Bupati Bolmong Gratiskan Sambungan Air PDAM Ke Warga Miskin


Lolak, MS

Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow menaruh perhatian terhadap masyarakatnya yang sampai saat ini belum bisa menikmati air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bolmong. Oleh karena itu, Yasti mengambil kebijakan untuk menggratiskan sambungan air dari PDAM ke rumah warga yang masuk dalam kategori miskin. Hal ini disampaikan Yasti saat bertatap muka dengan masyarakat Desa Mopusi Kecamatan Lolayan, beberapa waktu lalu.

“Nanti ada program untuk sambungan MBR (Masyarakat Ber­penghasilan Rendah, red) dari PDAM. Para Sangadi nanti cek masyarakat mana saja yang masuk dalam kat­egori tersebut. Setelah itu laporkan kepada kami,” un­gkap Yasti.

Yasti menjelaskan, untuk sambungan air baru kate­gori masyarakat umum itu biasanya dikenakan biaya mulai dari Rp2 juta sampai Rp3 juta. Dengan program MBR ini, masyarakat kategori miskin tidak akan dikenai bi­aya pemasangan sambungan tersebut. “Saya juga meminta kepada masyarakat untuk lebih efektif dalam menggunakan air. Sebenarnya harga air itu tidak mahal, jika kita mengguna­kannya sesuai kebutuhan saja. Harga air di PDAM Bolmong itu paling rendah jika dibandingkan daerah lain di wilayah Sulut,” jelas Yasti.

Selain memberikan kebi­jakan gratis bagi masyarakat yang masuk kategori miskin, Yasti juga telah mengeluarkan kebijakan untuk tidak memun­gut iuran air di mesjid.

“Untuk mesjid, saya akan sampaikan ke Dirut PDAM yang baru untuk tidak di­pungut iuran. Tetapi, saya berharap sikap jujur dan pro aktif dari masyarakat untuk tidak membuat saluran dengan mengambil air dari mesjid. Kami akan meman­tau berapa jumlah air yang dipakai di mesjid. Kan tidak banyak penggunaan air di mesjid. Paling banyak itu kalau Salat Jumat saja,” kata Yasti.

Sementara itu, Direktur Uta­ma (Dirut) PDAM Bolmong, Kamran Muchtar Podomi mengungkapkan kuota untuk program MBR ini berjumlah 1.500 sambungan. Nantinya, yang masuk dalam program tersebut akan melewati proses survey. “Kita akan memastikan yang masuk dalam program MBR ini benar-benar warga yang berpenghasilan rendah,” singkat Kamran.(yadi mokoagow)


Komentar