Central Mega Kencana Tetapkan Protokol Kesehatan ‘New Normal’


Jakarta, MS

Central Mega Kencana (CMK) kembali membuka semua gerai perhiasan yang tersebar di seluruh Indonesia. Eksistensinya sebagai payung perusahaan peritel perhiasan besar di Indonesia yakni Mondial, Frank & co., Miss Mondial dan The Palace Jeweler, akan segera beroperasi lagi.

Aktivitas seluruh gerai bakal dilakukan lagi, setelah menutupnya sejak 27 Maret lalu karena menyesuaikan situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Alasan dibukanya seluruh gerai dengan adanya ‘New Normal’. Namun pengoperasian ulang dibuat sambil mengikuti protokol kesehatan yang ada. “Kami mempersiapkan diri untuk membuka kembali seluruh gerai perhiasan serentak di seluruh Indonesia dengan menyusun SOP yang baru berdasarkan anjuran pemerintah, tindakan ini perlu kami terapkan sebagai ‘New Normal’ karna kesehatan dan kenyamanan pengunjung gerai adalah prioritas utama," jelas Petronella Soan selaku Direktur Operasional PT Central Mega Kencana.

Nella melanjutkan, ‘Protokol kesehatan baru pada industri retail tersebut telah dimodifikasi untuk industri ritel perhiasan yang diberlakukan oleh CMK. "Dan tetap kita berharap dapat melihat penurunan angka positif corona sambal memulai kembali menjalankan bisnis,” tutupnya.

Prosedur Kesehatan Baru yang diterapkan CMK sebagai New Normal sejak dibuka kembali gerai perhiasannya yaknipengecekan suhu. Pengunjung gerai perhiasan CMK yang akan masuk, wajib dicek suhunya terlebih dahulu oleh General Service Officer (GSO) dalam hal ini adalah security menggunakan thermo gun. Kemudian Booth, pengunjung gerai perhiasan CMK akan diarahkan oleh GSO ke booth higienis untuk melakukan disinfeksi diri saat masuk ke dalam area.

Setiap pengunjung yang tidak membawa masker dapat mengambil di booth higienis dan wajib mengenakannya selama berada di dalam area gerai perhiasan CMK. Jumlah maksimum pengunjung adalah sebanyak 5 orang. Jika sudah 5 orang di dalam maka pengunjung ke-6 harus menunggu terlebih dahulu sampai ada yang keluar untuk dapat masuk ke dalam gerai perhiasan CMK. Termasuk di dalam peraturan ini bahwa semua gerai CMK tidak diperbolehkan mengadakan acara/keramaian sampai batas waktu yang ditentukan.

Tempat duduk pengunjung baik pada meja display ataupun sofa diberikan pengaturan minimal berjarak 1 meter supaya tidak saling berdekatan. Seluruh Frontliners diwajibkan untuk menggunakan masker yang telah disediakan dan mengganti setiap 4 jam sekali selama berada di area gerai perhiasan CMK. Seluruh Frontliners juga diwajibkan untuk dicek suhu tubuhnya menggunakan thermo gun. Jika suhu tubuh melebihi suhu 37,5 derajat celcius, maka disarankan untuk pulang (tidak memasuki area gerai terlebih dahulu).

Diwajibkan untuk memakai hand sanitizer secara berkala, sebelum melayani pengunjung, di tengah proses interaksi, dan ketika selesai melayani pengunjung. Pengaturan kursi antar Frontliners minimal berjarak 1 meter (tidak saling berdekatan) dan dilarang untuk berkerumun di area gerai.

Diwajibkan untuk menghindari kontak fisik dalam bentuk apapun dengan pengunjung (disarankan untuk memberikan salam namaste daripada berjabat tangan).

Mesin EDC wajib dibersihkan dengan alkohol 70% menggunakan kapas/tissue bersih sebelum pengunjung memasukkan pin di mesin EDC tersebut dan kembali lakukan disinfeksi setelahnya. Pengunjung dianjurkan untuk membayar cashless menggunakan kartu debit/kredit atau dengan metode transfer. Menyuguhkan minuman yang bersegel dan dengan kemasan satuan untuk setiap pengunjung, minuman saji di dalam gelas tidak lagi diperbolehkan.

Menyajikan makanan dengan kemasan satuan (contoh cookies yang dibungkus satuan atau roti masih dibungkus plastik). Dilarang untuk menyajikan makanan langsung dari piring tanpa adanya bungkus kemasan itu sendiri.

Sebelum dipajang, produk wajib dibersihkan menggunakan alkohol 70% (ini dilakukan setiap pembukaan gerai sebelum diletakkan pada etalase). Sebelum dan sesudah produk dicoba oleh pengunjung harus kembali disterilkan (dibersihkan menggunakan disinfektan). Jika pengunjung telah membeli produk, Frontliners wajib untuk memberikan edukasi cara pembersihan dan perawatan perhiasan yang baik dan benar. GSO diwajibkan melakukan disinfeksi pada semua furniture, perabotan, display dan kaca di dalam dan luar ruangan menggunakan disinfektan dan lap microfiber.

Seluruh GSO diwajibkan untuk menggunakan masker yang telah disediakan selama berada di area gerai  perhiasan CMK. Selalu siap sedia dengan thermo gun untuk mengecek suhu tubuh seluruh frontliners dan pengunjung yang akan memasuki area gerai. Jika suhu tubuh diatas 37.5’C diwajibkan untuk meminta dengan sopan orang tersebut untuk tidak memasuki area gerai perhiasan CMK. Menggunakan hand sanitizer secara berkala dan menyediakannya dekat agar mudah terjangkau oleh pengunjung yang hendak masuk ke area gerai perhiasan CMK.

Mengarahkan pengunjung untuk terlebih dahulu melakukan sterilisasi di area booth higienis dan menggunakan masker yang telah disediakan di booth tersebut. Memastikan bahwa hanya 5 orang yang diperbolehkan masuk, jika pengunjung ke-6 ingin masuk, GSO wajib memberikan penjelasan dengan sopan tentang diberlakukannya physical distancing di dalam area gerai perhiasan CMK, mereka dapat menunggu di luar atau meninggalkan nomor telepon genggam yang bisa dihubungi ketika gerai sudah bisa dikunjungi.

Diketahui, PT CMK memulai bisnisnya pada ranah usaha pabrikan perhiasan emas dan berlian sejak tahun 1970, dan memulai ritel bisnis ditahun 1996 dengan membuka rumah perhiasan pertama milik Frank & Co yang berlokasi di Pondok Indah Mall. Kini PT. CMK merupakan perusahaan ritel perhiasan terbesar di Indonesia, bahkan hingga Asia Tenggara.

Sampai pada saat ini PT CMK menaungi empat merek perhiasan berlian ternama di Indonesia yaitu Mondial, Frank & co., Miss Mondial, dan The Palace. Setiap merek dagang tersebut menargetkan pasar yang berbeda dan memiliki karakter desain yang berbeda pula. PT CMK menjamin bahwa setiap berlian yang disediakan kepada pelanggan adalah berlian natural yang berasal dari lingkungan dan sumber alam dengan proses penambangan yang bebas dari konflik. (yaziin solichin)


Komentar