Foto: Presiden saat memberikan pengarahan kepada para gubernur dalam rapat terbatas melalui konferensi video.
Jokowi ‘Push’ Olly Cs
Realisasi Belanja Provinsi di Indonesia Masih 44,74 Persen
Laporan: Sonny Dinar
Roda percepatan realisasi anggaran belanja pemerintah daerah provinsi dipacu. Seluruh gubernur diminta mendorong untuk segera bergerak laju. Upaya ini dinilai sebagai salah satu cara yang dibutuhkan untuk mendukung pemulihan ekonomi.
Arus desakan itu datang dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pengarahan kepada para gubernur dalam rapat terbatas melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9). Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey bersama para gubernur lainnya menyimak serius setiap pemaparan Presiden Jokowi. Dalam rapat itu, Jokowi meminta agar anggaran belanja daerah untuk segera digunakan bagi pergerakan ekonomi di daerah-daerah. Baginya, percepatan realisasi anggaran belanjar harus berjalan beriringan dengan pemulihan dampak kesehatan akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
“Saya minta percepat belanja APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) provinsi dan perintahkan untuk bupati dan walikota agar APBD kabupaten dan kota terutama yang berkaitan dengan belanja barang, belanja modal, belanja bansos (bantuan sosial) ini betul-betul disegerakan sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan meningkatkan ekonomi di daerah,” ujar presiden.
Data yang diterima presiden, hingga 27 Agustus 2020 lalu, rata-rata nasional untuk realisasi belanja APBD Provinsi masih berada di angka 44,74 persen. Sementara untuk realisasi di tingkat kabupaten dan kota juga baru mencapai 48,8 persen.
Kepala Negara ini meminta agar para kepala daerah untuk mencermati persoalan tersebut. Hal itu karena realisasi anggaran pemerintah daerah amat dibutuhkan untuk beredarnya uang di daerah. Sekaligus realisasi terhadap bantuan sosial yang diterima masyarakat daerah.
“Realisasi APBD seperti ini setiap hari saya ikuti. Semua provinsi, kabupaten dan kota kelihatan semua angka-angkanya. Tolong betul-betul angka-angka ini diperhatikan sehingga realisasi untuk pengadaan barang dan jasa untuk belanja modal atau belanja bansos itu benar-benar segera terealisasi,” tandasnya. (*)
















































Komentar