ADU STRATEGI


Manado, MS

Tensi politik bumi Nyiur Melambai kian menanjak. Episode perebutan ‘mapatu’ Sulawesi Utara (Sulut) mendekati titik klimaks. Pasangan calon serta partai politik (parpol) pengusung mulai beradu taktik. Suara rakyat diburu.

Hal itu setelah tahapan pendaftaran bakal pasangan calon (Bapaslon) gubernur dan wakil gubernur berakhir, Minggu (6/9) kemarin. Tiga Bapaslon sudah memastikan keikutsertaan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulut pada 9 Desember mendatang. Adalah Olly Dondokambey-Steven Kandouw (OD-SK), Christiany Eugenia Paruntu (CEP)-Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) dan Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Runtuwene (VAP-HR). Ketiga kontestan itu secara resmi mendaftar di KPU Sulut. OD-SK mendaftar pada Jumat (4/9), sementara CEP-SL dan VAP-HR di hari terakhir pendaftaran, Minggu (6/9).

Masuknya ketiga Bapaslon dalam bursa Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sulut, sudah diprediksi sejak awal. Figur ‘bintang’ OD Cs kans menjadikan persaingan di Pilkada Sulut tahun 2020 semakin sengit. Meski begitu, semua kandidat dinilai memiliki peluang yang sama.

Itu ditakar pakar politik Sulut, Dr Ferry Daud Liando, Minggu (6/9). Dia menyampaikan, ibarat suasana peperangan, perang sesungguhnya baru akan dimulai. Sebab, saat ini masih dalam tahapan pencalonan. Kampanye belum juga dimulai sehingga strategi lapangan belum terbaca. “Masing-masing pasangan calon tentu memiliki peluang," nilai Liando.

Menurutnya, peluang pasangan calon itu akan dominan jika kelembagaan tim sukses atau tim pemenangan kuat. Nama-nama besar dan berpengaruh harus dirangkul. "Sebab kesenangan masyarakat terhadap tim sukses akan sangat mempengaruhi sikap seseorang dalam memilih pasangan calon," terangnya.

Selanjutnya, bagi Liando, konsolidasi parpol-parpol pendukung perlu ditata dengan baik. Perlu ada kewajiban masing-masing parpol untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu terutama dalam menyasar pemilih-pemilih beraliran. "Jangan sampai parpol pendukung itu hanya pajangan atau sekedar kebutuhan administrasi saja. Parpol tidak boleh hanya setor logo parpol sebagai tanda pendukung calon tentu. Perlu kontribusi atau kerja nyata," tuturnya

Masih Liando, perlu strategi khusus bagi masing-masing calon untuk mendekati komunitas-komunitas tertentu. Hingga saat ini praktis belum ada representasi dari muslim, katolik, advent, sebagai bagian dari pasangan calon. "Ketiga  komunitas ini akan menjadi rebutan. Pasangan mana yang mampu mendapatkan simpati maka peluangnya akan semakin besar," lugasnya.

LANJUTKAN PEMBANGUNAN, TARGET 80 PERSEN SUARA

OD-SK merupakan Bapaslon pertama yang mendaftar di KPU Sulut. Menggunakan sepeda, pasangan petahana ini mampu menerobos terik ibukota sebelum tiba di markas penyelenggara pemilu. Mengusung misi jawara, OD-SK menyasar 80 persen suara rakyat Nyiur Melambai.

Target itu menggema dalam konferensi pers di Kantor KPU Sulut, Jumat (4/9). “Kita target menang 80 persen," ungkap OD.

Pada kesempatan itu, Olly juga menyampaikan, ada begitu banyak program yang sudah direalisasikan. Berbagai sektor telah dibangun pada periode pertama pemerintahan OD-SK. Misalnya bidang pendidikan, infrastruktur, pariwisata, pertanian, perikanan, sosial dan program lainnya. Hanya saja menurutnya, itu semua belum cukup. Ada sejumlah infrastruktur yang belum terselesaikan. “Ada program belum terealisasi makanya waktu lima tahun tidak cukup. Beri kami waktu untuk menyelesaikannya. Seperti penanggulangan banjir di Kota Manado, perlu tambah satu bendungan di DAS (Daerah Aliran Sungai) Sawangan," tuturnya.

Terkait upaya pemenangan OD-SK, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut tersebut pula membenarkan dukungan Jimmy Rimba Rogi kepadanya. Bahkan pula sejumlah kader Golkar lain. "Ada banyak (bukan hanya Imba, red). Salah satu contoh ketua tim kampanye pak Marhani Pua mendukung penuh," ungkap Olly.

Menurutnya, ini tanda bahwa mereka sadar Sulut itu harus bekerja bersama. Dalam rangka memajukan dan menyejahterakan masyarakat Sulut. "Dengan demikian banyak tokoh-tokoh masyarakat meski tidak sepaham dalam politik namun dalam rangka membawa masyarakat lebih sukses ke depan bersatu mendukung OD-SK," lugasnya.

Sementara untuk kelanjutan proses dari pencalonan nanti akan menunggu petunjuk dari KPU. "Kita lagi menunggu petunjuk dari KPU mekanisme kampanye supaya kita tidak melanggar hukum. OD-SK taat hukum," kuncinya Bendahara DPP PDIP.

 

PASANGAN PEMERSATU, BAWA MISI TRANSFORMASI

CEP-SSL adalah Bapaslon fenomenal di Pilkada Sulut 2020. Duet Bupati Minahasa Selatan dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ini, terus mendapat dukungan masyarakat. CEP-SSL disebut sebut sebagai pasangan pemersatu keanegaraman dan kemajemukan bangsa dan daerah.

Kepada wartawan, Cagub yang juga merupakan Ketua DPD I Partai Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu mengaku punya sederet misi ke depan. Apabila dicalonkan sebagai gubernur dan wakil gubernur (wagub), CEP-SSL ingin berbuat yang terbaik bagi Sulut.  “Kenapa pak Sehan berpasangan dengan saya karena inilah gambaran Bhineka Tunggal Ika harus dikedepankan. Mohon doa restu bagi seluruh masyarakat Sulut," ungkap CEP,” tandas CEP.

"Bagi seluruh partai pendukung, kami akan berjuang demi kemenangan. Saya berjanji apabila terpilih akan memimpin dengan hati yang tulus untuk membawa masyarakat Sulut bangkit dan lebih baik. Kami telah bekerja selama 10 tahun di daerah kami selama dua periode. Apa yang kami berikan untuk daerah kami itu belum cukup kami akan  berbuat lagi bagi Sulut," sambung CEP saat konferensi pers di KPU Sulut, Minggu (6/9).

Dia juga mengakui akan melakukan transformasi di Sulut. Kebijakan-kebijakan akan mementingkan publik dengan inovasi yang baru tapi pula melanjutkan apa yang sudah bagus. "Kami juga akan memperjuangkan harga cengkih dan kopra. Kita akan membeli dengan APBD untuk menyanggah harga bagi petani," ucap Bupati Minsel ini.

Sementara, menyikapi dinamika ‘ganti warna’ yang yang terjadi di internal Golkar, CEP menilai tindakan tersebut wajar. Bagi dia, itu sudah merupakan hak politik mereka. "Tapi kami dari partai Golkar mengucapkan terima kasih atas pemberian selama ini kepada Partai Golkar. Kami sedih kehilangan kader. Tapi kita ada pak Jantje Wowiling Sajow telah datang bersama di partai Golkar. Dan kepada mereka (partai Golkar yang keluar, red) semoga sukses di partai yang baru,” tuturnya.

Ditambahkan Sehan Salim Landjar, target untuk Pilgub Sulut mereka ingin menang lebih satu suara dari lawan. Tidak perlu 1.000 suara yang penting intinya meraih kemenangan. Target itu akan mereka upayakan dengan melakukan edukasi kepada rakyat namun baginya menjadi penentu adalah rakyat. "Masalah infrastruktur adalah keniscayaan. Semua kepala daerah pasti akan buat seperti itu. Tapi kami akan buat lompatan, kita akan buat rakyat Sulut bisa hidup di tanah sendiri.  Berikan kedaulatan kepada rakyat. Kemudian masalah rumah. Rakyat Sulut harus tinggal di negeri sendiri di rumah sendiri. Memberikan kedaulatan kepada petani kita. Memberikan market kepada petani Sulut. Nelayan juga untuk izin kita delegasikan ke kabupaten kota agar izin lebih dipermudah. Agar tidak sulit mengurus kertas-kertas di provinsi, semua dikembalikan ke kabupaten kota," jelasnya seraya menambahkan, kalau ada kader yang berpindah, bukan hanya Golkar tapi di PAN dan Demokrat juga mungkin ada.

Terpisah, Ketua DPD Golkar Kota Tomohon Miky Junita Linda Wenur (MJLW) mengakui, pasangan CEP-SSL menyatukan keanegaraman dan kemajemukan bangsa dan daerah Sulut di tengah perbedaan agama, daerah, budaya, etnis bahkan kesetaraan gender. Menurut MJLW, CEP-SSL adalah pasangan yang menghargai dan menyatukan perbedaan. “Sangat optimis CEP-SSL meraih dukungan dan pilihan paling banyak masyarakat Sulut pada tanggal 9 Desember 2020,” lugasnya.

VAP-HR ‘MENGANCAM’

Teka-teki siapa pendamping Vonnie Anneke Panambunan akhirnya terjawab. Dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Sulut 2020, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) alhasil memutuskan Hendry Runtuwene (HR) sebagai calon wakil gubernur. VAP-HR mendaftar di KPU memasuki ‘injury time’, Minggu kemarin. Keberadaan VAP-HR kian dipehitungkan.

Diketahui, pencalonan VAP-HR diperkuat Surat Keputusan (SK) dan B1-KWK dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem dengan Nomor: 292-Kpts/DPP-NasDem/IX/2020.

Ketua Komando Pemenangan Wilayah (Kompemwil) Partai Nasdem Sulut, Felly Estelita Runtuwene, membenarkan SK tersebut. “Iya sudah ada SK-nya," ungkap Bendahara Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulut ini.

Ia memastikan, mantan Sekretaris Umum (Sekum) Sinode GMIM menjadi pendamping VAP. "Di Pilgub Sulut, Partai NasDem resmi mengusung Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh sebagai calon Gubernur Sulut dan Pdt Dr Hendry Runtuwene STh MTh calon Wakil Gubernur Sulut,” tandasnya.(arfin tompodung)


Komentar