Terindikasi Kampanye Hitam, Kesbangpol Sulut Sorot Orasi Oknum Cagub


Manado, MS

Pertarungan di arena pemilihan kepala daerah (pilkada) Sulawesi Utara (Sulut) mulai diwarnai aksi tak terpuji. Orasi bermuatan black campaign alias kampanye hitam bermunculan. Baru-baru ini beredar sebuah rekaman video salah satu kandidat calon gubernur (cagub) yang sempat viral di media sosial (medsos). Rekaman berdurasi kurang lebih 5 menit itu terindikasi bermuatan ujaran kebencian. Parahnya, orasi yang dilayangkan salah satu oknum cagub tersebut disinyalir menjurus ke politik SARA.

Hal ini memantik respon keras Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Apalagi dalam rekaman itu dengan blak-blakkan, oknum tersebut dengan jelas menyebut salah satu lembaga gereja terbesar di Sulut.

"Ada oknum jangan melakukan tindakan bodoh, menyampaikan sesuatu tidak benar, melakukan ‘black campaign’, apalagi menyebut nama oknum dan institusi. Ini berpeluang menciptakan konflik dalam sistem demokrasi Pancasila," ujar Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Sulut Evans Steven Liow, Selasa (6/10).

"Kami minta jangan berkampanye yang bisa memicu konflik. Harus santun. Karena berkampanye ada aturan. Ini warning. Jangan menyampaikan berita bohong apalagi fitnah. KPU dan Bawaslu memantau ini," sambung Liow ketika ditemui di kantor Gubernur Sulut.

Akibat pernyataan kandidat cagub itu, diakuinya protes dari masyarakat sudah bermunculan. Karena itu dikatakannya, Pemprov Sulut melalui Badan Kesbangpol tengah menseriusi vitalnya rekaman ini. "Sudah ada lembaga dan pribadi yang keberatan karena menjurus ke SARA. Kita lagi tangani yang viral. Kita lagi bekerja untuk menjaga jangan sampai terjadi konflik," ungkapnya.

Atas nama Pemprov Sulut, Liow menghimbau agar para kandidat menghindari black campaign, agar proses demokrasi tetap terjaga hingga sampai pada tanggal 9 Desember 2020. "Lebih baik calon paparkan program apa yang akan dibuat kedepan. Jangan menciptakan konflik. Apalagi merugikan diri sendiri atau calon sendiri. Bisa kena pidana. Setiap calon harus dijaga citra dan nama baik," ajaknya. (sonny dinar)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting