Warga Raratean Sorot Proyek Jembatan Pangi

Diduga Ada Penyimpangan


Tompaso Baru, MS

Proyek pembangunan jembatan Pangi di Desa Raratean Kecamatan Tompaso Baru Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), tuai sorotan warga. Pengerjaan yang disebut bersumber dari Dana Desa (Dandes) itu, terindikasi rawan penyimpangan.

Tak ayal, warga pun men­dorong aparat penegak hukum untuk menyelidiki proyek yang dikerjakan tahun 2019 tersebut. Warga menduga ada kerugian negara sekitar Rp 200 juta dalam proyek berbandrol Rp 467 juta itu.

Demikian rilis yang diterima harian ini, Rabu (24/6). Warga mengaku telah men­gadu dan menghubungi Badan Permusyawaratan Desa (BPD), namun belum digubris. Selain itu pemerintah desa disebut eng­gan untuk melaporkan Laporan Pertanggungjawaban dari pem­bangunan proyek dengan luas 6 meter, lebar 5 meter dan tinggi 3 meter tersebut.

“Tidak ada transparansi ang­garan dalam rincian anggaran pekerjaan dana desa Tahun 2019. Bahkan ada pengadaan-pen­gadaan yang tidak dialokasikan tapi masuk dalam belanja desa,” kutipan dalam rilis yang dibawa langsung oleh penanggungjawab pengadu, Maxi Maindoka di kantor Media Sulut.

Ia mengklaim aduan itu berasal dari sekitar 60 persen warga Raratean. Untuk itu pengadu meminta lembaga penegak hu­kum untuk dapat menyikapi dan menindaklanjuti dugaan penyimpangan tersebut. “Kami minta aduan ini diusut agar ada kepastian hukum dan tidak opini belaka,” ujarnya.

Pengadu pun mengaku siap mempertanggung-jawabkan aduan tersebut secara hukum. “Kami sebagai pengadu siap di­adili untuk membuktikan dugaan penyimpangan ini. Karena kami sebagai pengadu memiliki bukti yang akurat bahwa fisik dan anggaran dari pengerjaan proyek jembatan Pangi itu tidak sesuai. Bahkan kami punya bukti ada penggelembungan anggaran dalam proyek tersebut,” imbuh Maindoka.(redaksi)


Komentar