Dua Oknum Terduga Penghinaan Atas JS Minta Maaf


Ratahan, MS

Episode kasus penghinaan terhadap James Sumendap (JS), berujung. Kedua oknum terduga yang merupakan pelaku melayangkan permintaan maaf. Pengakuan mereka akhirnya disambut positif Bupati Minahasa Tenggara (Mitra).

Setelah diamankan pihak Kepolisian Resort (Polres) Mitra, kedua terduga secara terbuka, satu persatu memberikan pernyataan maaf melalui video berlatar belakang Sat Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Mitra. Dalam pernyataan keduanya, disimpulkan rasa penyesalan setelah mengupload postingan facebook yang isinya menghina orang nomor satu di Bumi Patokan Esa. Pertama, ET (16) warga Moreah Ratatotok menyampaikan permohonan maafnya hingga berulang-ulang. “Saya (sambil menyebut identitas lengkap, red) meminta maaf kepada Bapak JS selaku Bupati Mitra. Saya minta maaf atas perlakuan saya dalam melakukan pencemaran nama baik melalui facebook. Saya minta maaf, semoga Bapak JS bisa memaafkan saya,” ungkap ET.

Hampir sama dengan ET, RR terduga turut serta dalam aksi di media sosial (medsos) itu, ikut meminta maaf kepada bupati. “Saya (sambil menyebut identitas lengkap, red) dengan ini meminta maaf kepada bapak bupati, dimana saya sudah melakukan tindakan yang sudah di luar batas kemampuan dengan kasus pencemaran nama baik melalui facebook. Saya memohon sebesar-besarnya kepada bapak bupati atas kesalahan yang dilakukan,” ungkap RR.

Kapolres Mitra AKBP Robby Rahardian melalui Kepala Sat Reskrim IPTU Muhammad Hasbih ketika dimintai keterangannya, membenarkan adanya pernyataan kedua terduga asal Moreah Ratatotok. “Mereka memberikan pernyataan maafnya kepada bapak bupati dan dilakukan satu persatu,” ungkap Hasbih.

“Dan pak bupati juga merespon baik hal ini serta turut memaafkan keduanya. Jadi aduannya sudah selesai,” sambungnya.

Sementara, Bupati JS dalam pernyataannya turut prihatin dengan sikap kedua generasi muda asal Moreah itu. “Mereka masih muda. Mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” ucap JS, Rabu (16/9) kemarin.

Di satu sisi dia mengatakan, secara luas masyarakat harus lebih bijak menggunakan medsos yang akan sangat informatif jika dipergunakan dan dimanfaatkan. “Ini menjadi pelajaran bagi masyarakat. Apalagi keberadaan cyber crime pihak kepolisian, akan sangat akurat dalam menelusuri postingan. Untuk itu mari kita menggunakan medsos untuk hal-hal yang positif yang dapat menambah wawasan informasi bagi kita semua,” pungkas JS usai bertemu dengan dua pelaku. (recky korompis)


Komentar