BANTENG TARGET JAWARA SULUT, NASDEM CS ‘PASANG BADAN’
Manado, MS
Suhu politik di Sulawesi Utara (Sulut) memanas. ‘Lonceng’ perlawanan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dibunyikan. Semangat menyapu bersih seluruh Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) membara. Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Cs pun tak goyah.
Derap langkah pemenangan Banteng Moncong Putih di Sulut makin kencang. Itu menyusul terisinya semua pasangan calon (paslon) usungan mereka pada 7 kabupaten kota pelaksana Pilkada di bumi Nyiur Melambai. Kota Manado menjadi paling terakhir. Jalan panjang mekanisme partai alhasil memandatkan calon walikota kepada Andrei Angouw dan Richard Sualang sebagai calon wakil walikota Manado. Pengumuman tersebut resmi disampaikan bersamaan dengan deklarasi pasangan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (Olly-Steven) untuk Pilkada tingkat provinsi, Rabu (2/9), di Hotel Peninsula Manado.
Genderang perang pun ditabuh. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Olly Dondokambey, menargetkan untuk meraih kemenangan di seluruh daerah pelaksana Pilkada. Khusus Pemilihan Gubernur (Pilgub) dirinya yakin akan menang 80 persen. “Kalau 7 kabupaten kota kita pasti menang, masa mau kalah,” tegas Olly, kemarin, saat konferensi pers.
Alasan dirinya maju kembali bersama Steven Kandouw di arena pilgub demi memenuhi visi dan misi sebelumnya. Ada janji politik sewaktu Pilkada 2015 yang menurutnya harus diselesaikan. Hingga 2020 ini, semua pekerjaan disebut sudah dilakukan. Namun karena ada banyak juga program yang besar sehingga belum sempat terselesaikan. “Misalnya bendungan Kuwil, bendungan Lolak itu belum selesai. Memang karena pekerjaannya memakan waktu yang sangat panjang. Begitu juga jalan tol belum selesai semua. Ring Road 3 juga belum selesai semua. Jadi banyak pekerjaan-pekerjaan kita yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu lima tahun. Sehingga saya berkeinginan melanjutkan kembali pemerintahan kita sampai 10 tahun supaya visi dan misi serta janji politik kita bisa tuntas semua dan rakyat Sulut merasakan secara langsung manfaat dari kepemimpinan OD-SK,” ungkapnya.
Hampir semua partai yang punya kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menurutnya, memberikan dukungan kepadanya bersama Steven untuk maju kembali. “Itu menggambarkan bagaimana para pemimpin politik di Indonesia mengakui kepemimpinan OD-SK selama 5 tahun ini. Kami bersyukur dipercaya oleh para pemimpin politik maupun masyarakat Sulut melalui suvei dari lembaga-lembaga survei yang terpercaya,” jelasnya.
Olly pula memberikan respon mengenai para lawannya di Pilgub. Terutama terkait dengan diperhadapkannya mereka dengan figur petarung perempuan. “Saya hidup 10 bersaudara 7 perempuan dan 3 laki-laki, jadi sudah biasa hidup dengan perempuan dan bersaing,” cetusnya.
Spirit yang sama ditegaskan Wakil Ketua DPD PDIP Sulut, Lucky Senduk. Target Banteng baginya adalah sapu rata semua Pilkada di Sulut. Kemenangan harus diraih baik pilgub maupun pilkada di 7 kabupaten kota.
“Pilgub Sulut kita harus menang dan 7 kabupaten kota yang pilkada kita menang juga. Ini untuk mewujudkan sinergitas supaya pembangunan Sulut satu garis,” tegasnya.
Diketahui, paslon usungan PDIP di 7 kabupaten kota telah lengkap terisi. Para kontestan itu yakni di Bitung Maurits Mantiri dan Hengky Honandar, Minahasa Utara Joune Ganda dan Kevin Lotulung, Kota Manado Andrei Angouw dan Richard Sualang, Kota Tomohon Carol Senduk dan Wenny Lumentut, Minahasa Selatan Frangky Wongkar dan Petra Rembang, Bolaang Mongondow Timur Suhendro Boroma dan Rusdi Gumalangit serta Bolaang Mongondow Selatan Iskandar Kamaru dan Deddy Abdul Hamid.
PSI ‘ALL OUT’, PKS-HANURA KANS MERAPAT
Gemuruh pengawalan untuk memenangkan Olly-Steven di Pilgub Sulut menggema. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tegaskan bakal ‘pasang badan’. Teranyar juga berhembus, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mulai lakukan pendekatan.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sulut, Melky Pangemanan menyampaikan, pihaknya yakin kemenangan sudah ada di depan mata. Ditegaskannya, seluruh kader, simpatisan, struktur partai akan bergerak mengawal Olly-Steven. “Di 15 kabupaten kota kita akan bergerak memenangkan Olly-Steven,” tegas Melky.
Anggota Komisi IV DPRD Sulut ini menyampaikan, PSI di DPRD Sulut memiliki satu kursi. Ini akan diberikannya untuk mendukung kemenangan Olly-Steven. “Ini untuk memberikan dukungan kepada pasangan Olly-Steven memenangkan kontestasi gubernur dan wakil gubernur,” kuncinya.
Sementara itu, sinyal bakal bergabungnya PKS-Hanura dibeber sendiri oleh Olly Dondokambey. Bendahara Umum PDIP ini membenarkan kalau telah ada kontak dengan kedua partai tersebut. “Bisa datang (Hanura-PKS, red). Hanura sudah kontak saya, PKS juga sudah kontak. Mudah-mudahan SK-nya (surat keputusan) besok (hari ini, red) datang sehingga pada waktu mendaftar mereka bisa ikut bersama-sama,” tuturnya.
