Bawa Sajam, Rombongan Penambang Asal Minsel Ditahan


Ratahan, MS

Kisruh di lokasi tambang areal Kebun Raya Megawati Soekarnoputri Ratatotok Minahasa Tenggara (Mitra) diduga memicu persoalan baru. Pasca perseteruan antara kelompok penambang yang terjadi pekan lalu, kondisi disinyalir masih memanas. Sabtu (19/6) malam, tujuh penambang asal Tompaso Baru Minahasa Selatan (Minsel) diamankan pihak berwajib di Pos Covid-19 saat hendak menuju lokasi tambang emas. Mereka dicegat petugas saat hendak melintas di perbatasan antara Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Ratatotok Dua Kecamatan Ratatotok dengan menggunakan kendaraan jenis Avanza. Yang mengejutkan, saat petugas melakukan penggeledahan ditemukan senjata tajam (sajam) berbagai jenis.

Informasi diperoleh, pencegatan itu berawal saat Tim Gabungan seperti biasanya melakukan pengecekan suhu tubuh terhadap penumpang dalam mobil tersebut. Awalnya dalam pemeriksaan, petugas menemukan kendaraan tersebut membawa penumpang melebihi ketentuan sebanyak 50 %. Oleh petugas, penumpang yang lainnya diturunkan. Hanya saja, para penumpang kendaraan tersebut didapati membawa sajam dengan jenis berbeda berupa parang, cakram dan samurai.

Ketika dilakukan penggeledahan terhadap barang bawaan, Anggota Koramil 1302-12/Belang Kopka Najamudin, langsung mengamankan ke-7 pria yang diketahui adalah warga Tompaso Baru Minahasa Selatan. Belakangan mereka diketahui akan menambang emas di lokasi Nibong, Kebun Raya Megawati Soekarnoputri.

Setelah diamankan, Babinsa Kopka Najamudin segera menghubungi Polsek setempat, selanjutnya digelandang ke Mapolres Mitra beserta barang bukti untuk dimintai keterangannya.

Sementara, Plh Danramil 1302-12/Belang Pleda Johny Runtuwene ketika dikonfirmasi terkait diamankannya ke-7 pria tersebut, membenarkan adanya kejadian ini, “Memang benar. Terkait laporan anggota saya yang sedang bertugas dilapangan yang mana telah diamankan sedikitnya tujuh warga yang membawa sajam dalam sebuah mobil dan sesuai rencana mereka menuju lokasi tambang di Kebun Raya Megawati Soekarnoputri. Mereka sudah dibawa ke Mapolres Mitra beserta barang buktinya,” Runtuwene.

Sekedar informasi, penambangan emas di areal kebun raya waktu lalu sempat memicu konflik antar warga terkait hasil olahan mineral emas. Pihak Pemkab Mitra mengambil langkah untuk menutup akses penambangan awal pekan lalu, hingga akhirnya beberapa hari setelah itu, areal penambangan dikejutkan dengan adanya korban jiwa karena diduga ada warga yang menyusup melakukan penambangan hingga tertimbun longsoran tanah. (recky korompis)


Komentar