PUTRA NUSA UTARA NAKHODAI GEDUNG CENGKIH


Manado, MS

 

Teka teki siapa yang akan menduduki kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), terjawab. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi menetapkan Fransiscus Silangen sebagai nakhoda di Gedung Cengkih.

Putra Nusa Utara itu didaulat menjadi pucuk pimpinan di lembaga perwakilan rakyat itu melalui Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Sulut nomor 062/EKS/ DPD 21/X/2020 tentang Pengantar Pengesahan dan Penetapan Ketua DPRD Provinsi Sulut.

SK tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Sulut, Victor Mailangkay dalam konferensi pers, Kamis (1/10) kemarin. "Memperhatikan Surat DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PDI Perjuangan Nomor 2229/IN/DPP/IX/2020 tanggal 29 September 2020 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehubungan dengan kekosongan jabatan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan hak kursi PDI Perjuangan, maka bersama ini DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan keputusan DPP PDI Perjuangan yang mengesahkan dan menetapkan dr Fransiscus Silangen SpB KBD sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara periode 2019-2024," ujar Mailangkay di depan para kuli tinta.

Penetapan Silangen oleh PDIP sebagai Ketua DPRD Sulut disebut berdasarkan sejumlah pertimbangan. Yakni, lewat peraturan DPP PDIP, Surat dari PDIP Sulut, Psycho Test, serta Keputusan Rapat DPP PDIP tertanggal 28 September 2020.

Dan surat tersebut ditandatangani oleh pengurus DPD PDIP Sulut yakni Ketua Olly Dondokambey dan Sekretaris Frangky Wongkar. “Demikian surat ini disampaikan, untuk dapat diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” imbuh Mailangkay politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu.

Fransiskus Silangen sendiri ketika dikonfirmasi secara terpisah, menyampaikan terima kasih atau kepercayaan yang diberikan partai sekaligus menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah partai tersebut.

 

"Sebagai kader partai saya siap. Apa yang sudah ditugaskan partai, tentu sebagai kader wajib untuk mematuhinya,” lugas Andi sapaan akrabnya.

Dalam mengemban tugasnya, Fransiskus akan tetap mengedepankan visi dan misi yang sama dengan partai PDIP yakni menyejahterakan masyarakat. "Itu tujuan utama partai. Jadi kita harus selaraskan dengan visi dan misi PDIP. Jadi tentunya DPRD Sulut sebagai unsur penyelenggara pemerintah akan bersama-sama dengan Pemprov (pemerintah provinsi) dan lembaga lainnya untuk menyejahterakan  rakyat," tegasnya.

Visi itulah yang dijadikan patokan. "Tentunya saya secara pribadi, kalau rencana dari Tuhan mau diberikan dan ditempatkan di situ, pasti Dia yang akan perlengkapi saya," ujar Silangen seraya mengutip ayat Alkitab dalam Ibrani 13:5. "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau," kuncinya.

Diketahui, Fransiscus Silangen menggantikan Andrei Angouw yang diusung PDIP menjadi Calon Walikota Manado.

LEGISLATOR SULUT WELCOME DAN SUPPORT

Mayoritas Wakil Rakyat Sulut menyambut dengan tangan terbuka atas ditetapkan Fransiskus Silangen sebagai Ketua DPRD Sulut. Baik Legislator dari fraksi Banteng Moncong Putih maupun anggota dewan dari luar Fraksi PDIP.

“Kami sudah beri selamat kepada Pak Fransiskus yang telah diberi kepercayaan oleh DPP PDIP untuk menggantikan pak Andrei Angouw dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan di lembaga legislatif Sulut,” ungkap Berty Kapoyos, salah satu anggota Fraksi PDIP di DPRD Sulut. 

Sebagai anggota DPRD sekaligus kader partai PDIP dirinya bersama rekan-rekan sesama anggota dewan akan mendukung sepenuhnya kebijakan dan keputusan partai mempercayakan sosok Andi Silangen sebagai Ketua DPRD Sulut.

"Sebagai kader tentu apapun keputusan partai harus kita dukung sepenuhnya Pak Andi untuk menjalankan tugas sebagai pimpinan di lembaga legislatif Sulut. Terutama hubungan kemitraan antara legislatif dan eksekutif. Banyak selamat untuk pak Andi Silangen semoga dalam tugas baru ini bisa menjadi motivasi kami sebagai anggota DPRD bekerja lebih maksimal untuk kepentingan rakyat," pungkas Ketua Komisi III DPRD Sulut itu.

Senada diungkap Fabian Kaloh, anggota legislator dari FPDIP lainnya. "Saya dapat bocoran hasil psycho test dari dokter Andi Silangen paling tinggi. Jadi kalau pak Andi yang jadi ketua tentu wajar karena dia psycho test tertinggi," ungkap Kaloh.

Baginya,  baik dokter Andi atau siapapun yang ditetapkan DPP tentu akan  didukung sepenuhnya oleh fraksi PDIP. "Kalau itu keputusan dari partai wajib saya dan teman-teman fraksi untuk mendukung," ujar Kaloh.

Lanjut Kaloh, untuk menjadi Ketua DPRD Sulut maka harus menjadi leader di antara para leader. Itu karena semua 45 anggota DPRD Sulut ini adalah para leader. Jadi pemimpin yang baik itu harus sebagai pemimpin yang akomodatif bagi semua kepentingan yang ada. Baik secara pribadi anggota dewan maupun fraksi.

"Karena kita ini kan berbeda-beda. Beda fraksi beda partai. Beliau tentu harus lebih demokratis. Istilah yang lebih keren pemimpin yang modern itu, pemimpin yang egaliter. Beliau harus mampu menampung semua aspirasi, pendapat. Bisa saja kita berbeda-beda pandangan, persepsi terhadap sesuatu yang ada di sini. Kita tahu bersama di dewan ini dinamikanya tinggi," bebernya lagi.