SKEMA ‘HEAD TO HEAD’ TERCIUM, PDIP ‘PASANG BADAN’
Adanya aroma rencana untuk memasang ‘head to head’ dengan petahana di Pilgub Sulut terendus. Potensi itu diakui para punggawa di Partai Nasdem dan Golkar. Meski demikian, skenario tersebut dinilai tak jadi ancaman PDIP.
Dari pihak Nasdem mengakui adanya ruang yang memungkinkan hal tersebut. Apalagi belakangan ini Nasdem-Golkar sempat mesra. Di sejumlah perhelatan Pilkada, keduanya saling menyatu. Seperti di Pilkada Tomohon yang memasangkan Jilly Eman dan Virgie Baker. Begitu pula dukungan Nasdem pada Pilkada Minsel yang diberikan ke Michaela Elsiana Paruntu dan Ventje Tuela. “Bisa saja mungkin itu yang lagi disiapkan (head to head, red). Makanya kita tunggu saja hari terakhir. Besok sudah ada (hari ini, red). Ibu juga tidak tahu ini. Memang kita sudah sempat bersama-sama di beberapa pilkada, tidak menutup kemungkinan kebersamaan itu dilanjutkan ke pilgub,” ujar Bendahara DPW Partai Nasdem Sulut, Felly Runtuwene.
Golkar sendiri ikut mengakui peluang tersebut. Juru bicara (jubir) DPD I Partai Golkar Sulut, Feryando Lamaluta menegaskan, segala kemungkinan bisa terjadi. “Dalam politik segala kemungkinan bisa saja terjadi,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, statemen elit Golkar lainnya sempat menggambarkan hal tersebut. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Kota Bitung, Cindy Wurangian, beberapa waktu lalu sempat membeber adanya keterkaitan antara seluruh pilkada. Seperti dukungan Golkar di Bitung ke Nasdem akan melihat juga gambaran yang terjadi di Pilgub Sulut. Meskipun saat ini kabarnya, Golkar sudah akan membentuk poros baru di Kota Bitung. "Kita tetap ada melakukan hitungan-hitungan karena ada korelasi dengan pilkada lain meski tidak secara langsung. Kita tidak menyebut PDIP karena Nasdem di Pilgub ada peluang untuk bersama makanya mungkin di Bitung bisa saja seperti itu," ujar Cindy beberapa waktu lalu.
Menanggapi isu tersebut, Wakil Ketua DPD PDIP Sulut, Lucky Senduk memberikan penegasan sikap mereka. Ditegaskannya, sampai saat ini entah bentuknya ‘head to head’, tiga pasang atau 4 pasang, PDIP sudah sangat siap. Hal itu karena satu-satunya mesin partai yang jalan saat ini dan mungkin kuat secara nasional adalah PDIP di Sulut. “Ini dibuktikan dengan deklarasi (OD-SK, red) sekarang ini (kemarin, red), struktural kita tidak undang tapi begitu banyak yang datang. Ini berarti antusiasme untuk meraih kemenangan juga ada. Jadi semangat itu yang akan kita tonjolkan. Semangat kebersamaan dengan gotong royong bersama kita menangkan seluruh pilkada,” tandasnya.
NASDEM ‘NGOTOT’ USUNG KADER, GOLKAR KAWAL CEP-SEHAN
Getaran PDIP tak membuat mundur hasrat sejumlah partai politik di Sulut. Utamanya Partai Nasdem dan Golkar yang telah memiliki tiket untuk bisa mengusung kader pada pemilihan gubernur (Pilgub).
Partai Nasdem bersih keras. Dalam pilgub nanti, apapun jadinya kader mereka harus ada dalam arena pertarungan. Alasannya, Nasdem pemilik kursi kedua terbanyak di DPRD Sulut dengan jumlah 9 kursi. Kalau pun terjadi ‘head to head’, Nasdem berkeinginan mereka memiliki kader di dalamnya. “Kalau kita tidak ada kader yang diusung, itu tidak mungkin terjadi,” ungkap Felly Runtuwene yang juga Ketua Komisi IX DPR RI ini.
Ketua Migran Dewan Pimpin Pusat (DPP) Partai Nasdemi ini mengakui, siapa sosok yang akan diusung nanti dirinya sendiri belum tahu. Tinggal menunggu keputusan dalam waktu dekat. Pastinya nama-nama telah diserahkan, nanti keputusannya dari DPP lebih khususunya Ketua Umum Surya Paloh. “Percaya atau tidak percaya sampai saat ini saya sendiri belum tahu siapa. Mungkin ada nama baru yang akan diputuskan atau seperti apa saya belum tahu,” jelas Felly seraya tetap menegaskan, kalau Nasdem pastinya akan tetap ikut kontestasi ini.
Kesiapan untuk bertarung dalam pilkada tergambar di tubuh Partai Golkar. Beringin tegaskan sudah pasti akan mengawal Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dan Sehan Landjar. “Jadi CEP-Sehan itu sudah clear. Keduanya sudah mendapatkan rekomendasi dan sudah menerima B1-KWK,” jelas Lamaluta. (arfin tompodung)
















































Komentar