Grab Indonesia Luncurkan #TerusUsaha di Manado


Manado, MS

Grab Indonesia meluncurkan Program #TerusUsaha di Manado. Program ini didedikasikan untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mampu berkembang dan beradaptasi dalam memasuki tatanan baru pasca pandemi COVID-19.

#TerusUsaha mencakup rangkaian program dalam meningkatkan keterampilan para pelaku usaha kecil dan mendorong pertumbuhan bisnis mereka. Program ini juga dirancang khusus mendukung program #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah.

Acara dikemas dalam bentuk virtual press conference ini dihadiri oleh Praseno Hadi, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mewakili Gubernur Olly Dondokambey, Halim Wijaya Head of East Indonesia Grab Indonesia, dan Riyadi Suparno  Direktur Eksekutif Tenggara Strategics, Kamis (9/7).

Dalam acara ini diumumkan juga hasil riset terbaru tentang kontribusi Grab di Manado melalui para gig workers-nya sebesar Rp402 miliar.

Head of East Indonesia Grab Indonesia Halim Wijaya, menjelaskan. “Manado sangat identik dengan pariwisata karena alamnya yang indah. Tumbuhnya sektor pariwisata juga mendorong sektor ekonomi lainnya, yaitu kuliner dan kerajinan yang sebagian besar pelakunya adalah UMKM," katanya.

Lanjutnya, program #TerusUsaha yang sejalan dengan misi GrabForGood merupakan langkah konkret dari Grab untuk meningkatkan kemampuan, kapasitas, serta jangkauan bagi UMKM dan individu dalam menyambut masa depan ekonomi digital.

"Kami akan mendorong bisnis kecil dan tradisional untuk merangkul teknologi dan menuju digitalisasi, untuk memastikan mereka tidak tertinggal dalam era digital. Untuk memastikan UMKM di Manado tetap mampu bertahan dan terus maju di tengah wabah COVID-19, kami sediakan berbagai wadah dan teknologi untuk pelaku UMKM belajar dan mulai melakukan transformasi digital bersama Grab," ujar dia.

Gubernur Olly Dondokambey,  melalui Asisten II Bagian Pembangunan dan Perekonomian, menyambut baik program yang dijalankan oleh Grab di Kota Manado. “Peran Industri, Kecil dan Menengah (IKM) di Sulawesi Utara tentunya sangat besar, terutama untuk penyerapan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. Namun, transformasi digital menjadi kunci agar IKM bisa bertahan dan bertumbuh," ungkap dia.

"Pemerintah sangat mendukung program #TerusUsaha milik Grab yang  akan membantu IKM di Manado bisa memiliki daya saing dan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat luas. Dari pihak pemerintah, saya sudah ajak masyarakat untuk berbelanja barang-barang kebutuhan dari IKM yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Grab membuat masyarakat jadi lebih mudah dalam berbelanja dari rumah cukup dengan smartphone. Kita harus bersama-sama membantu keberlangsungan IKM di tengah pandemi supaya perekonomian tetap berputar dengan baik," jelasnya.

Direktur Eksekutif Tenggara Strategics Riyadi Suparno menyatakan melalui riset ini seluruh elemen terkait bisa melihat kontribusi yang sudah dilakukan oleh pihak Grab dalam beberapa waktu ke belakang.

“Saat Manado mulai beradaptasi untuk menyambut era pasca-COVID-19, kami percaya bahwa platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung Manado dalam perjalanannya menuju pemulihan ekonomi. Kami melihat bahwa ada peningkatan kualitas hidup para gig workers di Manado sebesar 16 persen setelah bergabung dengan Grab," paparnya.

"Untuk itu, kesiapan para gig workers pelaku UMKM secara digital akan menjadi lebih penting dalam era new normal. Dalam riset tersebut, kami juga menemukan bahwa 27 persen mitra GrabFood mempekerjakan rata-rata dua karyawan baru saat bisnis mulai bertumbuh. Sistem digital dari platform Grab juga bisa membantu mereka tetap menjalankan bisnisnya di tengah wabah COVID-19 dan siap memasuki era tatanan kehidupan baru," tambahnya.

Diketahui, Grab adalah aplikasi serba bisa terkemuka di Indonesia, mengumumkan program #TerusUsaha di Manado untuk bantu transformasi digital UMKM agar dapat beradaptasi dan berkembang di era tatanan baru.

Program ini mencakup pelatihan untuk meningkatkan keterampilan para pelaku UMKM dalam menjalankan bisnisnya, iklan gratis untuk meningkatkan visibilitas UMKM secara online dan sebuah microsite yang dirancang khusus untuk para pelaku UMKM. Grab juga bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Manado untuk membawa ratusan mitra Industri Kecil Menengah (IKM) binaan masuk dalam platform digital. Program ini  juga dirancang khusus untuk mendukung program pemerintah, #BanggaBuatanIndonesia.

UMKM dan pekerja di sektor informal menjadi tulang punggung ekonomi Manado. Berdasarkan riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, gig worker di empat layanan Grab secara keseluruhan berkontribusi sebesar Rp402 miliar pada perekonomian Manado di tahun 2019.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik di tahun 2018, menunjukkan terdapat lebih dari 60.000 UMKM di Kota Manado, atau merupakan 20,87 persen jumlah UMKM di provinsi Sulawesi Utara. UMKM juga menyerap hampir 40 persen dari jumlah tenaga kerja di Sulawesi Utara, namun faktanya ada lebih dari 92 persen UMKM Sulawesi Utara yang belum terdigitalisasi. Melihat hal ini, kebutuhan untuk digitalisasi dan peningkatan kapasitas UMKM untuk bisa beradaptasi dan berkembang menjadi penting agar ketangguhan ekonomi kota Manado dapat terjaga di era new normal ini. (sonny dinar)


Komentar