Namun Kaloh yakin akan kemampuan dari Andi Silangen. Figur yang berangkat dari Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut ini dinilai akan mampu menjadi pemimpin yang terbaik bagi semua anggota dewan yang ada di DPRD Sulut. "Tapi saya punya keyakinan dengan segala experience (pengalaman, red) yang ada pada dirinya. Karena dia juga leader yang akan mampu menjadi ketua dewan yang diharapkan semua anggota dewan dan rakyat sulut," kuncinya.

Ucapan selamat juga datang dari Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Waworuntu. Ia meyakini Andi  Silangen memiliki kapasitas untuk menjadi Ketua DPRD Sulut. “Selamat atas ditetapkan Pak Andi Silangen sebagai ketua dewan. Beliau memang punya kapasitas dan sangat mumpuni untuk tugas tersebut. Harapannya agar beliau dapat mengemban tugas dan tanggung jawab itu dengan baik tentunya yang utama adalah sebagai wakil rakyat agar suara rakyat Sulawesi Utara lebih terakomodir," kata  anggota Fraksi Partai Nasdem ini.

Selaras disampaikan Winsulangi Salindeho. “Selamat kepada Pak Dokter Andi Silangen yang sama-sama dengan saya putra Nusa Utara,” ujar anggota Fraksi Golkar itu.

"Saya berharap ke depan beliau akan banyak membantu pengembangan-pengembangan di Nusa Utara. Paling tidak dari segi anggaran di dalam APBD 2021. Supaya ada keseimbangan untuk pembangunan di daerah dataran Sulut dan di wilayah kepulauan," sambungnya.

Itu dinilai penting, karena di wilayah Nusa Utara masih banyak masalah yang dihadapi. Baik dari segi infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. "Itu perlu topangan dari APBD provinsi. Sekali lagi, saya berharap beliau akan banyak membantu pengembangan pembangunan dan sumber saya manusia di Nusa Utara," tutupnya.

Ungkapan hampir serupa dilayangkan Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok. Penentuan ketua dewan merupakan hak dari PDIP. Untuk itu, pihaknya mengaku menyambut baik keputusan tersebut dan siap bekerjasama dengan Ketua DPRD Fransiscus Silangen.

"Agenda-agenda ke depan tentu sangat banyak. Pasti dibutuhkan penyesuaian-penyesuaian cepat dan tepat. Sebagai wakil ketua tentu kami akan bantu ketua dalam tugas tugas ke depan," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

Ia berharap pekerjaan ke depan utamanya dalam pelayanan kepada masyarakat harus benar-benar terlaksana dengan baik. Khususnya dalam penanganan Covid-19. “Terutama dalam mengawal program-program bantuan dari pemerintah daerah dan pusat agar dapat tersalur dengan baik," tuturnya.

 "Yang pasti, kami Fraksi Demokrat sangat welcome dan yakin apa yang diputuskan PDIP akan memberikan yang terbaik bagi DPRD Sulut dan masyarakat Sulut pada umumnya," tandasnya.

 

TAUFIK: KEPUTUSAN BERANI PDIP

Keputusan PDIP memilih Fransiskus Silangan sebagai Ketua DPRD Sulut menggantikan Andrei Angouw, mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Termasuk dari pemerhati politik.

Salah satunya datang dari Taufik Tumbelaka. Direktur Eksekutif Tumbelaka Academic Centre (TAC) itu menilai langkah itu sebagai keputusan berani dari PDIP.

Mengingat salah satu pesaing utama dari Fransiskus untuk menduduki kursi Ketua dewan adalah Rocky Wowor. Rising star PDIP yang meraup suara terbanyak di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) pada Pileg 2019 lalu.

“Saya kira ada kalkulasi serta strategi politik dari PDIP sehingga memilih Pak Andi Silangen sebagai Ketua Dewan. Kemungkinan PDIP akan fight di zona Nusa Utara dalam Pilgub nanti,” tanggap Bung Taufik sapaan akrabnya.

“Sebab sebelumnya kan ada 3 kandidat kuat calon ketua dewan. Berty Kapoyos zona tengah Minahasa, Rocky Wowor dari zona BMR , dan  Andi Silangen zona Nusa Utara. Dan di injury time, menguat Andi dan Rocky. Dan akhirnya Andy yang dipilih,” sambungnya.

Bagi Taufik, ada resiko politik yang akan mendera PDIP atas keputusannya tersebut. Dan itu bisa dimanfaatkan oleh para rival politik PDIP di Pilgub Sulut. “Itu bisa memunculkan isu manajemen politik zona. Lawan politik bisa memainkan itu. Terutama di zona BMR,” terangnya.

“Tapi pasti PDIP juga sudah punya penangkalnya. Karena setiap pengambilan keputusan politik, mereka pasti sudah memikirkan dampaknya. Jadi tinggal tergantung kejelian dari rival politik untuk memainkan isu zona tersebut,” tambah jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tersebut.

Ia juga menilai itu merupakan strategi politik dari PDIP. “Karena jabatan politik merupakan keputusan politik. Ini merupakan langkah berani yang diambil oleh PDIP. Dan tentu dengan berbagai kalkulasi dan pertimbangan politik atau hitung dagang politik,” semburnya.

Pun begitu, Taufik menghargai dan menghormati keputusan yang diambil oleh PDIP. “Sebab itu merupakan hak PDIP untuk menentukan ketua dewan. Apalagi Pak Andi juga merupakan salah satu kader terbaik PDIP dari Nusa Utara. Dan itu harus kita hormati,” pungkas putra Gubernur pertama Sulut itu.(arfin tompodung)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting