur dan Kelurahan Kolongan Kecamatan Tahuhan Barat. Sorotan itu salah satunya datang dari Ketua Lembaga Investigasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Darwis Darwis Saselah. Menurut dia, jika Manager PT PLN UP3 Tahuna tidak mampu menjalankan tugasnya, silahkan mengundurkan diri.
"Copot saja jabatan Maneger PT PLN UP3 Tahuna karena dinilai tidak mampu mengatasi permasalahan pemadaman listrik. Selalu saja menjadi jawaban klasik yang diutarakan pihak PLN jika terjadi pemadaman," ujar Saselah yang juga Putra Kampung Batunderang itu.
Pemadaman listrik juga sering terjadi pada saat jam berbuka puasa. Salah satu warga Tidore, Zulkarnain, juga menyayangkan sering terjadi pemadaman pada saat akan berbuka puasa.
"Pemadaman juga terjadi pada saat jam berbuka puasa, sangat disayangkan pada saat akan berbuka harus terjadi pemadaman," kata Zulkarnain.
Ditegaskannya, hal ini harus menjadi perhatian serius pihak PLN. Setiap petugas harus stay di lapangan.
"Apalagi kita kan sedang menjalankan Ibadah puasa, bukan main kalau pada saat akan berbuka terus terjadi pamadaman di wilayah Tidore," jelasnya.
Sementara itu jawaban klasik yang diutarakan Manager PT PLN UP3 Tahuna Mulke Gal Tumanken, sambil membenarkan adanya pemadaman dibeberapa wilayah di Sangihe. Dirinya memohon maaf atas terjadinya pemadaman, yang diakibatkan ganggunan jaringan.
"Mohon maaf atas terhentinya pelayanan kami, karena terjadinya gangguan jaringan disekitaran Kelurahan Lesa Kecamatan Tahuna Timur, petugas kami saat ini sedang berada diseputaran Lesa menelusuri jaringan untuk mencari penyebabnya. Mohon maaf atas ketidaknyamananya," tulis Tumanken melalui Via WA.
Lanjut Tumanken, bila adanya laporan dari masyarakat terkait pemadaman, agar bisa menghubungi pihak PLN.
"Sekaligus mohon bantuan juga jika ada informasi dari masyarakat. Bila menemukan anomali untuk disampaikan ke kami supaya akan kami tindaklanjuti,"
Terpisah Maneger Bagian Jaringan Jemmy Lasut mengatakan, jadi terkait pemadaman beberapa hari yang lalu, memang menjadi permasalahan apa sebenarnya penyebab terjadi pemadaman. Kalau hujan atau angin itu sudah mampu diatasi. Tetapi pada saat tidak ada hujan dan angin itu yang belum didapati penyebabnya.
"Kalau pemadaman yang terjadi di Lesa sudah ada petugas yang berjaga disana, yang terjadi pemadaman diakibatkan oleh kelelawar, yang menyentuh dua fasa," beber Lasut.
Dikatakan Lasut, pihak PT PLN UP3 Tahuna beberapa waktu kedepan akan melakukan perbaikan terhadap jaringan.
"Ada langkah dari kami, rencananya dalam minggu ini akan mengganti semua kabel A3C dengan kabel A3CS yaitu kabel terbungkus dari Kelurahan Enempahembang sampai Kelurahan Batulewer," ungkapnya.
Kalau pemadaman pada saat jam berbuka puasa dia menjelaskan, pasti ada masyarakat berpikir kenapa terjadi pemadaman.
"Sebenarnya kami tidak ada niat untuk melakukan pemadaman. Malahan sebelum jam berbuka kami ada petugas yang melakukan penjagaan untuk siaga, demi mencari dimana letak penyebab terjadi pemadaman," ungkapnya lagi.
Sama halnya yang terjadi di wilayah Tahuna Barat di Kelurahan Kolongan pada saat jam 10 malam. Dia membenarkan, itu terjadi gangguan di bagian Bowongkulu kerena mesin di PLTD Petta sementara dalam pemeliharaan, jadi kecil dayanya. Sehingga berpengaruh sampai di bagian Kolongan.
"Juga ada beberapa kali terjadi pemadaman baik pagi, siang maupun malam. Karena sekarang ada pembangkit di PLTD yang sementara kita perbaiki. Terpaksa ada peralihan ketika beban daya mesin di PLTD Petta tidak mampu maka kita alihkan ke PLTD Tahuna, atau sebaliknya," jelas dia.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini PLTD di Petta segera terpulihkan dan bisa jalan lagi. Sehingga Kolongan itu tidak lagi jadi tempat untuk peralihan pemadaman," tandasnya. (christian abdul)











































Komentar